Ustadz Muda

Ustadz Muda
#47


__ADS_3

...WARNING!!!...


.......


.......


.......


.......


.......


...Pakai perasaan saat membaca episode ini!!!...


...🦚...


...🦚...


"Bu,aku sama kang Hatim pergi dulu ya!" kata Hana.


"Iya sayang,hati hati di jalan,jaga kesehatan,dan kamu sama suamimu harus sering sering main ke sini.Umur kami sudah tak muda lagi,takut nya ibu pergi saat tidak ada kamu di samping ibu!"


"Est,ibu jangan bicara begitu,Hana akan selalu doakan ibu supaya ibu panjang umur,sehat selalu dan banyak lagi doa Hana untuk Ibu!"

__ADS_1


"Iya Hana sayang,ibu yakin kamu selalu mendoakan ibumu,tadinya ibu ingin kalian tinggal di sini saja,namun ibu tahu suamimu pasti punya tanggung jawab di pesantren.Agar kamu menjadi istri yang sholehah,kamu harus ikut ke manapun suamimu mengajakmu!"


"Iya bu!"


Posisi Hana sedang duduk di lantai yang di alasi karpet dan yang lain duduk di atas kursi.Kepala Hana menatap wajah bu Nur dan tangannya memijat kaki bu Nur.


"Bangunlah!" kata bu Nur.


Hana pun bangun dan bergeser menjadi di bawah ayah Bima dan lagi lagi Hana memijat kaki ayah Bima.


"Ayah!"


Ayah Bima mencium pucuk kepala Hana dengan lembut.


"InsyaAllah!" jawab kang Hatim sambil tersenyum.


"Bangunlah!"


Hana bangun dan memeluk ayahnya.Kang Hatim hanya tersenyum melihat istrinya yang memang manja terhadap orang tuanya.


Sekarang giliran bu Nur yang Hana peluk.Bu Nur menangis di pelukan Hana.


Bu Nur

__ADS_1


Aku tidak sepenuhnya mengurus dan menjagamu Hana,kamu menetap di tempat pilihanmu yang memang tempat pilihanmu itu bagus.Kamu tumbuh dewasa tanpa bimbingan orang tua kandung mu.Kamu tumbuh dewasa dengan bimbingan orang tuamu di pesantren,tapi itu lebih baik dari pada ibumu yang mendidik mu dan ternyata didikan itu salah.


Ibu masih ingat bagaimana perjuangan ibu saat melahirkan mu,ibu masih ingat bagaimana rasa sakitnya saat melahirkanmu.Ibu masih ingat saat betapa repot nya ibu mengandung mu.Tapi semua itu terobati dengan suara tangis malaikat kecil yang keluar dari rahim ibu.Ayahmu langsung memangku mu dan mengumandangkan adzan di telinga kananmu dan qomat di telinga kirimu.Setelah itu ayahmu memberimu nama yang sangat indah.Farhana Sri Cempaka Indah itulah namamu.Sesuai dengan wajahmu yang indah dan cerah seperti bunga cempaka di taman.


Hana melepaskan pelukannya dan menatap wajah ibunya.


"Kenapa ibu nangis?" sambil mengelap air mata yang membasahi pipi ibunya dengan kedua jempol tangannya.


"Ah gak papa kok,ibu hanya terharu saja!" bu Nur mencium kening Hana dengan lembut.


"Ya sudah,aku pergi ya bu!"


"Ayo ibu antar ke depan!"


Merekapun pergi ke depan.Kang Hatim dan ayah Bima memasukan dus dus berisi bahan makanan dan sayur sayuran untuk di pesantren pemberian ayah Bima dan bu Nur ke bagasi.


Tangan Hana dan bu Nur masih bergandengan.


"Ayo Hana!" ajak kang Hatim.


"Ya sudah,bu,yah,Hana pamit dulu ya,jaga diri kalian baik baik.InsyaAllah Hana dan kang Hatim akan sering sering kesini!"


"Iya Hana!" Hana pun mencium tangan kedua orang tuanya dan langsung masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2