Ustadz Muda

Ustadz Muda
#144


__ADS_3

Semakin malam,semakin penuh pula area pesantren Baitussalam sani.Mereka ikut berteriak teriak mengikuti para vokalis Az-Zahir bersholawat dengan di pimpin langsung oleh Al-Habib Ali Zainal.Abidin.


Kang Hatim dan Hana keluar rumah.Hana memakai baju putih dengan pelat bendera palestina.



Kang Hatim juga memakai baju warna putih yang juga ada bendera palestina nya.Kang Hatim juga memakai imamah seperti tadi siang.



*Contoh baju yang di pakai kang Hatim...


Kang Hatim dan Hana langsung menuju ke pelaminan di kawal oleh para banser ulama ulama agar di beri jalan oleh para mustami dan bisa sampai ke pelaminan dengan aman dan nyaman.


"Capek ya jadi orang terkenal!" kata kang Hatim setelah duduk di atas kursi yang ada di pelaminan.


"Orang terkenal? apa maksudnya?" tanya Hana.

__ADS_1


"Nanti kamu lihat pas Al-Habib atau Abuya atau ulama ulama yang lain mau naik podium! pasti akan susah karena semua orang akan berdesakan demi bisa melihat wajah sang ulama,sangat sangat beruntung bagi mereka bisa melihat wajah para ulama,para habaib habaib dari dekat,apalagi kalau sampai bisa mencium tangan!" jawab kang Hatim menjelaskan.


"Tapi tadi,pas kita lewat di antara para jemaah gak ada yang berdesakan ingin bersalaman dengan kita!" kata Hana.


"Ada beberapa faktor penyebab hal itu terjadi! pertama karena kita di kawal oleh banser yang badannya besar besar! kedua karena mereka sedang fokus ke podium! Bahkan jika yang akan naik ke podium atau yang lewat ganteng,para jamaah perempuan suka teriak teriak jerit jerit! i love you lah,i miss you lah,atau apalah! dan yang paling utama penyabab para jamaah tidak berdesakan ingin cium tangan akang dan tidak berteriak saat akang melihat karena kang tidak terkenal! Tapi kalau ganteng sih,kayanya Yan Lucky masih bisa di kalahkan!" kata kang Hatim sambil tertawa kecil.


"Siapa Yan Lucky?" tanya Hana.


"Vokalis Az-Zahir!" jawab kang Hatim.


"Kang,tadi saat kita melewati para jamaah laki laki,ada banyak yang teriak ukhti ukhti!" kata Hana.


"Eeh,gak boleh gitu!" kata Hana.


"Akang maklum sih,karena dulu waktu akang sering majlisan kaya gini akang juga begitu!" kata kang Hatim sambil sedikit tertawa.


"Lah,ternyata genit juga ya!" kata Hana.

__ADS_1


"Kamu juga bi!" kata kang Hatim.


"Aku? genit apa?" tanya Hana.


"Para jamaah laki laki teriak teriak manggil manggil kamu juga gara gara kamu!" jawab kang Hatim.


"Kok gara gara aku kang? kan aku gak ngelakukin apa apa!" tanya Hana dengan bingung.


"Iya,emang kamu gak ngelakuin apa apa! tapi Allah yang menciptakanmu yang telah melakukannya!" jawab kang Hatim.


"Apaah sih,muter muter ngomongnya! aku pusing!" kata Hana.


"Allah telah menciptakan wajah cantik dan imut itu untukmu sehingga membuat para kaum Adam tergoda dengan wajah cantik nan imut itu!" kata kang Hatim dan membuat Hana tersenyum tersipu malu di balik cadarnya dan kang Hatim mendapatkan cubitan yang lumayan menyakitkan.


"Sakit bi!" kata kang Hatim sambil mengusap usap pahanya yang mungkin akan memerah akibat cubitan yang ia dapatkan dari Hana.


"Gak nanya!" kata Hana.

__ADS_1


"Love you Farhana!" kata kang Hatim dan Hana malah memalingkan muka malu dan senangnya.


__ADS_2