Ustadz Muda

Ustadz Muda
#52


__ADS_3

"Kang Hatim kenapa lama sekali sih?" Hana mulai kesal karena sudah hampir setengah jam dia menunggu Kang Hatim di mobil sendirian.


Hana melihat ada hand phone kang Hatim.Hana mengambil hand phone itu dan menyalakannya.


Hana menggeser layar hand phone itu dan ternyata tidak di kunci menggunakan pola atau pin atau sandi dan langsung muncul tulisan.


Kalau kamu kesal menunggu saya,pakai saja hand phone ini! isi tulisan itu.


"Yah,tahu begini kenapa aku gak dari tadi bukan hand phone ini?" Hana membuka aplikasi WhatsApp karena dia kepo ingin melihat dengan siapa saja kang Hatim chattan.


"Wah kok banyaknya grup ya?" ada banyak grup di WhatsApp kang Hatim.Ada grup Santri Nusantara ada grup alumni santri bahrul ulum ada grup Pecinta Habib Bahar (PHB) dan banyak lagi.


"Oooh,ternyata kang Hatim punya empat mini market,ternyata itu usahanya,eh Astaghfirullah!" Hana kaget karena kang Hatim mengetuk kaca mobil.


Cepat cepat membuka kunci mobil itu dan kang Hatim langsung masuk.


"Kamu sedang apa?" tanya kang Hatim yang melihat hand phone nya di pegang oleh Hana.


"Ah tidak papa,cuman lihat lihat aja!" sambil senyum senyum malu dan memberikan hand phone itu kembali ke kang Hatim.


"Pakai saja,maaf lama!"


"Iya gak papa!"


"Lapar gak?"

__ADS_1


"Lapar!" jawab Hana semangat.


"Ya sudah,kita makan dulu ya,setelah itu kita lanjutkan perjalanan!"


"Iya,tapi kita ini mau ke mana kang?"


"Pantai!"


"Apa? kenapa pantai?"


"Gak tahu,tiba tiba saya ingin ngajak kamu ke pantai,kenapa? gak mau?"


"Mau aja sih!"


Hanya lima menit dari mesjid dan akhirnya kang Hatim memarkirkan mobilnya di pinggir jalan di depan sebuah warteg.


"Gak papa,aku sudah lama gak makan di warteg!"


"Ah syukurlah,ya sudah,pakai dulu cadarnya!"


"Iya!" Hana langsung memakai cadarnya dan kang Hatim turun duluan untuk membukakan pintu tanpa di suruh.


"Terima kasih!" kata Hana sudah memakai cadarnya.


Kang Hatim meraih tangan Hana dan dia menggenggamnya dan berjalan ke arah warteg itu.

__ADS_1


Di balik cadar,Hana tersenyum gembira karena kang Hatim sudah agak tidak canggung lagi untuk memegang tangannya.


"Assalamualaikum bu!" kata kang Hatim.


"Waalaikum salam,eh kamu,sudah lama gak ke sini kemana saja? kemana teman teman kamu?" tanya ibu itu yang memang mengenal kang Hatim karena dulu sering makan di warteg ini bersama teman teman santrinya.


"Ah iya bu,kan saya sudah tidak di pesantren!"


Di samping warteg itu ada jalan gang yang sebenarnya gang itu menuju pesantren Bahrul Ulum tempat kang Hatim mondok dulu.


"Ooh gitu ya,pantas jarang keliatan!"


"Ah iya bu,teman teman saya suka ada yang ke sini bu?"


"Suka ada satu dua orang,gak seperti waktu ada kamu!"


"Ooh gitu ya!"


Ibu warteg itu menatap Hana yang hanya diam di samping kang Hatim.


"Oh iya bu,kenalkan ini Hana,istri saya!" kata kang Hatim.


"Owalah sudah menikah ternyata,salam kenal ya,nama ibu Uan,dulu Husni dan teman temannya suka makan di sini jika nasi di pesantren kurang!" kata bu Uan.


"Salam kenal juga bu,saya Hana!"

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2