
"Banyak yang aku gak tahu tentang ayah dan ibu! Mau itu tentang pekerjaan mereka,tentang harta mereka,kebiasaan mereka,sikap mereka!" kata Hana setelah mendengar penjelasan dari bi Asih.
"Bahkan,saat ibu mengangkat Auni sebagai anak aja aku gak tahu! Terus saat ibu punya usaha baru aku juga gak tahu! Aku hanya tahu ibu itu membantu di perusahaan ayah aja!" kata Hana.
"Oleh karena itu,aku jadi bingung! Aku gak ngerti apa saja yang harus dilakukan!" kata Hana.
"Semoga saja kang Hatim bisa memulainya dari awal dan langsung mengerti dengan semuanya! Karena walaupun ada sekretaris Arjuna yang bisa melakukan semuanya,kita tidak bisa mempercayakan semuanya! Dia bukan siapa siapa,walaupun sekarang baik,tapi dia juga manusia suka ada khilafnya!'' ucap Hana.
"Kita jalani aja!" kata kang Hatim.
"Iya!'' Hana.
__ADS_1
Suasana dalam mobil masing masing sibuk dengan urusan masing masing.Seperti halnya bi Asih dan bi Ina mereka sibuk melihat ke kiri dan ke kanan jalan dan setelah itu mereka mengomentari apa yang mereka lihat menurut pandangan mereka masing masing.Mungkin emang hampir semua ibu ibu seperti itu saat di perjalanan sehingga mereka enggan untuk tidur demi hanya ingin menyaksikan sepanjang perjalanan dan takut tidak bisa melihat hal yang menarik saat matanya terpejam.
Beberapa jam berlalu menempuh perjalanan,sehingga gerbang indah milik pondok pesantren baitussalam sani itu terlihat dan Yogi berhenti di sana meminta agar gerbangnya di buka.
Namun,bukannya di buka,mang Ujang malah bengong melihat mobil kang Hatim tapi supirnya bukan kang Hatim.
Kang Hatim membuka kaca samping daan mengeluarkan kepalanya.
"Buka mang!" kata kang Hatim.
Yogi pun memasukkan mobilnya dan berhenti lagi saat berpapasan dengan mang Ujang.
__ADS_1
"Aku tunggu di rumah!" kata kang Hatim.
"Siap siap!" jawab mang Ujang dan Yogi pun kembali menjalankan mobilnya menuju depan rumah kang Hatim.
"Alhamdulillah,akhirnya sampai juga!" kata Hana kemudian bi Asih dan bi Ina juga mengucap hamdallah.
Kang Hatim dan Hana pun turun setelah dibukakan pintu oleh Yogi kemudian diikuti oleh bi Asih dan bi Ina.
"Pantes non Hana betah di sini! Tempatnya enak! Bersih,adem,beda gitu kerasa di hatinya juga! Tenang!" kata Ina langsung berkomentar.
"Iya bener kamu Ina,padahal tadi sangat panas gerah,tapi saat masuk gerbang langsung adem!" kana bi Asih.
__ADS_1
"Itu semua karena berkahnya tempat ini! Secara kan tempat ini insyaAllah tidak di pakai untuk maksiyat! Tapi tempat ini di pakai untuk menuntut ilmu! Dinyamankan dengan ilmu fikih,di bersihkan dengan tasawuf,di ademkan dengan Tauhid! Apa artinya? Arti dari disegarkan oleh ilmu fikih,karena fikih yang banyak membahas tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan! Terus di bersihkan dengan ilmu tasawuf,karena ilmu tasawuf banyak mengajarkan agar hati kita bersih! Tidak ada rasa benci sama orang lain,tidak ada prasangka buruk kepada orang lain,karena semuanya sama di hadapan Allah! Dan di ademkan dengan ilmu tauhid,karena dengan ilmu tauhid kita bisa tenang hidup! Tidak perlu memikirkan apa yang tidak harus kita fikirkan karena semua sudah ada jalannya Allah yang ngatur!" kata Hana hingga membuat kang Hatim bengong karena sebelumnya kang Hatim pun tidak pernah meikirkan hal yang Hana ucapkan.
"Ayo masuk!" kata kang Hatim dan membuka pintu yang tidak dikunci itu.