Ustadz Muda

Ustadz Muda
back


__ADS_3

Suasana di pagi hari, tepatnya di rumah kediaman kang Hatim beserta seluruh anggota keluarga, yang mencakup Kang Hatim sendiri, Umma Hana, Royan dan tak lupa sang istri yaitu Nadirah, juga sang adik yaitu Zhafar beserta adik perempuan mereka yaitu Athifah.


Cukup berbeda dari hari-hari sebelumnya ,kini keluarga kecil kang Hatim lumayan tegang, saat makanpun tidak ada yang membuka obrolan. Semuanya hanya fokus dengan kegiatan masing-masing. Apalagi Zhafar yang mungkin dirinya merasa masih sangat bersalah. sehingga dia tidak berani mengangkat wajahnya walaupun hanya untuk menatap kang Hatim dan umma Hana apalagi Royan.


"Umma Hari ini akang ada pertemuan dengan para pimpinan pesantren lain, tolong siapkan keperluannya ya! biasa aja! bawa apa-apa kok!" ucap kang Hatim setelah selesai makan dan sebelum beranjak dari meja makan.


"kok mendadak sih ?" tanya Umma Hana.


"Gak dadakan sih, emang udah ada rencana dari semalam! cuman akang baru kasih tahu kamu aja, soalnya mau dikasih tau semalan, kan udah tidur!" jawab kang Hatim.


"Hheh, maaf ya!"


"Gak papa kok! Lagian emang sudah malam juga akang dapet kabarnya!" jawab kang Hatim.

__ADS_1


"Yasudah, akang siap siap saja dulu! Umma siapkan keperluan nya!" ujar umma Hana.


"Baiklah, makasih ya! " ucap kang Hatim dan di balas anggukan dengan senyuman oleh istri tercinta.


Nadhirah merasa kagum sendiri melihat keharmonisan kedua mertuanya itu. Dia berharap dirinya juga akan bisa seperti itu dengan Royyan saat sudah tua nanti.


"Anak anak, kalian selesaikan saja sarapannya ya! umma mau ke kamar dulu, bantuin ama kalian!" kata umma Hana pamitan sebelum beranjak dari meja makan mengikuti suaminya.


"Baik umma!" jawab Athifah mewakili saudaranya yang lain.


"Ah? Apa? " tanya Zhafar yang baru sadar bahwa dia di tanya oleh adiknya.


"Ish, kang Zhafar sakit?" Athifah mengulangi pertanyaannya.

__ADS_1


"Nggak! Gak kok gak sakit!" jawab Zhafar.


"Athifah, kamu mau kuliah kan?" tanya Royyan.


"Iya kang, ini mau berangkat!" jawab Athifah.


"Ya sudah, cepat sana berangkat! tar kesiangan lagi! Udah punya bekel?" tanya Royyan.


"Ada, tapi kalau kang Royyan mau nambahin ya gak akan di tolak sih!" jawab Athifah.


"Gak! udah sana berangkat! hati hati di jalan! belajar yang bener! jangan deket deket sama laki laki! guru sekalipun!" kata Royyan.


"Na'am na'am! Ya sudah, aku pergi dulu ya!" Athifah mencium tangan kakak kakaknya sebelum berangkat.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum!" kata Athifah dan langsung di jawab oleh kakak kakaknya.


"Aku adalah anak pertama dari seorang ustadz muda bernama Muhammad Hatim Husni Abdurrahman dan Umma Farhana Sri Cempaka Indah! Ama emang turunan kyai, mau itu dari nashab nenek ataupun kakek, tapi tidak dengan umma, umma turunan pengusaha! walaupun ada sih keluarga umma yang menjadi ulama! Umma melahirkanku saat umurnya baru mau menginjak dua puluh tahun! masih sangat muda! tapi umma sepertinya berhasil merawat dan membesarkan anak pertamanya, tapi tidak tau berhasil atau tidak beliau mendidiknya, bukan karena beliau tidak bisa dan tidak mampu, tapi anaknya yang bodoh! Kemudian di umurku yang ke tiga tahun, umma hamil lagi, waktu itu aku sangat senang mendengar kabar bahwa aku akan punya adik yang nantinya akan jadi teman main untukku! sampai adikku lahir saat usiaku sudah empat tahun! Dan sesuai harapanku, adikku lahir sebagai seorang laki laki, sampai sampai aku sangat menyayangi adikku itu!" Royyan berbicara menghadap Nadhirah istrinya. Dan Nadhirah juga menyimak apa yang di bicarakan suaminya.


__ADS_2