
Hanya membutuhkan waktu satu jam setengah untuk ampai di pesantren Taisirul kholaq yaitu pesantren dimana Zhaffar mondok menuntut ilmu.
Kini, mobil yang dikkendarai kang Hatim sekeluarga sudah masuk ke area lingkungan pesantren. Yogi selaku sopir, sedang mengikuti arahan sucurity untuk memarkirkan mobil ditempatnya.
Mereka turun dari mobil setelah mobil berhenti dan sudah terparkir.
"Pak maaf, Kyai nya lagi ada gak ya?" tanya kang Hatim.
"ada pak, tapi beliau sedang ngajar santri di madrasyah!" jawab pak security.
"Ngajarnya masih lama?" tanya kang Hatim lagi.
"Sebentar lagi ko pak! Cuman sampai ashar!"
"Ooh gitu ya!"
"kalau gitu, saya antar ke rumahnya saja gimana? Jadi bisa menunggu di sana sambil istirahat dulu!"
"Boleh boleh!"
"Mari ikuti saya!" kata Security dan langsung berjalan duluan agar diikuti oleh kang Hatim sekeluarga.
__ADS_1
"Ngapunten, Assalaamu'alaikum!" kata security setelah sampai di depan rumah kyai.
"Waalaikumussalaam! Sedhela!" jawab seseorang dari dalam "ana opo toh pak?" tanya seorang laki laki yang seumuran sama Royyan.
"Kene, ono tamu! Pengen ketemu bareng kyai!"
"Oooh, yo wes, ayo mlebu! Nanging kyai isih mulang nganti ashar!"
"Ora masalah, kita mung ngenteni!" kata kang Hatim.
"Yo wis, mangga mlebet!"
"Matur nuwun gus!" kata kang Hatim. Mereka dipersilahkan masuk oleh orang yang menyambut mereka. Sedangkan pak security langsung kembali ke pos tempat dia.
"Ahlan wasahlan ya ahlul ilmi!" kata gus Syaufi yang mungkin beliau memang kenal kang Hatim. Kemudian gus Syaufi mencium tangan kang Hatim.
Kang Hatim langsung bingung mendengar apa yang di katakan gus Syaufi.
"Syukron gus!" kata kang Hatim.
"Afwan kyai, ana tidak sopan saat menyambut panjenengan!" kata gus Syaufi dengan sangat sopan tidak seperti tadi awal kang Hatim datang, laga nya menyerupai orang yang sombong.
__ADS_1
"Laa laa laa, saya yang minta maaf! Datang tanpa di undang malah membawa rombongan!" kata kang Hatim.
"Tidak masalah kyai, justru saya mewakili keluarga besar pesantren taisirul kholaq sangat senang bisa kedatangan kyai dari baitussalam, mudah mudahan dengan datangnya kyai, pesantren kami bertambah tambah berkah, aamiin ya Allah! Syukron kyai syukron katsiron, jazakumullah khoiron kasiroo!"
"Mana ada saya membawa berkah, justru saya datang kesini saya ingin meminta berkah dari ini pesantren!"
"Aamiin kyai mudah mudahan!" kata gus Syaufi. "Ooh iya kyai, ndalem ada mau minum apa? Supaya kami siapkan! Kami ingin melayani kyai sesempurna mungkin! Kami tidak ingin kyai pulang sama keluarga semuanya dari sini dengan keadaan hati yang kecewa dengan kami di pesantren taisirul kholaq!"
"Tidak usah repot repot gus, tidak usah berlebihan juga! Saya hanya manusia biasa!"
"Na'am kyai! kalau begitu, saya tinggal dulu sebentar, silahkan istirahat dengan senyaman nyamannya! Anggap saja di rumah sendiri kyai!"
"Na'am na'am syukron!" kata kang Hatim.
"Permisi kyai!" kata gus Syaufi sambil berjalan jongkok dan bukannya maju.
Tidak lama dari pamitnya gus Syaufi dari hadapan kang Hatim sekeluarga, datang beberapa orang yang membawa baki setiap orangnya yang berisikan makanan makanan.
"MasyaAllah kenapa repot repot gus!" kata kang Hatim pada gus Syaufi yang datang terakhir dengan membawa bakul berisikan nasi.
"Gak repot ko kyai! Tafadhol!"
__ADS_1
Minal aidzin walfa idzin, mohon maaf dzohir dan bathin.....🙏🙏🙏🙏