Ustadz Muda

Ustadz Muda
#177


__ADS_3

Pagi pagi seperti biasa kang Hatim rutin membaca kitab fathul bari.Sedangkan Hana sedang sibuk di dapur memasak untuk dia sarapan dan untuk suaminya.


Fisiknya memang sibuk memasak,tapi hati dan pikirannya melayang memikirkan hal yang sudah terjadi.


Apa mungkin Indri yang meneror ku?


Tidak mungkin,diakan sudah minta maaf waktu itu!


Eh,tapi siapa lagi kalau bukan dia,kan dia yang waktu itu ingin dinikahi kang Hatim sampai terang terangan minta ke kang Hatim,sampai orang tuanya juga datang untuk melamar kang Hatim.


Apa waktu itu aku egois ya? Indri sudah ngemis ngemis ingin dinikahi kang Hatim sampai minta ijin padaku,tapi aku gak ngijinin!


Apa aku salah ya,laki laki juga punya hak menikahi empat perempuan,dan perempuan yang ridho suaminya menikah lagi akan mendapat jaminan surga,tapi aku egois.


Astaghfirullah,aku mikir apa sih?!


"Garam nya gak terlalu banyak bi?" tanya kang Hatim yang sudah duduk di kursi meja makan sambil memperhatikan Hana masak.


Sudah tiga sendok makan Hana memasukkan garam ke dalam mangkok yang isinya telur hasil di kocok.


"Bi?" panggil kang Hatim.


"Bi!" panggil kang Hatim lagi lebih keras.


"Astaghfirullah!" kang Hatim berdiri menghampiri Hana yang masih belum sadar.


"Hubbi!" kang Hatim menepuk pundak Hana.


"Astaghfirullah,akang! apa apaan sih,buat orang kaget aja! kalau aku mati gara gara kaget gimana? atau sengaja ya,biar aku mati dan akang nikah lagi?" ujar Hana.

__ADS_1


"Astaghfirullahal'adzim Farhana Sri Cempaka Indah binti ayah Bima,kenapa pemahaman mu jauh sekali sayangku,maaf akang membuat kamu kaget,kamu dari tadi bengong,sudah akang panggil sampai tiga kali gak nyaut!" kata kang Hatim.


"Masa?"


"Pikiran kamu kenapa bi,kenapa kamu bicara seperti tadi,jujur akang tersinggung sama kamu bi!" kata kang Hatim.


"Maaf!" sambil menunduk seperti anak kecil di marahi ibunya.


"Kamu mau masak apa?" tanya kang Hatim.


"Maaf!" kata Hana.


"Kamu masak apa?" tanya kang Hatim lagi.


"Maaf!" kata Hana lagi.


"Maaf dulu!" kata Hana.


"Minta maaf yang bener!" kata kang Hatim.


"Maaf!" kata Hana lagi.


"Sini liatnya!" kata kang Hatim.


Hana mengangkat wajahnya dan melihat wajah kang Hatim.Kang Hatim membuat ekspresi wajah yang serius dan tegas.


"Aku minta maaf!" kata Hana dengan mata cerahnya yang seperti sudah berkaca kaca.


"Mau di maafkan?" tanya kang Hatim.

__ADS_1


"Iyaa!" jawab Hana.


"Cium dulu!" kata kang Hatim sambil menunjuk pipi kananya.


"Malu!" kata Hana.


"Ini suami kamu bi,masa malu! kamu tahu kan,jika seorang istri mencium suaminya,maka pahalanya,sama dengan mencium hajar aswad!" kata kang Hatim.


"Iya tahu!" jawab Hana.


"Kamu mau dapat ganjaran mencium hajar aswad? jika kamu mencium hajar aswad,salah satu manfaatnya kamu akan di ampuni dosa! nah sama seperti jika kamu mencium suamimu,kamu akan di hapus dosa!" kata kang Hatim.


Hana malah menunduk malu.


"Mau gak? untung loh kamu bi,bisa mendapat banyak pahala,asal kamu sering aja nyium suami mu!" kata kang Hatim.


"Aku mau masak telur dadar!" kata Hana mengalihkan pembicaraan.


"Mau pahala gak?" kang Hatim.


"Sudah kang ah,malu aku! terserah ah mau di maafin mau nggak juga,yang penting aku sudah minta maaf!" kata Hana dan kembali ke telur dadarnya.


"Astaghfirullah ya Allah,kenapa akang masukin garam banyak gini?" tanya Hana.


"Terserah lah!" kata kang Hatim dan langsung pergi.


"Kang,ini harus di apain! masa telur tiga garamnya segini!" kata Hana.


*ibu ibu setelah membaca episode ini langsung sering cium suaminya🤣

__ADS_1


__ADS_2