Ustadz Muda

Ustadz Muda
#204


__ADS_3

Pagi pagi kang Hatim dan Hana sudah kembali bersiap siap untuk pergi ke butik yang baru di bangun atas keinginan bu Nuraeni.Lagi lagi Hana dan kang Hatim memakai baju yang serasi.


Yogi sudah menyiapkan mobil sehingga Hana dan kang Hatim tinggal masuk dan langsung jalan menuju butik bu Nuraeni.


''Kang!'' kata Hana saat mobil sudah berjalan dan sudah agak jauh dari rumah.


''Apa?" tanya kang Hatim.


''Kita pulang ke pesantren kapan?'' tanya Hana.


"Terserah kamu aja bi!" jawab kang Hatim.


''Gimana kalau setelah maghrib nanti?'' tanya Hana.


"Kenapa habis maghrib?" tanya balik kang Hatim.


"Aku gak sabar ingin bertemu umi! Ingin memeluk umi! Beri tau umi aku hamil! Sekarang aku tidak punya orang tua selain umi dan kakak kakak semuanya!" jawab Hana kembali sedih mengingat orang tuanya yang sebenarnya sangat ingin dia beri tahu tentang kehamilannya kini sudah tidak ada.


"Kalau besok subuh gimana? Habis sholat subuh kita berangkat!'' tanya kang Hatim.


''Emangnya gimana kalau nanti aja?" tanya balik Hana.


"Kan bi Asih bi Ina sama Yogi juga mau ikut kita,sedangkan mereka belum siap siap! Jadi nanti kita pulang,kasih tahu bi Asih dan Bi Ina kalau kita akan pulang besok!" jawab Hana.


"Ya sudah! Besok aja kalau begitu!" kata Hana.


"Gimana kalau habis dari butik,Kita mampir ke makam ayah dan ibu? Kasih tahu ayah sama ibu kalau mereka punya cucu! Mau gak?" tanya kang Hatim.


''Mau mau! Mau banget!'' jawab Hana dengan semangat.


''Ya sudah,Yogi,nanti ke makam dulu ya!'' kata kang Hatim.


"Siap kang!"


"Jangan lupa juga! Siap siap pindah kerja!" kata kang Hatim.


"Iya kang!" jawab Yogi.


Beberapa menit kemudian,mereka sampai di depan bangunan cantik dengan depannya full kaca bening sehingga memperlihatkan isinya dengan di atas bangunan itu ada tulisan cantik 'FarHatim'.

__ADS_1


Dari luar sudah terlihat bahwa baju baju di dalam bangunan cantik itu juga cantik.


''Namamu kang terpangpang jelas!" kata Hana setelah melihat bangunan itu.


"Sekarang terbukti! Ayah sama ibu lebih sayang sama akang dari pada sama kamu! Lihatlah,namamu hanya separoh,sedangkan nama akang sempurna!'' ujar kang Hatim.


''Gak sayang gimana coba? toh menantunya baik,ganteng,ustadz lagi!'' kata Hana.


''Bisa aja kamu!" kata kang Hatim sambil mengusap kepala Hana gemas.Gimana Yogi? Dia hanya bisa diam menjadi nyamuk menyaksikan keromantisan suami istri itu.Mungkin salah satu nasih orang jomblo begitu.


"Ayo!" ajak Hana karena dari tadi Yogi sudah membukakan pintu dan menunggu mereka di luar.


"Butik ini di kelola siapa?'' tanya Hana saat sudah di luar mobil dan memandang kagum bangunannya lagi.


"Di urus langsung oleh ibu non!" jawab Yogi.


"Apa karyawannya sudah lengkap?" tanya kang Hatim.


"Sepertinya sudah!" jawab Yogi.


"Ada manager nya?'' tanya kang Hatim.


''Ada!"


"Auni!" jawab Yogi.


"Ya sudah! Ayo antar kami masuk!" kata kang Hatim.


''Mari kang!" Yogi berjalan duluan dan memasuki butik cantik itu.


Hana dan kang Hatim semakin kagum saat memasuki butik itu.Susunannya sangat rapih,barangnya bagus bagus,pokoknya sempurna.


Yogi langsung menemui resepsionis untuk memperkenalkan Hana dan kang Hatim.


"Farida!'' sapa Yogi.


"Iya? kamu bawa siapa?" tanya Farida resepsionis sekaligus kasir di sana.


"Itu anak pak Bima dan bu Nuraeni!" jawab Yogi.

__ADS_1


"Oooh,yang perempuan atau yang laki?" tanya Farida.


"Yang perempuan! Yang laki itu suaminya!" jawab Yogi.


"Ganteng banget!" kata Farida.


"Hush! Suami atasan!" kata Yogi.


"Tapi kok dandanannya gak rapih kaya pak Bima ya?!'' ucap Farida.


"Rapih kok!" kata Yogi.


"Maksudnya gak rapih kaya pak Bima itu,pakai jas,dasi!"


"Beda lah! Dia Ustdaz! Dan menurutnya itu dandanan rapih!" kata Yogi.


"Oooh!" Farida mengangguk-angguk mengerti.


"Auda sudah datang?" tanya Yogi.


"Sudah!" jawab Farida.


"Berikan kunci ruangan khusus ibu!" kata Yogi.


"Bentar!" Farida membuka laci."Nah!'' kata Farida memberikan kunci yang di minta oleh Yogi.


"Suruh Auni menemui non Hana di ruangan ibu!" kata Yogi.


"Okey!" jawab Farida.


"Aku pergi dulu!" kata Yogi dan langsung menghampiri Hana dan kang Hatim tanpa menunggu jawaban Farida.


"Permisi non!" kata Yogi.


"Iya? Gimana?" tanya Hana.


"Maaf nunggu lama non!" ucap Yogi.


"Iya tidak apa apa!" kata Hana.

__ADS_1


"Bisa ikuti saya non? Kang?" tanya Yogi.


"Ayo!" kata Hana.


__ADS_2