Ustadz Muda

Ustadz Muda
#170


__ADS_3

"Bismillahirrahmaanirrohiim!" Ustadz Fahmi berniat ingin memulai mendeteksi.Duduk sila dengan kepala menunduk dan hati juga pikiran fokus ke satu titik kepada yang bisa di pinta tolong yaitu Allah.


"Aaaaaaaaa...............!" Tiba tiba terdengar suara Hana berteriak dari lantai atas.


"Hana!" kang Hatim langsung panik.


"Fah,istri gw kenapa Fah?" tanya kang Hatim dengan cemas.Namun Ustadz Fahmi tidak merespon kang Hatim.Ustadz Fahmi semakin fokus dengan bacaannya.


panik.Kang Hatim lari menaiki tangga untuk melihat istrinya.


Saat sampai di kamar,Hana sudah tepar pingsan di atas ranjang.


"Astaghfirullah Bi!" kang Hatim langsung menghampiri Hana yang tak sadarkan diri.


"Bi bangun bi!" kang Hatim menepuk pelan pipi Hana yang tertutup cadar agar Hana bangun.


Kang Hatim menggendong Hana.Dia membawa Hana ke mushola yang ada di bawah.


Kang Hatim melihat Ustadz Fahmi masih memejamkan matanya dengan bibir masih bergetar karena masih membaca apa yang dia tahu dan tidak kang Hatim tahu.


"Tim,buka lemari itu!" kata Ustadz Fahmi menunjuk lemari kristal yang penuh dengan kitab.


Dengan bingung,tapi kang Hatim tetap menurut membuka lemari itu.


"Ambil kitab Al-Majmu jilid ke lima!" kata Ustadz Fahmi.


Lagi lagi kang Hatim turut dengan perintah Ustadz Fahmi.


"Buka halaman ke seratus tujuh belas!" perintah Ustadz Fahmi lagi.


Kang Hatim tidak,tidak nurut.


"Eh,kok ada rambut di sini!" kata kang Hatim dengan kaget karena di dalam kitab itu dalam halaman ke seratus tujuh belas.


"Nanti gw jawab,simpen dulu sini!" kata Ustadz Fahmi menepuk meja kaca dengan pelan.


Kang Hatim turut.


"Simpan lagi kitab itu!" Ustadz Fahmi.


"Sekarang ambil jilid ke dua dulu!" perintah Ustadz Fahmi dan kang Hatim dengan segera menuruti perintah Ustadz Fahmi tanpa bingung.


"Halaman berapa Fah?" tanya kang Hatim.


"Halaman seratus tujuh lima!" jawab Ustadz Fahmi.


Kang Hatim membuka kitab itu halaman ke seratus tujuh belas dan di sana ada sebuah kertas bertuliskan arab.


Kang Hatim mengambil kertas itu dan mencoba membaca tulisannya.


"Ini tulisan apa sih,gak jelas khobar dan mubtada nya,ini juga bukan termasuk kalimat isim,fi'il,juga bukan haraf!" kata Kang Hatim kembali bingung.


"Itu isim,tapi bukan isim nahwu,isim jimat! bisa aja itu bahasa jawa yang di tulis dengan tulisan arab! atau bahasa bahasa lain yang di tulis dengan tulisan arab! maka hati hati jika kamu ada yang beri kamu yang seperti itu,jangan asal nerima! sekalipun yang memberi benda itu kyai! kecuali kamu tahu artinya! Juga jika kamu nerima isim seperti itu,kamu tahu artinya! kata orang yang memberi itu si isim itu bisa di manfaatkan untuk mendatangkan rizki misal,nah kamu percaya! itu bisa musyrik! karena,yang memberi rizki itu hanya Allah,bukan isim itu!" kata Ustadz Fahmi panjang lebar.


"Oouh iya iya!" sambil menyimpan kertas itu dan juga menyimpan kitab itu.

__ADS_1


"Jilid awal Tim!" Ustadz Fahmi.


"Okey!" kang Hatim mengambil kitab itu dan langsung membuka halaman seratus tujuh lima.


"Kok gak ada apa apa Fah?" tanya kang Hatim karena di dalam kitab itu kosong tidak ada apa apa.


"So tau sih! siapa suruh buka halaman itu?" Ustadz Fahmi.


"Heheh,sorry sorry!" kata kang Hatim kembali menutup kitab itu.


"Halaman tiga puluh!" kata Ustadz Fahmi.


"Wah kotor Fah!" kata kang Hatim setelah membuka halaman tiga puluh dan halaman itu kotor dengan tanah merah.


"Tanahnya ambil Tim,simpan bersama teman temannya! itu tanah kuburan!" kata Ustadz Fahmi dan kang Hatim nurut.


Lalu kang Hatim menyimpan kitab itu,tapi tidak di tempat semula karena harus di bersihkan dulu.


"juz lima!" kata Ustadz Fahmi.


"Halaman dua belas!"


"Wih,ada foto istri gw Fah!" kata kang Hatim.


"Pake jilbab gak?" tanya Ustadz Fahmi.


"Pake lah,masa iya nggak!" jawab kang Hatim.


"Cadar?" tanya Ustadz Fahmi.


"Ya sudah gak apa,simpan dulu!" kata Ustadz Fahmi.


"Tapi dia gak pake cadar Fah!" kata kang Hatim.


"Gak papa!"


"Jangan lah,nanti lu tau wajah cantik istri gw! gw tau lu buaya dari dulu!" kata kang Hatim.


"Gw gak lihat,kamu bungkus aja! atau gak simpannya di balik!" kata Ustadz Fahmi.


Kang Hatim nurut karena ingin cepat selesai.


"Ambil juz sani! juz dua!" kata Ustadz Fahmi.


"Buka halaman empat!"


"Eh!" kang Hatim kaget.


"Ada apa?" tanya Ustadz Fahmi.


"Bangkai cicak!" jawab kang Hatim.


"Simpan sini!" kata Ustadz Fahmi.


Kang Hatim menyimpan bangkai cicak itu bersama barang temuannya yang lain.

__ADS_1


"Mungkin ini salah satu penyebab istri lu jadi eror Tim!" kata Ustadz Fahmi dan mengambil barang barang temuan itu.


"Ayo ikut!" kata Ustadz Fahmi yang menuju pintu ke luar.


Kang Hatim mengikuti Ustadz Fahmi.Namun,hati yang namanya hati susah untuk dipalingkan.Walaupun dirinya mengikuti Ustadz Fahmi tapi hatinya masih menemani istrinya yang masih tak sadarkan diri.


Setelah sampai di halaman rumah,Ustadz Fahmi menyimpan yang dia bawa di bagian yang tidak di kasih semen alias di atas tanah.


Kemudian Ustadz Fahmi mengeluarkan korek api dari saku bajunya.


"Punya bensin gak?" tanya Ustadz Fahmi.


"Bensin apa?"


"Bensin,minyak!"


"Gw ambil dulu!" kata kang Hatim dan pergi.


Kang Hatim mengambil bensin dari motornya dan langsung di serahkan ke Ustadz Fahmi.


Ustadz Fahmi menyiramkan bensin itu di atas barang barang dan langsung membakarnya.


"Bangunkan istrimu Tim!" kata Ustadz Fahmi setelah semua hangus terbakar.


"Bagaimana caranya?" tanya kang Hatim.


"Masa kamu gak tahu cara bangunin orang tidur!"


"Dia pingsan Fah,bukan tidur!" kata kang Hatim.


"Coba dulu!"


Haaah


kang Hatim membuang nafas panjang dan langsung pergi.


Ustadz Fahmi juga langsung pergi dari sana dan kembali bersama orang orang yang datang bersamanya.


Kang Hatim mencoba membangunkan Hana.


"Bi!" sambil memegang pundak Hana.


"Emh!" Hana bergerak.


"Bi?" tanya kang Hatim.


"Apa kang? jam berapa ini? apa sudah subuh?" tanya balik Hana sambil bangun dari posisi tidurnya.


"Alhamdulillah!" kata kang Hatim memeluk Hana.


"Temen akang udah pada pulang?" tanya Hana.


"Belum!" jawab kang Hatim.


"Loh,mereka nginep?" tanya Hana.

__ADS_1


"Nginep apanya,ini baru mau dzuhur bi! kamu yang ketiduran jadi amnesia!" jawab kang Hatim.....


__ADS_2