Ustadz Muda

Ustadz Muda
#68


__ADS_3

Kang Hatim sudah duduk di kursi khusus pengajar.Para santri sudah memakai cadarnya termasuk Hana.


"Al-Fatihah!" kata kang Hatim dengan suara berat setelah membaca tawasul.


"Teh,kenapa teteh pakai cadar? kan kang Hatim sudah menjadi suami teteh!" tanya Riska.


"Gak enak,masa yang lain pakai aku tidak!" jawab Hana.


"Jurumiyah tamat?" tanya kang Hatim.


"Belum kang!" jawab sebagian santri dengan kompak.


"Belum? bagian mana yang belum?"


"Babul Hal kang!" kata Indri saat yang lain tidak bicara karena tidak berani.


"Oooh!" kang Hatim langsung mencari halaman kitab yang membahas bab itu.


Setelah ketemu,kang Hatim membacakan isi kitab jurumiyah itu beserta artinya kata perkata.


"Okey,Definisi Dan Pengertian Haal


Haal adalah isim Manshub yang menjelaskan kalimat yang samar dari bentuknya.


Contoh-Contoh Haal


Seperti :

__ADS_1


^^^.جَاءَ زَيْدٌ رَاكِبًا"(yang maknanya :Telah datang zaid dalam keadaan berkendaraan)^^^


^^^رَكِبْتُ اَلْفَرَسَ مُسْرَجًا.(Yang maknanya: Aklu berkendara dengan berpelana)^^^


^^^لَقِيتُ عَبْدَ اَللَّهِ رَاكِبًا.(yang maknanya: aku Bertemu^^^


(Abdullah dengan berkendaraan)


Dan seumpama contoh contoh tersebut


Al-Hasil :


Haal itu tidak akan ada kecuali dalam keadaan Nakirah (Isim dengan Makna Umum) dan juga tidak akan terjadi kecuali dengan kaliamat yang sempurna (Taam), dan tidaklah yang menyertai Hal melainkan Isim Ma'rifah.


wallahu'alam!" kang Hatim menjelaskan isi dari kitab itu.Para Santri mencatat bagian bagian penting dari yang kang Hatim jelaskan.


"Tamat kang!" jawab para santri.


"Ya sudah,kita kembali ke muqodimah


Bismillaahir-rahmaanir-rohiim


Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah yang mewajibkan bertaubat dan mengharamkan menetapi berbuat dosa. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah yang Esa yang tiada sekutu bagi-Nya yang memerintahkan mencatat ‘amal. Dan aku bersaksi bahwa baginda dan Nabi kita Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya yang terpilih. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat sejahtera atas Nabi kita, keluarganya dan para sahabat-sahabatnya yang mulia lagi berbakti,lanjut nasho ihul ibad maqolah berapa?"


 "Qola Sayyidina Ali kang!" kata Erni.


"Sudah di lugot?" tanya kang Hatim.

__ADS_1


"Belum kang!" kata santri lain.


"Ya sudah Bismillaahir-rahmaanir-rohiim....!" kang Hatim mulai mendikte arti dari kata perkata kitab gundul itu.


"Ali bin Abi Thalib berpesan bahwa siapa yang mengumpulkan enam perkara berarti dia telah mendapatkan kunci untuk membuka pintu surga dan menutup pintu neraka.


Enam perkara yang merupakan kunci surga tersebut adalah yang pertama mengenali Allah  SWT bahwa Dialah penciptanya, menghidupkannya, dan mematikannya, lalu menaati-Nya atau melaksanakan semua perintah-Nya.


kedua, mengenali setan bahwa dia lah musuhnya, lalu mendurhakainya atau tidak menuruti perintah setan.


Lalu, perkara yang ketiga adalah mengenali akhirat bahwa ia tempat yang kekal, lalu berusaha mendapatkannya dengan menyiapkan bekal untuknya.


Keempat, mengenali dunia bahwa ia fana dan merupakan tempat yang akan segera lenyap. Kemudian, menolak dunia atau meninggalkannya dan tidak mengambilnya kecuali sebatas yang diperlukan sebagai bekal akhirat.


Kelima, mengenali hal yang haq atau yang benar dalam hukum, lalu mengikutinya dan mengamalkannya.


Sedangkan yang terakhir atau keenam adalah mengenali yang batil bahwa itu tidak baik, lalu menjauhinya dan tidak melakukannya!" Jelas Kang Hatim.


"Bisa di pahami?" tanya kang Hatim.


"InsyaAllah bisa kang!" jawab para santri dengan kompak.


"Ya sudah,pagi ini kita cukupkan sampai di sini,insyaAllah akan saya lanjutkan setelah ashar nanti,jadi hari ini dan besok full saya yang ngajar karena kemarin kemarin saya alfa.Kita tutup dengan membaca hamdallah bersama sama.Alhamdulillah!"


Seperti biasa sebelum bubar para santri membaca sholawat nabi terlebih dahulu.


 

__ADS_1


__ADS_2