
"Hana,saya mau ke mesjid dulu ya,kamu duluan saja ke rumah!" kata kang Hatim setelah keluar dari dalam rumah umi Nurul karena sudah adzan maghrib.
"Aku juga mau sholat di mesjid aja!" kata Hana.
"Eh,kamu sholat di rumah saja,kamu tahukan bahwa perempuan itu sholat lebih bagus di dalam rumah,lebih bagus lagi di dalam kamar,lebih bagus lagi di dalam ruangan yang lebih sempit dan gelap!" kata kang Hatim.
"Iyaa!"
"Gak papa kan pulang sendiri? atau mau saya antar?" tanya kang Hatim.
"Gak papa,aku pulang sendiri saja!" kata Hana.
"Ya sudah!"
"Assalamualaikum!" kata Hana.
"Eh,mau ke mana?"
"Kan di suruh pulang!"
"Gak sopan"
"Oh iya maaf!"
"Assalamualaikum!" kata Hana setelah mencium tangan kang Hatim.
"Waalaikumussalam!" jawab kang Hatim sambil tersenyum pada istrinya dan dia langsung menuju mesjid setelah Hana pergi.
__ADS_1
Sesampainya di rumah,Hana langsung wudhu dan melaksanakan sholat maghrib di kamarnya.Setelah sholat maghrib Hana membaca dan mencoba agar bisa menghafal Al-Qur'an.
Saat Hana sedang asik membaca Al-Qur'an terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamarnya.Hana yakin itu kang Hatim,dia langsung menghentikan kegiatannya dan menuju pintu agar kang Hatim bisa masuk.
"Kang!" sapa Hana saat yang di balik pintu ternyata benar kang Hatim.
"Kamu sedang apa?" tanya kang Hatim.
"Tidak sedang apa apa kang!" jawab Hana.
"Maaf saya ganggu kamu lagi baca Qur'an ya!" kata kang Hatim.
"Iya,ayo masuk!" Kang Hatim pun masuk ke dalam kamar.
Di atas ranjang,sudah ada dua kitab kuning.Yang satu milik Hana dan yang satu milik kang Hatim.
Kang Hatim duduk di atas ranjang diikuti Hana.Kang Hatim melihat kitab yang ada di atas ranjang itu.
"Kan kita emang mau ngaji fathul qorib!" kata Hana.
"Kata siapa?"
"Kata akang tadi sore!"
"Masa? perasaan saya gak pernah bicara seperti itu!" kang Hatim bingung.
"Tadi,pas akang di tanya sama teh Zahra,kita mau ngaji apa,kan akang jawab ngaji fathul qorib,ya sudah aku sediakan fathul qorib saja!" kata Hana.
__ADS_1
"Astaghfirullah,Hana!" Hana tertawa kecil karena kang Hatim yang sepertinya kesal dan tak tahu harus berbuat apa.
"Rasulullah SAW bersabda, "Jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukan, dan keburukan akan menggiring kepada neraka. Dan sungguh, jika seseorang berbohong dan terbiasa dalam kebohongan, hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai seorang pembohong."!" kata Hana.
"Wah wah wah,bacakan dalil Qur'an Nya coba!" kata kang Hatim.
"Audzubillah himinas syaiton nirojim
Bismillaahir-rahmaanir-rohiim
innamaa yaftaril-kaziballaziina laa yu-minuuna bi-aayaatillaah, wa ulaaa-ika humul-kaazibuun
"Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah pembohong."Qur'an Surat An-Nahl Ayat seratus lima!" kata Hana.
Kang Hatim tersenyum mendengar Hana membaca Al-Qur'an dan ternyata hafal dengan artinya juga.
"Mau ngaji fathul qorib?" tanya kang Hatim.
"Malam ini bebas,kamu mau ngaji apa saya akan ajari!" kata kang Hatim.
"Benar?" tanya Hana.
"Iya!" jawab kang Hatim.
"Ya sudah,kita ngaji ini saja!" Hana mengeluarkan dua kitab yang satu miliknya dan yang satu milik kang Hatim dari dalam laci.
Kang Hatim tersenyum melihat kitab yang Hana keluarkan dari dalam laci itu.
__ADS_1
"Yakin mau ngaji kitab ini?" tanya kang Hatim dan Hana menjawab pertanyaan itu dengan anggukan dan senyuman.
"Ya sudah,Qolalmushonif rohimallahu ta'ala wanafa'a bi'uluumihi fiddariin aamiin,Bismillaahir-rahmaanir-rohiim....