
"Tidur yu? saya sudah sangat lelah!" ajak kang Hatim setelah sudara saudaranya pulang.
"Eh,akang belum sholat isya!" kata Hana.
"Kamu juga belum!" kata kang Hatim.
"Iya belum!" jawab Hana.
"Ya sudah,ayo kita sholat dulu!" kata Hatim.
"Ayo,sebentar aku kunci pintu dulu!" kata Hana.
🦚🦚🦚
"Hari ini terasa sangat melelahkan sekali! tidak di sangka hal hal aneh akan terjadi!" kata kang Hatim setelah berbaring bersebelahan dengan Hana ketika sudah selesai sholat isya berdua.
"Iya kang,aku juga tidak menyangka,orang yang ku sangka teman yang baik,orang yang ku sangka akan ikut bahagia jika aku bahagia ternyata tidak seperti yang aku pikir!" ujar Hana sambil menatap langit langit kamar yang berwarna putih bersih.
"Kamu harus percaya sama saya ya! hanya kamu yang akan menjadi istri saya satu satunya!" kata kang Hatim dengan menatap ke istrinya.
"Iyaa kang!" jawab Hana membalas tatapan suaminya.
"Tapi,saya penasaran!" kata kang Hatim.
"Penasaran? penasaran apa?" tanya Hana.
"Tadi,kata kamu,kamu mengijinkan saya menikah dengan Indri,karena itu hak saya! apa itu benar?" tanya kang Hatim.
"Iya,tapi kalau akang benar benar nikah lagi,lebih baik aku tinggal lagi di kobong,atau gak aku pulang saja ke jakarta!" jawab Hana.
__ADS_1
"Sudah kuduga!" kata kang Hatim dengan tertawa.
"Eh,tadi saya malu!" kata Hana.
"Malu kenapa?" tanya Hana.
"Akang memanggilku hubbi di depan semua orang!" jawab Hana.
"Eh kenapa malu? justru saya sengaja seperti itu,agar mereka tahu,bahwa saya hanya mencintaimu! saya juga ingin mereka tahu kalau saya bisa romantis,gak sekaku yang mereka pikirkan!" kata kang Hatim.
Hana tersenyum simpul mendengar jawaban kang Hatim.
"Eh kang,ayah sama ibu mau ke sini kapan?" tanya Hana.
"Katanya besok lusa!" jawab kang Hatim.
"Oooh,eh akang belum makan ya?" tanya Hana.
"Kan biasanya dua kali!" kata Hana.
"Iya,tapi gak lapar!" kata kang Hatim.
"Bener? kalau lapar masak mie instan saja!" kata Hana.
"Gak usah,kita tidur saja ya!" kata kang Hatim.
Merekapun tidur dengan senang hati setelah membaca doa.
🦚🦚🦚
__ADS_1
"Sudah selesai?" tanya kang Hatim pada Hana yang sedang masak.
"Sebentar lagi!" jawab Hana.
"Duduk dulu sini!" kata kang Hatim.Hana langsung nurut duduk di samping kang Hatim di kursi meja makan saat dia sedang masak untuk sarapan.
"Apa?" tanya Hana.
"Maaf ya sebelumnya!" kata kang Hatim setelah menegak teh hangat.
"Apa sih?" tanya Hana.
"Mengenai masalah kemarin sore!" jawab kang Hatim.
"Masalah Indri? kenapa gitu? bukannya sudah mau di selesaikan?" tanya Hana.
"Iya,tapi.....!"
"Tapi apa? ayo ngomong! jangan gitu,perasaanku jadi gak enak!" kata Hana.
"Tapi kamu jangan marah ya?" tanya kang Hatim.
"Iyaa,apa?" tanya balik Hana
"Kamu juga harus ikhlas dan ridho!" kata kang Hatim.
"Apa? aku gak akan ikhlas dan ridho kalau gak tahu apa yang harus aku ikhlaskan!" ucap Hana.
"Setelah saya pikir pikir dan saya rasakan sepertinya tidak enak kalau harus menolak permintaan Indri! saya takut gara gara saya dia jadi gila! saya takut gara gara saya dia jadi depresi!" kata kang Hatim.
__ADS_1
"Jadi gimana?" tanya Hana.
"Sepertinya saya akan menuruti kemauan Indri,secara dengan saya menikahi Indri dan kamu ikhlas dan ridho,kamu akan mendapat jaminan surga!"