
Kang Hatim turun dari panggung dan kembali ke rumah dan tetap di kawal oleh banser padahal dari panggung ke rumah hanya berjarak tujuh meter.
Ibu ibu juga langssung menggosipkan kang Hatim menilai cermah kang Hatim menurut mereka masing masing.
Masuk ke rumah,kang Hatim langsung kembali mencium tangan Ustadz Asep.
"Cermah yang bagus!" kata Ustdaz Asep dengan bangga.
"Bagus apanya bah! Gugup!" kata kang Hatim.
"Eh biasa mimiti mah sok kitu! Ke ge lamun mineung mah moal!" kata Ustadz Asep.
"Ustadz,mari kita makan dulu!" kata pak Nono.
"Ah silahkan pak,saya masih kenyang!" kata kang Hatim.
"Bohong! Gak mungkin kenyang! Beres ceramah mah sok lapar! komo gemper!" kata Ustadz Asep.
"Ah abah,jangan membocorkan rahasia bah!" kata kang Hatim dan semua tertawa.
"Ayo ayo,abah juga belum makan!" kata Ustadz Asep.Kang Hatim pun nurut untuk mengikuti Ustadz Asep perasmanan makan bersama.
Bu Pipah dan Indri juga mengajak umi,Hana dan kakak kakak kang Hatim juga makan bersama.Kang Roni bersama santri Baitussalam Awal juga sudah turun panggung dan sudah menutup acara dan ikut makan bersama.
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu tengah malam dan para Ustadz Ustadzah itu masih asik mengobrol.
"Ustadz,Hatim ini sudah terlalu malam! Sepertinya abah akan pulang duluan!" kata Ustadz Asep mengakhiri percakapan.
__ADS_1
"Gak nginep aja Bah?" tanya pak Nono.
"Aduh gak dulu deh! Yang di rumah pasti nungguin! Soalnya walau sudah jadi panganten Bari,hati nya masih semangat pengantin baru!" jawab Ustadz Asep membuat orang lain tertawa.
"Teruskan perjuanganmu dakwahmu Ustadz Hatim!" kata abah Asep sambil berpelukan dengan kang Hatim.
"InsyaAllah bah,doakan saja selalu!" kata kang Hatim.
"Kamu juga jangan lupa gak doakan abah!" kata Ustadz Asep.
"InsyaAllah abah!" kata kang Hatim dan kemudian Ustadz Asep mencium kening kang Hatim dengan tulus.Kemudian kang Hatim mencium tangan Ustadz Asep di bulak balik.
Kemudian abah Asep bersalaman dengan ustadz setempat dan tidak lupa bersama pak Nono dan dengan suami Indri dan tidak lupa bersalaman dengan kakak kakak ipar kang Hatim juga kepada santriawan Baitussalam awal.
Ustadz Asep Mubarok pun pergi beserta tiga orang yang menemanina.Banser juga sebagian sudah pergi tinggal sebagian.
"Ayo Hatim!" jawab umi Nurul.
"Ya sudah,ayo kita pulang aja Tim!" kata teh Zahra.
"Ayo teh!" kata kang Hatim."Pak Nono,bu Pipah,Indri,mas,terima kasih ya sudah mau mengundang kami!" sambung kang Hatim.
"Aduh ustadz,saya yang terima kasih sudah mau di undang ke sini! Sudah mau ngisi acara di sini!" kata pak Nono.
"Kalau gitu sama sama pak! Maaf ya,jika kurang memuaskan!" kata kang Hatim.
"Bukan memuaskan lagi Ustadz! Ceramah Ustadz sangat memuaskan! Apa yang Ustadz sampaikan sangat jelas dan tersusun! Keterangannya lengkap sanadnya juga lengkap! Terima kasih banyak Ustadz!" kata pak Nono.
__ADS_1
"Alhamdulillah kalau gitu pak!" kata kang Hatim.
"Juga kami mhon maaf Ustadz,jika banyaknya kekurangan! Mau itu dalam hal penyambutam,dalam hal jamuan,atau pun dalam sikap apapun!" kata pak Nono.
"Ehh,cukup cukup pak! Semuanya tidak ada yang kurang!"
"Alhamdulillah kalau gitu!"
"Kalau gitu,kami mau pamit pulang dulu ya pak! Sudah malam juga!" kata kang Hatim.
"Kenapa gak nginep aja?!" tanya pak Nono.
"Khawatir sama anak anak pak! Gak ada yang ngajar! Gakada yang jaga juga di sana!" jawab kang Hatim.
"Ya sudah kalau gitu! sekali lagi terima kasih!" kataa pak Nono.
"Iya sama sama pak!" kang Hatim bersalaman dengan pak Nono dan saat bersalaman pak Nono menempelkan amplop di tangan kang Hatim.
"eh apa ini pak?" tanya kang Hatim.
"Sedikit kang Ustadz,lumayan buat beli popok si dede!" kata pak Nono.
"Aduh,gak usah repot repot pak! Gak enak!" kata kang Hatim.
"Eh gak repot! Cuman sedikit kok!" kata pak Nono.
"Ah ya sudah terima kasih pak! Semoga di bales dengan yang lebih lebih pak!" kata kang Hatim.
__ADS_1
"Aamiin aamiin!" kata pak Nono.Mereka bersalaman saling mendoakan satu sama lain sebelum pulang.