
Kang Hatim dan Hana sudah berada di rumah,mereka beristirahat setelah melakukan perjalanan dari pesantren ke lokasi.Banyak yang nyapa Royyan,makum si Royyan sangat tampan,lucu melebihi ayahnya.Jadi pantas jika langsung pada gemes pada Royyan.Ada juga yang ingin menggendong Zhaffar yang tak kalah lucunya seperti abangnya.
Kang Hatim dan Hana asik mengobrol dengan orang lain.Khusunya dengan shohibul bait yang punya rumah yang punya acara.Tiba tiba saat kang Hatim dan Hana sedang asik mengobrol,para banser para laskar kemballi sibuk.
"Ada apa?" tanya kang Hatim pada salah seorang yang ada di sana.
"Saya lihat dulu ustadz!" kata orang itu dan langsung berdiri berjalan menghampiri pintu.Dan sepertinya orang itu bertanya pada salah satu laskar.Setelah mendapat jawaban,dia kembali duduk di dekat kang Hatim.
"Ada Apa?" tanya kang Hatim lagi.
"Itu Ustadz,qori internasional sudah datang!"
"Qori? siapa? Kang Salman?"
"Bukan ustadz?"
"Kang Haji Mu'min?"
"Bukan juga Ustadz!"
"Kang Haji Sidiq?"
"Bukan juga Ustadz!"
"Terus,siapa?"
"Keponakan Ustadz Sendiri!"
__ADS_1
"Zulfi?"
"Iya,kang Ustadz Zulfi!"
"MasyaAllah,Zulfi itu baru nasional! Belum internasional! Tapi mudah mudahan jadi doa,zulfi bisa menjadi qori juara internasional!" kata kang Hatim.
"Oooh gitu ya UStadz! Aamin kalau gitu Ustadz! Semoga Allah kabulkan!"
Zulfi masuk ke rumah,bersalaman dengan penghuni rumah yang sebagian adalah para Ustadz di kampung,di desa itu.Kemudian sampai di depan kang Hatim.Zulfi duduk di depan kang hatim mencium tangannya dengan menunduk,kemudian Zulfi membuka peci nya sendiri.Kang Hatim mengerti dan langsung mengusap kepala Zulfi.Setelah itu,zulfi mencium tangan Royyan,Royyan juga mencium tangan zulfi setelahnya.
"Maya sini!" kata Hana yang melihat Maya yang ternyata ikut juga bersama Zulfi di belakang Zulfi dan malah bengong melihat keadaban kesopanan suaminya terhadap pamannya.
"Eh iya teh!" Maya langsung duduk di samping Hana dengan kemudian bersalaman dengan si ibu yang punya hajat.
"Loh,Maya ikut?" tanya kang Hatim.
"jangan jangan kalian sengaja? Ingin ikut karena tahu kami akan selokasi ya?" tanya Kang Hatim.
"Hheheh! Iya sih!" jawab Hana.
"Kok bisa sih? Akang aja gak tahu kalau malam ini sepanggung sama Zulfi!"
"Pasti istriku yang bocorin ke bibi man!" kata Zulfi.
"Ya sudah gak papa!" kata kang Hatim.
"Tau gak,aku tuh nunggu mobil paman lewat! Aku mau nebeng! Tapi gak lewat lewat! Pas di tanyain ke mang Ujang,katanya sudah berangkat!" kata zulfi.
__ADS_1
"Lah,makanya lain kali tuh ngomong!"
"Kan tadinya biar suprise!" kata Zulfi.
"Sprise suprise lah! Gak guna!"
Sementara kang Hatim dan Zulfi ngobrol,Hana dan Maya juga sibuk ngobrol.
"Zhaffar gak bangun bangun dari tadi! Dari udah maghrib dia tidur,sampai sekarang belum bangun juga! Padahal berisik! Terus tadi di gendong sana sini sama orang lain,eh tetep pulas tidurnya!" kata hana.
"Ya bagus lah teh! Kan jadi gak anteng! Walaupun kalau bangun juga anteng sih Zhaffar mah!" kata Maya.
"Bibi! jangan teh teh teh!" kata Zulfi.
"Iya iya! Abisnya kan udah nyaman begitu!"
"Gak papa kali,mau panggil teteh,mau panggil bibi,bahkan mau panggil nama pun gak papa!" kata Hana.
"Eh,gimana sih caranya biar punya anak anteng teh,eh bi? Kan enak tuh ke kitanya juga!"
"Iya sih,tapi sebentar lagi di bangunin! Harus minum susu!" kata Hana.
"Eh kenapa? Ya kalau tidur gak usah di bangunin lah teh,nanti aja minum susu nya kalau sudah bangun!"
"yeh,ya gak bisa begitu! bayi itu minimal dua jam sekali harus minum asi!" kata Hana.
"Oouh gitu ya?"
__ADS_1
"Iyaa!" jawab Hana.