Ustadz Muda

Ustadz Muda
#35 nona muda


__ADS_3

Tidak lama kemudian,mereke telah sampai di depan rumah besar milik Hana.Penjaga dengan senang hati membuka gerbang setelah melihat Hana nona mudanya datang bersama suaminya.Begitu pikir para penjaga.


"Selamat datang non,kang!" sapa Ardi yang menjaga gerbang.


"Terima kasih pak,pak ayah sama ibu ada?" tanya Hana.


"Tuan sama nyonya lagi pergi non!"


"Ooh,kemana?"


"Katanya ada pertemuan dengan klien!"


"Sudah lama perginya pak?" tanya kang Hatim.


"Sudah kang,sebentar lagi juga pulang,non sama akang masuk dulu aja!"


"Ooh,ya sudah saya masuk dulu ya pak!"


"Iya non!"


"Permisi pak!"


"Silahkan kang!"


Ternyata pak Ardi juga sudah kenal sama kang Hatim,apa dia benar benar sudah pernah ke sini?


Tok tok tok


"Assalamualaikum!" Hana berteriak,sedangkan keng Hatim memencet tombol bel yang ada di sebelah pintu.


"Ngapain teriak teriak? kan ada ini!"


"Lupa kang!"


"Rumah sendiri aja lupa!"


Bi Mar sang asisten rumah tangga membukakan pintu dengan cepat.


"Non?"


"Bi!" Hana langsung berpelukan dengan orang yang sering mengasuhnya saat dia kecil.

__ADS_1


"Non apa kabar?"


"Alhamdulillah baik bi,bibi bagaimana?"


"Bibi juga baik non!"


"Syukurlah!"


"Eh kang!" bi Mar mengatupkan tangannya pada kang Hatim.Begitu juga kang Hatim dia membalas bi Mar dengan mengatupkan tangannya juga sambil tersenyum dan menganggukkan kepala hormat.


Kenapa orang orang di sini sudah kenal kang Hatim?


"Ayo masuk non,kang!"


"Ah iya bi!" Hana pun masuk dan langsung duduk di kursi yang ada di ruangan tengah dimana kang Hatim melakukan ijab qobul.


"Non mau minum apa?" tanya bi Mar setelah Hana dan kang Hatim.


Sudah nikah kok duduknya jaga jarak


"Ah gak usah bi,nanti kalau Hana haus,Hana ambil sendiri!"


"Gak usah ngerepotin bi,nanti biar Hana yang ambilkan!"


tuh kan,dia usah seenaknya,udah kaya suami nyuruh istrinya


"Ya sudah,bibi ke belakang dulu ya,kalau butuh sesuatu panggil aja!"


"Iya bi makasih ya!"


Bi Mar pun pergi ke dapur meninggalkan pasangan suami istri rahasia itu di ruang tengah berdua.


Kang Hatim sibuk sendiri dengan hand phone nya dan Hana melihat ke sekeliling rumah.Mengingat kenangannya waktu masa kecil dulu.


Aku bermain bersama ayah di sana!


menatap ke sudut ruangan.


Aku belajar menulis!


menatap pintu menuju ruang belajarnya dulu.

__ADS_1


Di sana aku di ajarkan sholat oleh almarhum kakak!


Air matanya menetes karena mengingat kakak laki laki nya yang sudah duluan meninggal karena kecelakaan.Makanya Hana sangat di sayangi oleh kedua orang tuanya.


Kok dia seperti menangis


Kang Hatim menatap Hana yang tidak mengedipkan matanya melihat ke mushola yang pintunya terbuka.


"Hana?" panggil kang Hatim lirih.


"Hiks,i-iya kang?"


"Kamu kenapa?" pindah tempat duduk menjadi di samping Hana.


"Ah nggak papa kang!" sambil mengusap matanya yang basah.


"Kenapa kamu menangis?"


"Saya gak nangis kak,cuman perih saja!"


"Hana,saya pernah belajar ilmu hikmah,dan saja jago sosiologi,jadi saya bisa membaca hati kamu!"


"Saya ke dapur dulu kang!"


"Mau apa?"


"Mau buatkan minuman buat akang,mau teh manis,kopi,atau susu?"


"Saya mau jus!"


"Gak di tawarin jus kang!"


"Ooh,ya sudah teh saja!"


"Saya akan ambilkan jus mangga!"


"Saya mau teh!"


"Baik!"


Nyebelin...

__ADS_1


__ADS_2