Ustadz Muda

Ustadz Muda
Extra Chapter 1.5


__ADS_3

"Hadrotal kirom wal mukhtarom,jadi kata Nabi Muhammad SAW,jika kita masuk surga,maka kita akan di beri hadiah oleh malaikat sepuluh cincin yang setiap incinnya ada tulisannya!" kata kang Hatim yang sudah memulai ceramahnya.


"Umma umma!" kata Royyan.


"Apa sayang?" tanya Hana.


"Kok ama lucu ya,saat di atas sana! tidak seperti saat di rumah! Di sana ama sangat lucu,sering bercanda! tapi di rumah,ama jarang bercanda! Apalgi saat ama ngajar santri santri! Pasti sangat serius,bahkan mungkin santri santri takut sama ama!" kata Royyan yang dari tadi memperhatikan ama nya yang sedang ceramah di atas panggung.Hana hanya menanggapi pertanyaan anaknya dengan tersenyum dan geleng geleng kepala.


"Emang gitu Yan,ama kamu itu sangat bisa membedakan dimana waktunya bercanda dan di mana waktunya serius!" kata Zulfi.


"Itu bagus atau buruk?" tanya Royyan.


"Bagus!"


"Berarti kang Zulfi yang buruk!" kata Royyan.


"Lah,kenapa jadi akang yang buruk?"


"Kan kang Zulfi selalu bercanda! jarang serius! Berarti kang Zulfi gak bisa membedakan mana waktunya bercanda dan mana waktunya serius! Dan kata kang Zulfi,itu buruk!" kata Royyan membuat Zulfi kesal atasnya.


"Sama saja kaya ama nya,sama sama nyebelin!" kata Zulfi.


"Bukan nyebelin,Royyan ini pintar!" kata Maya.


"Nah,cincin yang pertama bertuliskan salaamun 'alaikum thibtum fadkhuluuhaa khoolidiin,artinya,kesejahteraan dilimpahkan atasmu.Berbahagialah kamu,maka masukilah surga ini untuk selama lamanya! Nah,yang kedua,Rufi'atc 'ankumul ahzan wal hamuum! Artinya,telah aku simakan bentuk derita dan kesusahan! Itu kata Allah yang di tuliskan di atas cincin! Yang ketiga bertuliskan watilkal jannatu uuristumuuhaa bimaa kuntum ta'maluun! Artinya,dan inilah syurga yang aku anugrahkan kepadamu sebagai imbalan dari jernih payah yang kau kerjakan! Ke empat,Albasnaakumulhulala walhuliyya,aku memakaikan beraneka ragam busana dari persiapan kepadamu! Lanjut bu? Penasaran sama yang kelima?" tanya kang Hatim.


"Penasaraaaan!" jawab jama'ah.


"Belum capek emangnya?"


"Beluuuum!"


"Sae sae,abdi nu cape namah! Teu acan tunduh bu?"

__ADS_1


"Acaaaan!"


"Aduh,ripuh! Malam ini malam spesial tau gak?"


"Gaaak!"


''Saya gak akan ngantuk bu,tapi kalau capek ya maklum la ya,soalnya penyemangat saya ikut semua amalam ini bu! Istri saya ikut,kedua anak saya juga ikut! jadi tambah semangat!" kata kang Hatim.


"Romantis juga tu orang!" kata Zulfi.


"Emangnya kamu,gak ada romantis romantisnya!" ledek Maya.


"Umma!"


"Apa?"


"Aku mau ke ama boleh gak? Aku juga mau ceramah!" kata Royyan.


"Kamu disini aja ya?! Temenin umma! masa mau ninggalin umma!" kata Hana.


"Udah,kamu disini aja!"


"Ayo dong umma! Boleh ya? Boleh lah!"


"ya sudah dh,Zulfi bisa anterin dia gak?" tanya Hana.


"Aku suruh laskar ya,soalnya kalau aku yang anterin pasti ribut lagi!" kata Zulfi.


"Iya deh,boleh!"


"Asssyiiiiiiiiiik!" Royyan senang sambil langsung berdiri dari duduknya.Tidak lama kemudian,Zulfi datang kembali diikuti seorang laskar.


"Gendong aja Rus!" kata Zulfi pada laskar yang bernama Rusdi itu.

__ADS_1


"Baik kang! Ayo den!" kata Rusdi.Royyan pun di gendong sama Laskar itu dan dia bawa ke arah panggung.


"Nah nah nah,kan kesini ni anak!" kang Hatim menjemput putranya dan merebut putranya dari gendongan si laskar.Para jama'ah histeris melihat putra dari ustadz mereka itu ang tampannya melebihi ama nya.


"Kenapa kamu kesini?" tanya kang Hatim setlah duduk kembali dan Royyan di pangkuannya dengan mendekatkan ic nya ke mulut Royyan.


"Royyan mau ceramah juga seperti ama!" jawab Royyan.


"Jama'ah belum tau nama kamu! Salam dulu,lalu katakan siapa namamu!" kata kang Hatim.


"Assalamualaikum,nama aku Muhammad Arroyyan Dylan Alfarizqi Hatim abdurahman!" kata Royyan dengan lucunya membuat yang melihat semakin gemas.


"Siapa nama ama Royyan?" kata kang Hatim.


"Ustadz Muhammad Hatim Husni abdurrahman!"


"Kalau nama umma nya siapa?"


"Umma Farhana Sri Cempaka Indah!"


"Jama'ah mau tau,cita cita Royyan mau jadi apa sih,kalau sudah besar?"


"Emmh,Royyan mau jadi dai seperti ama,mau jadi Qori seperti kang Zulfi,mau jadi hafidz juga seperti kang Hanafi!" jawab Royyan.


"Ya sudah,sekarang kamu mu ceramah apa?"


"Aku mau nyanyi aja ama! Boleh gak?"


"Tanya jama'ah! Jama'ah,Royyan boleh nyanyi gak,gituh tanyain!" kata kang Hatim.


"Jama'ah,boleh gak Royyan nyanyi sholawat?"


"Boleeeeeh!" jawab jama'ah.

__ADS_1


"Tuh boleh,kamu mau nyanyi sholawat apa?" tanya kang Hatim dan Royyan langsung berbisik di telinga kang Hatim.


"Ya sudah,boleh!" kata kang Hatim setelah Royyan berbisik.


__ADS_2