Ustadz Muda

Ustadz Muda
#114


__ADS_3

"Ibu!" teriak Indri dengan gembira dan berlari dari kobong ke arah ibunya.


Mereka berpelukan melepas rindu.Ibunya mencium kening anaknya dengan lembut dan air mata yang menetes membasahi pipi.


"Kamu sehat sayang?" tanya bu Pipah.


"Badan Indri hiks, sehat bu,tapi hati Indri hiks,sakit!" jawan Indri sambil menangis.


"Sudah sudah ya,jangan nangis!" kata bu Pipah dengan mengusap pipi Indri yang basah.


"Ayah!" Indri memeluk ayah Nono.


"Aku kangen ayah!" kata Indri.


"Ayah juga kangen sama kamu!" kata ayah Nono.


"Ayah,aku mau nikah yah!" kata Indri.


"Iya,nanti nikah ya!" kata ayah Nono.


"Mau nikahnya sama kang Hatim yah!" kata Indri.


"Tapi kan kang Hatim sudah punya istri!" kata ayah Nono.


"Gak papa yah,Indri jadi yang ke dua!" kata Indri.


"Nanti ayah kenalin sama laki laki lain ya?!" kata ayah Nono.


"Gak mau,Indri mau sama kang Hatim!" kata Indri.


"Kita pulang dulu yu? mau?" tanya ayah Nono.


"Mau nikah,bukan mau pulang!" jawab Indri.

__ADS_1


"Iya,tapi pulang dulu ya! adik kamu kangen sama kamu!" kata ayah Nono.


"Tapi Indri mau nikah!"


"Iyaa,nanti ayah nikahkan!" kata ayah Nono.


"Sama kang Hatim?" tanya Indri.


"InsyaAllah!" kata ayah Nono dengan ragu.


"Ya sudah,ayo kita pulang!" kata Indri dengan semangat.


"Pamit dulu sama guru guru kamu!" kata bu Pipah.


"Teh,aku mau pulang dulu ya,tolong bilangin sama teh Dawa,teh Putri,dan teh Alvi! dan jangan lupa sama kang Hatim calon suami aku ya teh!" kata Indri dengan tidak sopan.Biasanya jika seorang santri mau pamit pulang suka pamit ke semua orang dan menemuinya,bukan hanya menitip salam.


"Ah iya iya,nanti teteh sampaikan!" kata teh Zahra sambil tersenyum.


"Gak papa bu,mereka juga gak sopan sama Indri!" kata Indri membuat teh Zahra kaget.


"Aduh,maaf ya Ustadzah,Indri gak sopan!" kata bu Pipah.


"Gak papa kok bu!" kata Teh Zahra.


"Salim dulu!" kata bu Pipah.


"Gak mau bu,mereka jahat semua! mereka tidak merestui aku nikah sama kang Hatim!" kata Indri.


Sepertinya Hatim bener,dia harus di bawa ke rumah sakit jiwa! kata hati teh Dawa.


"Yah,bawa Indri ke mobil dulu yah!" bisik bu Pipah pada ayah Nono.


"Iya bu!"

__ADS_1


"Indri,gak ada yang ingin kamu bawa pulang kan?" tanya ayah Nono.


"Gak ada yah,kan nanti juga Indri balik lagi ke sini dan nikah sama kang Hatim dan tinggal di sini!" kata Indri dengan penuh keyakinan.


"Ya sudah,ayo kita ke mobil!" kata ayah Nono dan menuntun Indri menuju mereka memarkirkan mobilnya.


"Ustadzah,kami minta maaf yang sebesar besarnya ya,Indri tidak sopan!" kata bu Pipah.


"Iya gak papa bu,saya maklum kok,kan Indri lagi sakit!" kata teh Zahra.


Sakit jiwa maksudnya! kata hati teh Zahra menyambung kalimat lisannya.


"Iya Ustadzah,sekali lagi saya minta maaf ya,tolong sampaikan juga sama Ustadz Hatim,saya sekeluarga minta maaf!" kata bu Pipah.


"Iya bu,nanti saya sampaikan!" kata teh Zahra.


"Ya sudah teh,saya permisi pulang dulu ya!" kata umi Pipah.


"Iya bu,hati hati di jalan,semoga selamat sampai tujuan!" kata teh Zahra.


"Amin aamiin!" kata bu Pipah.


"Assalamualaikum!" kata bu Pipah setelah bersalaman dengan teh Zahra.


"Waalaikumussalam!" jawab teh Zahra.


Bersambung..


*Maaf baru Up guys,Author nya sakit,tapi Alhamdulillah sekarang sudah agak mendingan walaupun sakit kepala sama pusingnya masih ada.....Author titip doa ya,semoga Author sehat selalu dan panjang umur..


Terima kasih..


🦚🦚🙏🙏*

__ADS_1


__ADS_2