Ustadz Muda

Ustadz Muda
#117


__ADS_3

"Masuk!" kata kang Hatim.


Para santri itupun masuk dengan berjalan dengan kepala menunduk walau sebenarnya,umur mang Rudi,mang Giri dan mang Alon itu umurnya tiga tahun lebih tua dari pada kang Hatim.


"Duduk dulu,mau kopi?" tanya kang Hatim.


"Ah gak usah repot repot kang!" kata mang Giri mewakili teman temannya.


"Bi,buatkan kopi ya!" kata kang Hatim.


"Iya kang!" jawab Hana dan langsung pergi ke dapur.


"Saya butuh bantuan kalian,kalian bisa bantu kan?" tanya kang Hatim.


"InsyaAllah kang,kalau kami bisa kami akan bantu!" jawab mang Giri.


"Gini,kan lusa saya mau ngadain resepsi pernikahan,nah saya mau minta tolong kalian agar menyebarkan undangan ini!" kata kang Hatim.


"Ooooh,iya kang!" kata mang Giri.


"Siapa saja yang punya SIM mobil?" tanya kang Hatim.


"Saya,mang Rudi dan Suki!" jawab mang Giri.


"Nah,berarti mang Giri,mang Rudi sama Suki bagian yang jauh! gak papa? nanti pakai mobil kakak kakak saya saja!" kata kang Hatim.


"Ah iya kang gak papa!" kata mang Giri.


"Asep sama mang Alon bagian yang deket deket,yang bisa di jangkau pakai motor!" kata kang Hatim.


"Iya siap kang!" kata mang Alon.

__ADS_1


"Nih,saya sudah pisah pisahkan mana bagian mang Alon,bagian mang Giri dan yang lain!" kata kang Hatim.


"Mang Giri siap ke cianjur,ke bandung,sama ke ciwidey?" tanya kang Hatim sambil memberikan empat gepok undangan.


"Siap kang!" jawab mang Giri.


"Nah ini undangannya,alamatnya juga sudah di situ,ke sananya pakai mobil saya aja yang avanza! nanti saya berikan kuncinya!" kata kang Hatim.


"Siap kang!" jawab mang Giri.


"Mang Rudi bagian ke jakarta dan sekitarnya,nanti alamatnya juga ada di sana ya! siap?" tanya kang Hatim sambil memberikan segepok kertas undangan.


"Siap kang!" jawab mang Rudi.


"Mobilnya,nanti saya pinjamkan yang kijang,yang inventaris Baitussalam sani!" kata kang Hatim.


"Iya kang!" jawab mang Rudi.


"Baik kang!" jawab Suki.


"Nanti mobilnya kamu pinjam yang inventaris Baitussalam awal ya,yang di teh Alvi,tapi jangan pakai yang teh Alvi!" kata kang Hatim.


"Iya kang!" jawab Suki.


"Nah,Asep sama mang Alon bagian ini,alamatnya ada di setiap kertas undangan! nanti motornya pakai punya saya dan punya Zulfi,nanti saya pinjamkan!" kata kang Hatim.


"Iya kang!" jawab Asep.


"Ini kopinya kang!" kata Hana dan menyimpan enam gelas kopi di meja.


"Terima kasih teh!" kata mang Giri sambil manggut sopan diikuti yang lain.

__ADS_1


"Sama sama!" jawab Hana dan kembali ke dapur.


"Nah,ini untuk bensinnya!" kang Hatim memberikan mang Rudi,mang Giri,dan Suki masing masing dua ratus ribu dan pada Asep dan mang Alon seratus ribu.


"Dan ini untuk rokok kalian!" kata kang Hatim memberikan mereka masing masing seratus ribu.


"Ah gak usah kang!" kata mang Giri.


"Gak papa,ambil saja!" kata kang Hatim.


"Ah terima kasih kang!" jawab mang Giri mewakili yang lain.


"Minum dulu kopinya,saya mau ngambil kunci mobil dan motor dulu!" kata kang Hatim.


"Iya kang!" jawab mang Giri.


Kang Hatim pun pergi pun pergi untuk mengambil kunci mobil dan kunci motor miliknya.


Bersambung..


Promosi guys.....


Baca ya....Novel seru dan menarik berjudul Tanpa RasaπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡



Menceritakan kisah yang sangat menarik (cerita singkat tapi melekat)πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡



Baca ya.....πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†

__ADS_1


__ADS_2