Ustadz Muda

Ustadz Muda
#80


__ADS_3

"Alhamdulillah selesai juga,dan rasanya enak!" kata Hana setelah selesai memasak semur daging sapi kecap.Dia berhasil memasak itu dengan bantuan dari youtube.


"Sebentar lagi ashar,dari pada aku dan kang Hatim kelaparan seperti kemarin,mending aku panggil kang Hatim dan makan sekarang!" kata Hana dan bergegas ke luar rumah menuju ruang kerja kang Hatim.


Tok tok tok


"Assalamualaikum!" kata Hana setelah mengetuk pintu ruang kerja kang Hatim.


"Waalaikumussalam,masuk!" jawab kang Hatim dari dalam.


Hana pun segera masuk ke ruang kerja kang Hatim.Disana tidak ada siapa siapa,hanya ada kang Hatim di temani laptopnya.


"Ada apa?" tanya kang Hatim.


"Maaf ganggu,apa akang belum lapar? aku sudah masak dan siap untuk makan!" jawab Hana.


Kang Hatim tersenyum mendengar kalimat yang Hana ucapkan.Hana menjadi canggung kepada kang Hatim.


"Kamu sudah memaafkan saya?"


"Tidak kang!"


"Lah,kenapa? ingat ya,Allah saja maha pemaaf bagi para makhluknya yang berbuat dosa.Allah ialah dzat yang menciptakan kamu,saya,dunia,alam semesta dan semuanya,yang pantas untuk sombong maha pemaaf.Sedangkan kamu yang tidak punya apa apa di banding Allah,masa tidak mau memaafkan!"


"Aku tidak memaafkan akang karena akang gak salah,aku yang salah ,aku yang membuat akang kesal duluan!" kata Hana.

__ADS_1


"Wah wah wah,kamu salah,seharusnya saya mengerti kalau kamu butuh waktu banyak untuk siap siap,bukan malah marah marah.Jadi saya yang salah!"


"aku yang salah kang,maafkan aku!"


"Ya sudah,kita sama sama salah saja,ayo kita makan,saya sudah gak sabar ingin nyobain masakan kamu!" kata kang Hatim.


"Ayo kang!" jawab Hana dan merekapun pergi kembali ke rumah dengan bergandengan tangan dengan senyuman terukir di masing masing wajahnya.Sungguh indah rumah tangga seperti itu.Awalnya mereka saling menyalahkan,namun ketika memikirkan apa yang mereka alami dengan kepala dingin atau dengan tenang,akhirnya mereka bisa saling mengakui kesalahan masing masing hingga mereka berebut untuk memutuskan siapa yang salah.Tidak seperti orang lain yang selalu dan selalu ingin benar,tidak mau di salahkan.Cerita ini di ambil dari sifatnya baginda Nabi Muhammad bersama istrinya.


"Kamu masak apa?" tanya kang Hatim setelah sampai rumah sambil menundukkan kepala melihat wajah istrinya.


"Lihat saja nanti!" jawab Hana yang juga mendongak ke atas agar bisa melihat wajah suaminya.Kang Hatim menjawab kalimat Hana dengan senyuman manis.


Hana dan kang Hatim sudah duduk di kursi depan meja makan dengan berdampingan.Hana menyiapkan piring dan diisinya dengan nasi putih.


"Maaf ya,aku cuman masak ini,soalnya gak keburu!" kata Hana sambil menambahkan semur daging sapi kecap ke piring kang Hatim.


"Iya kang!"


"Ya sudah sini,saya mau coba masakan kamu,sepertinya ini enak!" kata kang Hatim dan melahap satu potong semur daging sapi kecap itu.


Hana menunggu ekspresi kang Hatim.Dan setelah memasukan sato potong daging,kang Hatim membulatkan matanya.


"Kenapa kang? gak enak ya?" tanya Hana dengan takut.


"Emh,enak kok enak!" jawab kang Hatim sambil terus mengunyah daging itu.

__ADS_1


"Wah,beneran kang?"


"Iya!"


"Ya sudah,aku juga mau makan!" kata Hana dan kembali menuangkan nasi dan daging itu ke piringnya.


Dengan semangat Hana memasukan satu potong daging sapi itu ke mulutnya.Dan ekspresinya sama seperti kang Hatim.Dia membulatkan mata.


"Ini keasinan kang!" kata Hana.


"Masa? enak kok ini!"


"Jangan bohong kang,ini asinnya bukan bohongan!" kata Hana.


"Nggak,ini enak!"


"Sudah sini kang,jangan di makan!" Hana merebut piring kang Hatim.


"Eh kenapa?"


"Saya gorengkan telur saja ya,ini buang saja!" kata Hana.


"Jangan,sini,ini gak akan terlalu terasa asin kalau di makannya sama nasi,jangan di buang,sayang!" kang Hatim membawa kembali piringnya ke hadapannya dan melanjutkan makan.


"Maaf ya?!" Hana merasa bersalah.

__ADS_1


"Iya,ayo makan!"


__ADS_2