Ustadz Muda

Ustadz Muda
Gemes


__ADS_3

Zhaffar benar benar menjalankan hukuman seperti yang di perintahkan oleh kakaknya. Dia berusaha ikhlas dan pasrah menjalani hukuman karena itu juga kesalahannya sendiri yang membuat kesalahan. Walaupun dengan air mata yang terus menetes, Zhaffar mencuci piring bekas makan sekeluarga.


Royyan mengajak istrinya ke dalam untuk berkemas menyiapkan barang Royyan apa saja yang mau di bawa pindah rumah.


"Beneran mau berangkat hari ini?" tanya Nadhiirah.


"Emangnya kenapa gitu?" tanya balik Royyan.


"Kan adik akang mau nikah juga! Masa mau di tinggalin ama sama umma nya! Takutnya mereka butuh bantuan kita! Atau setidaknya bantuan kamu kang! Tapi aku juga ikut bantu sih kalau dibutuhin!" jawab Nadhiirah.


"Emangnya kamu yakin, Zhaffar akan dinikahkan?"


"Iya lah, masa nggak? Kan itu hukuman kang! Tadi kata akang sendiri,harus tanggung jawab!"


"Lah iya tak iya juga ya!" Royyan diam berpikir sejenak memikirkan apa yang di ucapkan Nadhiirah.


"Memangnya kamu gak papa?" tanya Royyan.


"Gak papa apanya? Aku kenapa emang?"


"Kan rencana malam ini nginep di rumah kamu!"


"Ooh gak papa lah, kan bisa lain kali, setelah semuanya beres! InsyaAllah!"


"Ya sudah deh kalau gitu, kita ke Najmuddin setelah beres urusan Zhaffar, lalu setelahnya kita ke Jakarta! Jadi pimpinan baitul qur'an!"

__ADS_1


"Pesantren tahfidz ya?"


"Iya, ooooh pantesan ama jodohin saya sama kamu! Kan kamu hafidzah! Ah cocok! Terbaik emang ama dan umma ini!" kata Royyan.


"Iih kang,gak gitu juga kali!"


"Aku yakin pasti begitu!"


"Gak tau ah, tapi emang ama itu sering ke Najmuddin! Sering di undang sama abah,sering juga datang sendiri tanpa di undang, namun jarang sama umma!"


"Oooh gitu, tapi kamu tau gak kalau kamu mau di jodohin?"


"Nggak! Aku baru di kasih tau sore sehari sebelum akang datang ke rumah!"


"Kamu gimana saat di beri tau akan di jodohkan?"


"Terus gimana? kok jadi mau?"


"Dibujuk sama abah, sama kak Nafiisah juga! Tapi tetep sih aku sama pendirian ku! gak mau! Terus kak Nafiisah nunjukkan foto kang Royyan! Wah seketika aku langsung mau di jodohin! Aku langsung semangat buat nikah! toh yang akan di jodohin jadi suami aku juga ganteng, terus putra ustadz,da'i terkenal!"


Kalimat yang Nadhiirah sampaikan membuat Royyan salah tingkah. Pipinya yang mulus putih menjadi agak merah.


"Kalau kang Royyan gimana?"


"Apanya?"

__ADS_1


"Saat mendengar mau di jodohkan?"


"Ya sama seperti kamu! Saya nolak!"


"Terus kenapa jadi mau? Apa kang Royyan lihat foto aku?"


"Ya karena saya gak berani membantah kata umma dan ama,jadi saya nurut! Bukan karena lihat foto kamu! Saat kamu buka cadar sebelum ijab qobul, itu pertama banget saya melihat wajahmu, yang wah masyaAllah cantiknya, imutnya, melebihi bidadari surga!"


Nadhiirah juga di buat salah tingkah karena malu mendengar kalimat suaminya.


"Mau kan, kamu jadi bidadari surga ku?"


"Semoga ya!"


"Aamiin!"


"Lucu ih!" Royyan mencubit hidung Nadhiirah gemes.


"Ya Allah akang! Ih kaget!"


"Masa gitu aja kaget sih!"


"Kan barusan lagi gak fokus ih!"


"Lagian kenapa gak fokus!"

__ADS_1


"Gak tau ah!"


"Ah makin lucuuuu!" Royyan malah mencubit pipi Nadhiirah dan menggoyang goyangkannya ke kiri dan kanan,pelan sih menurut dia. Semoga tidak dilaporkan KDRT oleh Nadhiirah ya Royyan....


__ADS_2