Ustadz Muda

Ustadz Muda
#129


__ADS_3

"Makasih Sri!" kata kang Hatim setelah memasukan enam puluh baju yang sama yaitu seragam untuk para santri.Indri,Erni juga Hana masih masuk kedalam hitungan.Santri Baitussalam sani itu ada enam puluh orang.Dari dulu zaman Kyai Yasa Abdurahman ayahanda kang Hatim,pesantren Baitussalam itu tidak menerima santri lebih dari enam puluh orang.Sebelum ada Baitussalam awal di bangun,dan pesantren Baitussalam awal masih umum,bukan khusus perempuan,maka di bagi menjadi dua.Tiga puluh orang perempuan dan tiga puluh orang laki laki.Tidak akan lebih dari itu.


Kang Hatim tahu pasti Hana akan mau punya baju seragam yang sama seperti teman temannya makanya Hana juga masuk hitungan santri.


Kang Hatim juga pesan dua ratus baju koko dengan kolaborasi batik yang di buat senada dengan baju para santri Baitussalam sani.Baju baju itu untuk santri baitussalam awal yaitu santri laki laki.


Tidak lupa kang Hatim juga pesan tujuh baju gamis yang warnanya senada dengan baju para santri.Namun,modelnya di bedakan.Yaitu untuk Umi Nurul,ibu Nuraeni,teh Zahra,teh Dawa,teh Putri,teh Alvi,tidak lupa Hana.


Kang Hatim juga membelikan Ayah Bima,kang Ahmad,kang Rahmat,kang Asep,kang Roni,untuk kedua anak teh Zahra yang laki laki,untuk Zulfi dan Taufiq,untuk anak pertama teh Putri,juga untuk dirinya sendiri baju koko yang sama di kolaborasi dengan batik seperti santri Baitussalam awal namun beda model.


Kemudian,kang Hatim juga membeli dua puluh baju batik biasa untuk bapak bapak tetangga.Dan tidak lupa dua puluh baju juga untuk ibu ibu tetangga dan bi Ani.


Tidak lupa juga kang Hatim membeli baju untuk anak anak kecil seperti untuk anak teh Zahra yaitu Liza,anak teh Dawa yang masih berusia enam bulan,anak teh Putri yang masih berusia lima tahun dan untuk Alvin anak teh Alvi.


"Sama sama Tad!" jawab Asri sang desainer teman SD kang Hatim.

__ADS_1


"Uangnya nanti di transfer ya!" kata kang Hatim.


"Iya santai aja!" jawab Asri.


"Ya sudah,kita pamit dulu ya,sekali lagi makasih,dan jangan lupa besok wajib datang!" kata kang Hatim.


"Iya pasti datang!" jawab Asri.


"Ya sudah,kita pergi dulu ya!" kata kang Hatim.


"Giliran dah mau pulang baru di tawarin makan!" kata kang Hatim.


"Hahah maaf maaf,Hana mau makan dulu?" tanya Asri.


"Ah gak usah mbak,tadi sudah makan sebelum berangkat ke sini!" jawab Hana.

__ADS_1


"Lah,udang di bilang jangan panggil mbak!" kata Asri.


"Dia emang gak enakan sri,udah biarin aja terserah dia mau manggil apa! asal dia bahagia! soalnya di mobil tadi dah nangis Auwn" kata kang Hatim sambil agak meringis kesakitan karena pinggangnya di cubit oleh Hana.


"Sakit bi!" kata kang Hatim.


"Hahah,jangan berantem di sini!" kata Asri sambil tertawa gemas melihat sepasang suami istri itu.


"Ya sudah,kita pamit dulu Sri!" kata kang Hatim.


"Iya,hati hati di jalan!" kata Asri.


"Assalamualaikum!" kata kang Hatim dan Hana menganggukkan kepalanya sopan sambil tersenyum di balik cadarnya yang terlihat dari matanya yeng menyipit.


"Waalaikum salam!" jawab Asri sambil mengangguk dan tersenyum juga membalas Hana.

__ADS_1


Hana dan kang Hatim pun masuk ke dalam mobil dan langsung melaju setelah membunyikan klakson.


__ADS_2