
Sesampainya di pesantren yang Zulfi inginkan,yaitu pesantren Miftahurrahmah mereka langsung di sambut oleh santri di sana dan di antar ke rumah pimpinan pesantren itu.
Namun teh Alvi,kang Rahmat,kang Roni,juga Tufiq merasa aneh kecuali kang Hatim dan Hana.Para santri putra di sana menyapa Zulfi seolah olah sudah mengenal Zulfi.
FlashBack...
Kang Hatim baru pulang dari mesjid setelah sholat isya berjamaah.
"Ini kopinya kang!" Hana menyajikan secangkir kopi.
"Makasih sayang!" kata kang Hatim sambil tersenyum manis kepada istrinya.Hana juga tersenyum manis menjawab kalimat kang Hatim.
"Zulfi punya masalah apa kang?" tanya Hana.
"Ih kepo!" kang Hatim tertawa.
"Eh,maaf maaf!" kata Hana dengan malu.
"Ternyata selama ini Zulfi gak mondok di nurul qur'an!" ujar kang Hatim.
"Lah,terus di mana?" tanya Hana.
"Di Miftahurrahmah!" jawab kang Hatim.
"Mifathurrahmah di mana?" tanya Hana.
"Masih di tasik,cuman kalau gak salah beda wilayah!" jawab kang Hatim.
"Berarti Taufiq juga gak di Nurul qur'an?" tanya Hana.
"Kan dari lulus SD,Taufiq masuk pesantren khusus ilmu alat atau ilmu nahwu! Dia bersama adiknya yaitu Kultsum! tau?" kang Hatim.
"Tahu nama aja sih,belum pernah liat orangnya!" jawab Hana.
"Kultsum masih berusia dua belas tahun kalau gak salah,sifatnya nurun dari nenek dari ayahnya maksud akang ibu dari kang Rahmat,pendiem,pemalu! Dia jarang pulang dari pondoknya! paling pulang enam bulan sekali dan itupun paling hanya seminggu di sini! langsung berangkat lagi!" jelas kang Hatim.
"Oouh,di mana kang pesantrennya?" tanya Hana.
__ADS_1
"Di Bogor!" jawab kang Hatim.
"Berati saat Taufiq pindah ke pesantren Tasik Kultsum sendirian dong di Bogor!" kata Hana.
"Iya,tapi pasti dia bisa! dia tekun! tidak peduli orang berkata apa,yang penting dia tidak mengganggu orang lain dan tingkahnya benar dia tidak akan peduli dengan hal lain! yang di utamakan adalah ilmu!" kata kang Hatim.
"Kalau akang waktu mondok gitu gak?" tanya Hana.
"Nggak! akang suka main mulu! main bola di sawah kering! kan akang mondok kurang lebih lima belas tahun lah,dari kecil! nah di saat umur sudah tujuh belas delapan belas,ngaji mulai gak fokus!" jawab kang Hatim.
"Kenapa? tergoda sama perempuan ya?" tanya Hana.
"Iya,kamu bener! di usia segitu sudah ada rasa ingin nikah gitu!" jawab kang Hatim.
"Akang pernah pacaran gak?" tanya Hana.
"Ya walaupun akang santri ya,kan setiap pesantren di mana kang menuntut ilmu,pasti akang paling tampan! Kecuali di Cirebon! ada yang lebih ganteng dari akang! namanya mas Husein! ya tapi gak beda jauh lah,dia seratus persen,akang sembilan puluh sembilan koma sembilan sembilan persen! gantengnya cuman beda satu persen ganteng mas Husein!"
"Kang,aku nanya! akang pernah pacaran gak? aku gak nanya mau akang ganteng atau tidak!" kata Hana.
"Oouh maaf,ya walaupun akang santri,walaupun ada ayat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang berbunyi
Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.Kan santri juga manusia pasti di beri rasa cinta,di beri rasa kasih sayang oleh Allah! walaupun mungkin tidak pernah ketemuan,tidak pernah ngobrol langsung hanya surat di atas kertas putih yang di lempar melintasi hijab pembatas!"
"Romantis!" ejek Hana yang mungkin dalam hatinya ada rasa cemburu.
"Sekarang kamu tahu,suami mu ini romantis dari dulu!" kata kang Hatim.
"Romantisnya tapi sama orang lain! bukan sama istri sendiri!" kata Hana.
"Lah,setiap hari akang romantis bi,kamu aja yang gak peka!" kata kang Hatim.
"Bukan gak peka,emang gak pernah ngerasain!" kata Hana.
"Ah,susah emang kalau punya istri gak peka!"
"Mau ganti istri?" sindir Hana.
__ADS_1
"Iya!" jawab kang Hatim.
"Tuh kan,ya sudah aku mau pergi!" kata Hana dan berdiri dari duduknya.
"Eh,tunggu dulu,akang belum selesai bicara! maksud akang iya nggak lah,kan sudah punya kamu yang sudah paling sempurna di dalam hidupku!" kata kang Hatim membuat Hana yang tadinya sudah mau marah marah dan pasti sambil menangis menjadi tersenyum malu dengan kalimat istrinya.
"Duduk dulu,akang belum selesai bercerita!" kata kang Hatim dan Hana pun duduk kembali.
"Saat Zulfi tahu bahwa Taufiq akan pindah pesantren di mana dia mondok,dia juga buru buru pindah dari miftahurrahmah kembali ke nurul qur'an! dia takut kalau saat ibunya mengantar Taufiq,dia tidak ada di pesantren itu! ternyata setelah dua bulan di sana,lingkungannya tidak cocok dengannya sehingga dia tidak betah di pondok itu!" kata kang Hatim.
"Terus gimana?" tanya Hana.
"Iya,jadi pas di suruh berangkat lagi sama teh Dawa,dia gak mau! karena dia inginnya ke pondok yang dia mau!" jawab kang Hatim.
"Kenapa dia gak bicara sama teh Dawa?" tanya Hana.
"Dia tahu bahwa yang dia lakukan salah! dan dia takut kalau ngomong sama teh Dawa bakal di marahi!" jawab kang Hatim.
"Kalau di lihat dari cerita tadi,berarti akang tadi siang berbicara pada umi dan teh Dawa,berarti akang berbohong!" kata Hana.
"Bukan maksud untuk berbohong,namun untuk melindungi si Zulfi,kalau akang menceritakan yang sebenarnya saat itu juga,Zulfi tetep akan di marahi!" kang Hatim.
"Tapi kang,tetep ibu bohong,nanti umi akan bercerita pada teh Zahra,umi jadi berbohong! teh Zahra bercerita pasa suaminya! berbohong lagi!"
"Nanti setelah Zulfi berangkat dan Taufiq juga berangkat akang akan ceritakan yang sebenarnya!" kang Hatim.
"Tapi kang..."
"Akang ngantuk bi,tidur aja yu?" ajak kang Hatim.
"Ah ya sudah!" jawab Hana.
FlashBack off
*jangan bilang kurang panjang,biasanya Author up paling banyak 700 kata,tapi ini sampai hampir 900 kata...
__ADS_1
salam...