
"Ama!" panggil Royyan.Kang Hatim Hana beserta anak anaknya sudah berada di dalam mobil untuk pulang ke pesantren karena sudah selesai ceramah.
"Iya?"
"aku boleh gak kalau mau seperti ama?" tanya Royyan.
"Seperti ama gimana? Tampan? Kan kamu lebih tampan dari ama nak!" kata kang Hatim.
"Bukan ama! Kalau itu Royyan udah gak perlu nanya! Royyan mau seperti ama itu pinter ceramah! Dan bisa buat orang lain tertawa yang artinya orang lain itu bahagia! Sedangkan,Royyan pernah denger kata ama kalau buat orang lain bahagia itu adalah ibadah dan dapat pahala!"
"Pintar kamu!" kata kang Hatim mengusap kepala putranya yang sangat lancar berbicara.
"Bisa gak sih ama,Royyan seperti ama?" tanya Royyan.
"Bisa dong! Tapi ada syaratnya!"
"Apa syaratnya ama?"
"Syaratnya harus mau capek!"
"Capek apa?" tanya Royyan.
"Pertama,harus mau capek nulis! Kedua harus capek baca baca! Ketiga harus capek mendengarkan! harus capek keluar biaya! Harus capek miskin! Harus capek berjuang!"
"Ooouh gitu!"
"Kemudian kamu harus menajalan lima P!"
"Lima P itu apa ama?"
"Pantangan! Harus menjauhi lima pantangan!"
__ADS_1
"Apa saja ama?"
"Tanyakan sama umma kamu coba! Tau gak dia!"
"Umma,lima pantangan itu apa aja?"
"Ah,umma gak tahu!" jawab Hana.
"Emangnya belum di kasih tau?" tanya kang Hatim.
"Belum pernah!"
"Lupa mungkin!"
"Gak,gak mungkin lupa!"
"Ya sudah,ini nih lima pantangan! satu,pantang sia sia!! Dua pantang mengeluh! tiga pantang menjadi beban! Empat,pantang berkhianat! Lima pantang berkotor hati!"
"Jangan menyia nyiakan waktu! jangan menyia nyaiakan kesempatan! Selagi bisa digunakan untuk hal yang bermanfaat,Jangan berbuat waktu dan kesempatan yang ada digunakan untuk yang tidak berguna! Gunakan sebaik baiknya!" jawab kang Hatim.
"Kalau pantang mengeluh,pantang menjadi beban dan pantang berkhianat aku ngerti,tapi pantang berkotor hati itu gimana?" tanya Hana lagi.
"Berburuk sangka itu kotor hati! Memikirkan hal yang kotor,itu juga kotor hati! Membenci orang lain itu juga kotor hati,punya rasa dendam itu juga kotor hati! Dan itu semua tidak boleh dilaksanakan! Harus diajuhi!"
"Kamu ngerti sayang?" tanya Hana.
"InsyaAllah Royyan mengerti umma! Terima kasih ama1 Royyan akan berusaha melaksanakan syarat yang tadi ama katakan dan akan menjauhi lima pantangannya!"
"Harus,kamu harus melaksanakan itu semua!" kata kang Hatim.
"Ama! Royyan mau tanya lagi boleh gak?" tanya Royyan.
__ADS_1
"Apa lagi? Tidur aja lah,jangan tanya tanya mulu!" kata kang Hatim.
"Tapi Royyan gak ngantuk! Royyan mau tidur nanti di rumah saja!" kata Royyan.
"Ya sudah,mau nanya apa?"
"Royyan boleh gak kalau pakai yang seperti ama?"
"Apa?" tanya kang Hatim.
"Kan baju Royyan sama baju Ama sudah sama,warnanya,modelnya juga sama! Tapi pecinya beda! Aku mau pakai yang di kepala ama! Boleh gak?"
"Ooouh,kamu mau pakai imamah?"
"Iya ama! Royyan juga mau sebut itu imamah,tapi Royyan lupa!" jawab Royyan.
"Iya,ini namanya imamah! Atau bisa di sebut juga sorban!"
"Jadi,boleh gak kalau Royyan pakai imamah itu?"
"Boleh dong! Boleh banget!"
"Tapi Royyan kan belum jadi ustadz! Belum jadi kyai! bahkan belum jadi santri!" kata Royyan.
"Royyan,melaksanakan sunah Nabi Muhammad itu gak harus santri,gak harus ustadz,gak harus kyai! Tapi semua orang harus melaksanakan sunah Nabi Muhammad! Nah,pakai imamah ini ada;ah salah satu sunah Nabi yang berarti harus dilaksanakan,namun tidak wajib! Bahkan saking sunahnya pakai imamah ini,saat kita sedang sholat,tapi kita lupa pakai imamah,maka boleh pakai dulu imamahnya tapi sholatnya gak batal asal gerakan memakaia imamahnya gak lebih dari tiga gerakan! Sama seperti siwak! Siwak juga begitu,saat sedang sholat tapi sebelumnya lupa bersiwak,maka tetap sunah bersiwat walaupun di tenagn tengah sholat dan sholatnya gak batal!" jawab kang Hatim.
"Berarti boleh ya ama?"
"Iyaa bleh,lain kali,kamu kalau ikut ama cermah lagi,kamu pakai imamah!" kata kang Hatim.
Tak terasa,asiknya ngobrolin hal yang bermanfaat selama di perjalanan,hingga tak sadar mobil sudah masuk area pesantren dan tinggal beberapa detik lagi,sampai di depan rumah kang Hatim.
__ADS_1