
"Eh aku pulang dulu ya!" kata Hana karena kang Hatim menunggunya.
"Ahhhhh aku masih kangen!" kata Maya.
"Kan nanti jumpa lagi! Kalau ngomongin kangen ya emang aku juga masih kangen!" kata Hana.
"Eh,nikahan Indri tinggal seminggu lagi!" kata Naya.
''Oh ya? Aku lupa!" kata Hana.
"Emangnya teh Hana mau datang?" tanya Riska.
"InsyaAllah datang! Kang Hatim juga di paksa buat ngisi ceramah di sana!" jawab Hana.
"Teh Hana gak ada rasa dendam gitu sama Indri?" tanya Rika.
''Rasa kecewa masih ada,memang ada sih dendam,tapi harus kita jaga! Gak boleh di mendemdam! Kan bagus yang minta maaf tapi lebih bagus yang memaafkan! Lagian kang Hatim juga gak ada perasaan sama Indri!" jawab Hana.
"Ih salut deh sama teh Hana!" kata Riska.
"Sudah ah,aku mau pulang! Kalau ngobrol terus gak akan beres beres!" ucap Hana.
"Mungkin ini yang di sebut kongres teh!'' kata Ros.
"Kenapa kongres?" tanya Hana.
"Ngawangkong teu beres beres!" jawab Ros sehingga mereka tertawa.
"Ya sudah,aku pulang dulu ya!'' kata Hana.
"Mau di antar teh?" tanya Maya.
"Gak usah!" jawab Hana.
__ADS_1
"Semuanya.saya pamit pulang dulu ya,Assalamualaikum!" kata Hana pada yang lain.
"Dadaaah!" kata Hana pada teman dekatnya.
Hana pun pergi meninggalkan dapur umum untuk kembali ke rumah umi karena kang Hatim ada di sana.Sedangkan teman temannya kembali membantu masak untuk persiapan syukuran kehamilan Hana.
"Kang?" panggil Hana sambil membukakan pintu.
"Masuk!" jawab kang Hatim.Hana pun masuk ke rumah umi menghampiri kang Hatim dan mencium tangan kang Hatim.
"Assalamualaikum gitu bi!" kata kang Hatim.
"Waalaikumussalam!" ucap Hana.
"Dasar!'' kata kang Hatim.
"Kan salam itu wajib di jawab kang!" kata Hana sambil cengengesan.
"Ayo!" jawab Hana.
"Siap siap di hukum!" kata kang Hatim.
"Kok di hukum sih?" tanya Hana.
"Kan tadi juga sudah akang katakan! Kalau lebih dari waktu yang sudah di tentukan,kamu harus di hukum!" jawab kang Hatim.
"Astaghfirullah,gak mau ah!" kata Hana.
"Tenang aja bi,hukumannya gak berat kok! Kan lebihnya juga cuma tiga menit! Jadi hukumannya enak dan gak berat!" ujar kang Hatim.
"Terserah aja lah!" kata Hana.
''Ayo!" kang Hatim menggandeng Hana dan membawa istrinya ke luar rumah untuk pulang ke rumah mereka.
__ADS_1
"Mandi sana!" kata kang Hatim setelah sampai di rumah mereka tepatnya di kamar mereka.
"Akang dulu aja!" kata Hana yang malah merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Ya sudah!" jawab kang Hatim dan langsung masuk ke kamar mandi.Tidak lama kemudian,kang Hatim selesai mandi dan sudah memakai pakaian santainya sarung dan kaos oblong.
Melihat Hana yang malah membaca majmu.
"Ayo mandi!" kata kang Hatim.
"Gak mau ah! Dingin!" kata Hana yang menarik selimut.
"Kan ada air hangat!"
''Tetep aja dingin sudahnya!" kata Hana.
"Astaghfirullah,biasanya juga kamu semangat mandi bigerah dikit mandi!"
"Gak mau ah!''
"Mandi sendiri atau di mandiin?" tanya kang Hatim dengan nada bicara ancam.
"Gak mau mandi!" Hana menegaskan.
"Kenapa sih?" tanya kang Hatim.
"Nanti aja mandinya!" kata Hana.
"Bau bi!"
"Tinggal pakai minyak wangi aja!" kata Hana.
"Astaghfirullah,ya sudah,terserah kamu aja ah!" kata kang Hatim.
__ADS_1