
"Sudah adzan Tim!" kata kang Asep yang mau membantu kang Hatim menurunkan barang namun baru membuka bagasi adzan berkumandang.
"Ya sudah,kita sholat dulu aja kang!" kata kang Hatim sambil menutup kembali bagasi mobil.
"Hana kamu sholat di sini aja ya,soalnya kalau di mesjid gak ada hijabnya!" kata teh Putri.
"Iya teh!" jawab Hana.
"Ya sudah,kami ke mesjid dulu ya!" kata kang Asep.
"Iyaa!" jawab teh Putri.
"Assalamualaikum!" kata kang Asep.
"Waalaikumusalam!" jawab Hana dan teh Putri.Kang Asep dan kang Hatim pun pergi diikuti Ibnu untuk pergi ke mesjid.
"Ayo masuk!" kata teh Putri.
"Iya teh!" jawab Hana dan langsung ikut masuk ke rumah teh Putri untuk yang pertama kalinya.
Di mesjid,kang Hatim bertemu dengan kang Rahmat suami teh Dawa.
"Kamu di sini Tim?" tanya kang Rahmat.
"Iya kang!" jawab kang Hatim sambil mencium tangan kang Rahmat di ikuti kang Asep dan Ibnu.
"Akang sedang apa di sini?" tanya kang Hatim.
"Jadwal!" jawab kang Rahmat.
"Ooh iya lupa! kan tadi juga sudah tahu!,jangan lupa sampaikan pengumumannya kang!" kata kang Hatim.
__ADS_1
"Siap!" jawab kang Rahmat.
"Ya sudah,ayo masuk!" kata kang Asep.
Merekapun masuk ke dalam mesjid.Di dalam mesjid juga sudah ada kang Roni serta para santri yang sedang sholat sunat qobla maghrib.
Kang Rahmat,kang Asep,kang Hatim juga ikut sholat sunat qobla.
Setelah semua selesai melaksanakan sholat sunat qobla maghrib dua rakaat,salah satu santri berdiri dan langsung komat.
"Tim!" kata kang Roni setelah selesai komat memberi kode kepada kang Hatim agar dia menjadi imam dengan cara jempolnya di tunjukkan ke tempat imam.
Kang Hatim langsung maju ke depan untuk menjadi imam.
"Ayah sama Ibu kamu sudah datang?" tanya teh Putri setelah selesai sholat berjamaah maghrib berdua dengan Hana.Sedangkan kang Hatim dan kang Asep belum kembali karena mungkin masih wiridan.
"Alhamdulillah sudah teh!" jawab Hana.
"Tadi pagi teh!" jawab Hana.
"Oouh!" jawab teh Putri.
"Assalamualaikum!" kang Asep sambil membuka pintu.
"Waalaikumusalam" jawab teh Putri dan Hana dan buru buru menyambut suami mereka.Dan langsung mencium tangan suami masing masing.
Teh Putri hanya mencium tangan kang Asep dan kepalanya di usap oleh kang Asep,sedangkan Hana,sesudah mencium tangan kang Hatim langsung keningnya di cium.
Teh Putri hanya dan kang Asep hanya bisa tersenyum melihat keromantisan adik mereka.
"Tim,kita turunin baju baju itu!" kata kang Asep.
__ADS_1
"Mari!" jawab kang Hatim dan langsung membuka bagasi mobil.
"Satu kardusnya berisi lima puluh baju! di bajunya sudah ada namanya! ukuran dan namanya juga sudah sesuai!" kata kang Hatim.
"Iya,makasih Tim!" kata kang Asep.
"Baju untuk teteh mana Tim?" tanya teh Putri.
"Sekarang teteh mau ke Baitussalam sani?" tanya kang Hatim.
"Iya!" jawab teh Putri.
"Ya sudah,nanti saja di rumah umi,soalnya ribet kalau di sini! punya teh Alvi juga nanti aja di kasihnya di rumah umi!" kata kang Hatim.
"Ya sudah deh!" kata teh Putri.
"Ya sudah,bi ayo pulang!" kata kang Hatim.
"Ayo!" jawab Hana.
"Teteh ikut! supaya sekalian!" kata teh Putri.
"Ya sudah ayo!" kata kang Hatim.
"Asyik,naik mobil paman Hatim!" kata Ibnu.
"Sebentar ya!" kata teh Putri dan masuk ke dalam rumah.
"Kang mau sekarang juga?" tanya kang Hatim.
"Kalau boleh sih,mau sekarang aja!" jawab kang Asep.
__ADS_1
"Ya boleh lah,masa nggak!" jawab kang Hatim.