Ustadz Muda

Ustadz Muda
#32 mimpi


__ADS_3

"Teh,teh teh Hana bangun,waktunya tahajud teh!" Indri menggoyang goyangkan pundak Hana yang belum bangun karena ini waktunya tahajud,sedangkan biasanya Hana yang suka membangunkan orang lain.


"Astagfirullah!" Hana langsung terbangun dengan kaget.


"Ada apa teh?" tanya Indri karena melihat Hana bangun dengan kaget.


"Astaghfirullah,tidak,itu cuman mimpi!" jawab Hana dengan nafas masih terburu.


"Mimpi apa teh?"


"Nanti saya ceritakan!"


Hana pun bangun mencari mukena nya dan merekapun pergi untuk melaksanakan sholat tahajud dan langsung sholat subuh berjamaah.


Saat sedang ngaji subuh,tidak ada seorang pun yang datang untuk mengajar.Jadi para santri membaca surat surat yang ada di juz tiga puluh mulai dari An-Naba sampai An-Nas.


Namun,saat orang lain membaca surat suratan,Hana malah melamun memikirkan mimpinya.


Apa maksud dari mimpi tadi ya?


Dalam mimpi itu juga mengatakan bahwa alasan kenapa kang Hatim menyuruhku mencium tangannya.


Tapi,kalau benar,tidak mungkin ayah menikahkan aku tanpa sepengetahuanku


Kang Hatim memang pernah memberiku uang dan pernah berkata bahwa mencukupi kebutuhanku juga kewajibannya di dunia nyata,tapi...


"Teh!" Maya menepuk paha Hana yang sedang melamun.


"Ah iya,ada apa?" tanya Hana.


"Kenapa teteh melamun? teteh sakit?"


"Ah nggak,cuman lagi mikiran sesuatu aja!"


"Sesuatu apa teh?"


"Emh,kalau teteh ijin pulang bakal di ijinin gak ya?" mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Coba aja teh,biasanya di ijinin asal ada alesan yang benar!"


"Ya sudah,nanti teteh akan coba ijin sama umi!"


"Jangan sama umi teh,sama kang Hatim aja,kan sekarang dia yang ngurus semuanya!"


"Oh iya ya,ya sudah nanti saya ijin sama kang Hatim!"


Pasti ngeselin..


"Emangnya ada apa teh? kenapa teteh tiba tiba ingin pulang?"


"Nggak ada apa apa,cuman ada yang mau teteh tanyakan saja!"


"Oh,ya sudah teh jangan melamun!"


"Heheh iya!"


Setelah ngaji,Hana langsung pergi ke ruangan kang Hatim untuk minta ijin pulang dulu.


Tok tok tok


"Waalaikumusalam masuk!" jawab kang Hatim dari dalam ruangan.


Hana pun masuk,namun entah kenapa Hana menjadi gugup dan sangat malu untuk bertemu dengan kang Hatim.Wajahnya memerah.


Seperti biasa kang Hatim menyodorkan tangannya untuk di cium oleh Hana.


"Sudah makan?" tanya kang Hatim.


"Belum kang,belum lapar!"


"Ya sudah,kita mulai tes nya!"


"Emh,kang sebenarnya saya bukan mau tes datang ke sini!" kata Hana yang membuat dirinya di tatap dengan tatapan tanda tanya oleh kang Hatim.


"Terus,kamu mau apa?" tanya kang Hatim dengan wajah bingung.

__ADS_1


"Saya mau ijin kang,saya mau pulang dulu!"


"Pulang? mau apa? apa orang tuamu sakit? atau ada keluarga yang sakit?"


"Semoga mereka baik baik saja kang,saya mau pulang karena rindu sama ayah dan ibu!"


Apa ini kesempatanku untuk memberitahunya?


"Emh,mau kapan pulangnya?"


"Besok pagi kang!"


"Berapa lama?"


"Hanya dua hari!"


"Mau naik apa?"


"Bis!"


"Punya uang?"


"Ada!"


"Besok saya antar,sekalian saya mau bertemu dengan orang tuamu!"


"Apa? ah tidak usah kang!"


"Nurut saja!"


"Tapi kang gak enak!"


"Gak enak gak enak,bikin enak saja!"


"Tapi kang kita akan berdua satu mobil!"


"Gak papa,saya gak akan macam macam!"

__ADS_1


"Tapi...."


"Jangan banyak ngelak,besok saya antar jam sembilan lagi!"


__ADS_2