Ustadz Muda

Ustadz Muda
#55


__ADS_3

"Berapa mang?" tanya kang Hatim.


"Empat belas ribu!" jawab mang cuanki.


"Ah ini mang uangnya!" menyodorkan uang lembar dua puluh ribu.


"Ini kembaliannya!"


"Ambil aja mang!"


"Terima kasih!"


Kang Hatim dan Hana pergi melanjutkan jalan jalan menelusuri pantai di malam hari.


"Kang,tukang cuanki tadi jutek ya!" kata Hana.


"Nggak ah!"


"Ih,jutek tahu,ngomongnya juga seperlunya!"


"Si mang cuanki itu mengikuti pribahasa lebih baik diam dari pada berbicara yang buruk!"


"Kalian satu jenis berarti!" kata Hana.


"Emangnya saya ikan apa? di sebut satu jenis!"


"Iya,satu jenis,sama sama irit bicara!"


"Kalau saya banyak bicara,saya akan hilang wibawa!"


"Iya emang,aku juga tidak suka sama orang yang banyak bicara!"


"Tapi kamu adalah salah satu orang yang terlalu banyak bicara!"


"Ish,kata siapa?"


"Kata saya barusan!"


"Tapi aku gak merasakan bahwa aku banyak bicara!"


"Saya juga tidak merasakan bahwa saya irit bicara,saya rasa saya masih terlalu banyak bicara!"


"Ih,nyebelin!"


Angin malam mulai menyerang badan pasangan suami istri itu. Tangan Hana mempererat memeluk tangan kang Hatim.

__ADS_1


"Kamu kenapa?"


"Dingin!"


Kang Hatim melepaskan sarungnya.Sarung itu di pakaikan untuk menutupi tubuh Hana.


"Kita kembali ke penginapan saja ya,sudah malam!"


"Iya!"


Merekapun memutuskan untuk kembali ke penginapan karena hari semakin malam dan udara di laut semakin dingin.


"Kamu belum ngantuk?" tanya kang Hatim setelah sampai di penginapan.


"Sudah,aku sudah agak ngantuk!"


"Ya sudah,bersihkan dulu badanmu,setelah itu kita tidur!"


"Iya!"


Hana berlalu ke kamar mandi untuk membasuh kaki,tangan,juga muka.Dia tidak mandi karena tidak bawa baju ganti.


Setelah Hana,giliran kang Hatim yang membersihkan badannya di kamar mandi.


"Ayo tidur!" kata kang Hatim.


"Kamu dingin?" tanya kang Hatim.


"Sedikit!"


Kang Hatim memeluk Hana dari belakang.Hana hanya diam karena memang nyaman tidur di dalam pelukan suaminya.


Sinar mata hari menerangi Hana hingga tidur Hana terganggu.Dia membuka matanya.Melihat ke sampingnya dan di sana kosong.Suaminya yang semalam erat memeluknya tidak ada di sampingnya.


Hana mengucek matanya,melihat jam di dinding ternyata ini sudah jam tujuh pagi.Untung dia masih PMS jadi tidak papa tidak sholat subuh.


Hana masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka.Dan saat keluar dari kamar mandi,kang Hatim sudah duduk di ujung ranjang dengan satu kerek hitam di sampingnya.


"Kang,dari mana?" tanya Hana.


"Saya dari warung,beli sarapan,baru bangun?"


"Oooh,heheh iya kang,kenapa akang gak membangunkan saya?"


"Saya gak tega buat bangunin kamu!"

__ADS_1


"Akang beli apa?"


"Nasi uduk!"


"Ooh!"


"Mau makan sekarang?"


"Emh,ayo!"


"Ya sudah!"


Merekapun makan berdua.Namun tidak sepiring berdua.


"Kang,hari ini mau ke mana?"


"Kita jalan jalan aja!"


"Jalan jalan aja? ah gak seru!"


"Kamu mau apa?"


"Aku mau emmmm,apa ya? mau naik perahu!"


"Naik perahu?"


"Iya!"


"Gak mau!"


"Eh,kenapa? akang takut ya?" goda Hana.


"Apa apaan kamu ini,saya gak takut!"


"Kalau benar gak takut,bagi mana kalau naik watercraft?"


"Watercraft itu apa?"


"Itu yang kaya motor,tapi di air!"


"Dari mana kamu tahu itu?"


"Saya melihatnya tadi malam!"


"Saya gak bisa pakainya!"

__ADS_1


"Yah,kirain bisa!"


__ADS_2