Ustadz Muda

Ustadz Muda
#226


__ADS_3

"Gak mau ah,kenyang!" kata Hana menolak suapan kang Hatim.


"Bakso mau?" tanya kang Hatim.


"Gak mau! Mau minum!" jawab Hana.


"Ya sudah,sana ambil!"


"Ambilin!" kata Hana dengan manja.


"Yowis yowis!" kang Hatim nurut saja mengambilkan air untuk istrinya.


"Air putih aja kang! Gak usah jus!" teriak Hana tanpa sadar bahwa di rumahnya itu mereka tidak lagi tinggal berdua.


"Dasar hubbi!" kang Hatim geleng geleng kepala.


Bi Asih keluar dari kamarnya dan melihat kang Hatim sedang mengisi air ke dalam gelas dari dalam galon.


"Eh bi,berisik ya bi,jadi kebangun!" kata kang Hatim.


"Ah tidak kang Ustadz,emang bibi gak tidur pulas aja! Maklum lah di tempat baru!" kata bi Asih.


"Ooh iya bi,saya juga dulu waktu awal awal mondok begitu!" kata kang Hatim.


"Kang Ustadz juga belum tidur atau sudah bangun?" tanya bi Asih.


"Saya belum tidur bi,Hana lagi ngidam! Ngidamnya ngerepotin saya!" jawab kang Hatim.


"Sabar ya kang! Maklum,orang hamil memang begitu! Kenginan dan sikapnya suka aneh aneh!" kata bi Asih.


"Iya bi! Oh iya bi,mari ikut saya bi!" kata kang Hatim.Bi Asih pun nurut mengikuti kang Hatim.


"Eh bi,kenapa udah bangun? Ini kan masih malam!" kata Hana.


"Belum bisa tidur non,maklum di tempat baru!"


"Tapi tempatnya nyaman kan? Kasurnya,selimut,bantal dan yang lainnya?"


"Nyaman non! Sangat sangat nyaman non!" jawab bi Asih.

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau gitu! Kalau ada yang gak enak,atau ada yang kurang,bicara saja aja ya bi!" kata Hana.


"Iya non,gak ada kok! Semuanya cukup!" kata bi Asih.


"Alhamdulillah kalau gitu!"


"Hubbi! Ini gak di makan lagi kan?" tanya kang Hatim.


"Iya nggak kok!" jawab Hana.


"Kasih sama bi Asih aja ya,semuanya! Bakso,nasi padang,nasi kuning semuanya ya?"


"Iya! Bi ambil bi!" kata Hana.


"Sok bi,ambil semuanya!" kata Hana.Bi Asih pun membawa makanan dalam kantong keresek yang ada di atas meja.


"Terima kasih non,kang Ustadz!"


"Iya sama sama bi! Harus habis ya bi!" kata Hana.


"Iya non! Permisi kalau gitu non!" jawab bi Asih.


"Mana airnya?" tanya Hana.


"Eh,habis!" kang Hatim cengengesan karena air yang tadi kang Hatim bawa sudah habis dia minum.


"Gimana sih?"


"Akang ambilkan lagi aja ya?" kang Hatim.


"Aku tuh sudah haus banget!"


"Ya sudah,tunggu sebentar!" kang Hatim lari ke dapur untuk membawa air lagi.


"Nih!" kata kang Hatim.


"Bismillah hirrahmaanir rahiim!" Hana meminum air itu setelah membaca bismillah dan sudahnya mengucapkan hamdallah.


''Tidur yu kang?" ajak Hana.

__ADS_1


"Tanggung bi,Akang habiskan dulu ini!" kata kang Hatim sambil melanjutkan menghabiskan nasi gorengnya.


"Boleh pinjam hand phone gak?" tanya Hana.


"Boleh! Mau apa emangnya?"


"Bisa telpon Auni gak?" tanya kang Hatim.


"Gak lah,kan akang gak punya nomer Auni!"


"Bukannya kemarin sudah minta nomernya?"


"Kan nomer akang yang ada di Auni,sedangkan nomer Auni gak ada di akang!" kata kang Hatim.


"Ooh,ya sudah gak mau ah minjem hand phone nya juga! Tadinya mau telpon Auni!" kata Hana.


"Akang mau nyimpen ini dulu,setelah itu ke kamar!" kata kang Hatim yang sudah menghabiskan nasi gorengnya.


"Tidur?" tanya Hana.


"Nanggung tidur juga,cukan satu jam! Mending nua in buah!" kata kang Hatim.


"Buah apa?" tanya Hana.


"Buah hati!" jawab kang Hatim.


"Apa maksudnya?"


"Kan yang kamu kandung masih muda?"


"Iya?! Terus gimana?"


"Kita buat jadi tua!"


"Caranya?''


"Liat aja nanti di kamar!" kata kang Hatim.


*Maksudnya,kalau dalam bahasa sunda di sebut ngolotkeun,mungkin orang sunda yang sudah berpengalaman ngerti lah:)

__ADS_1


__ADS_2