Ustadz Muda

Ustadz Muda
#53


__ADS_3

"Ayo silahkan duduk!" kata bu Uan.


"Iya,terima kasih bu!" jawab kang Hatim sambil duduk.Begitu juga Hana.


"Kalian ini sengaja ke sini atau mau ke mana?"


"Kami mau jalan jalan bu,sekalian lewat sekalian makan karena dari siang belum makan!"


"Jalan jalan ke mana?"


"Lihat cai ngagulung!"


"Oouh mau ke pantai,iya iya,sudah berapa lama nikah?"


"Iya bu,tapi jangan di bocorkan ke orang lain kalau saya main ke sana,nanti ada yang nyusul lagi!"


"Iya siap!"


"Baru dua minggu kita nikah bu!"


"Oooh,masih pengantin baru!"


"Iya bu!"


"Ya sudah,mau makan kan?"


"Iya lah,masa mau berantem!"


"Mau makan apa?"


"Aku seperti biasa bu!"


"Kalau neng Hana mau makan apa?"


"Samakan saja sama akang bu!"


"Eh jangan,emangnya kamu suka jengkol? saya kalau makan di sini makan nasi,jengkol,asin peda,sama sambal!"


"Ooh,ya sudah saya sama apa ya?" Hana bingung.


"Sama ayam goreng,dan sambal merah bu!" kata kang Hatim.


"Ah iya bu,itu aja!"


"Ya sudah tunggu sebentar ya!"


"Akang suka jengkol?"


"Suka,enak tahu!"

__ADS_1


"Tapi kan bau kang!"


"Tinggal sikat gigi,makan permen,makan beras udah selesai!"


"Yeh!"


"Lihat aja nanti!"


"Ya sudah terserah akang saja!"


"Ini nasi nya!" bu Uan menyimpan satu piring satu wadah nasi,satu piring jengkol goreng,satu mangkuk sambal merah,satu piring asin peda,satu piring daging ayam bagian paha,satu keranjang sayur sayuran.


"Kenapa banyak sekali bu?" tanya kang Hatim.


"Spesial,itung itung ucapan selamat atas pernikahan kalian dari ibu!"


"Ah ya sudah terima kasih ya bu!"


"Iya sama sama,sok atuh di makan,ibu tinggal nyuci wadah dulu ya!"


"Iya bu!"


"Ayo makan!" kata kang Hatim sambil menyodok nasi dan di tuangkan ke piringnya.


"Iya!"


Hana tidak konsen makan karena memperhatikan kang Hatim makan.Kang Hatim makan begitu rakus,seperti orang yang tidak makan dua minggu.


"Apa?"


"Pelan pelan,kan akang juga tahu kalau makan cepat seperti itu seperti makannya syetan!"


"Ah iya iya maaf,kalau kamu nyobain ini pasti kamu juga bakal keenakan!"


"Tidak,terima kasih!"


"Ayo coba,saya suapi ya?"


"Gak mau!"


"Ayo,satu suap saja!"


"Ish,pemaksaan!"


"Ayo lah,aaaa!" kang Hatim menyodorkan satu comot nasi yang sudah di campur dengan sambal,jengkol,juga asin peda.


"Gak mau!"


"Enak,ayo buka mulut!"

__ADS_1


"Gak mau,sudah aku bilang gak mau!"


"Dosa loh!"


"Ah,apa apa dosa apa apa dosa!"


Hana terpaksa membuka mulut dan membuka sedikit cadarnya.


"Cadarnya di buka saja,kan gak ada orang!"


"Gak mau!"


"Ya sudah terserah saja!"


Ternyata memang enak! kata hati Hana sambil merasakan makanan yang ada di mulutnya.


"Enak?"


"Biasa aja!"


"Bohong!"


"Iya!"


"Dosa!"


"Ih!"


"Jujur sayang!"


"Sudah!"


"Hah,apa saya harus membacakan hadist tentang dosa berbohong kepadamu? apalagi berbohong pada suami!"


"Ah iya,enak,enak banget!" kata Hana.


"Mau lagi? saya suapi lagi ya?"


"Gak mau! sudah cukup!"


"Ayo,aaaaaa!"


Karena memang enak,Hana membuka mulutnya lagi dan cadarnya tanpa terpaksa.


Kang Hatim tertawa melihat istrinya yang gampang untuk di goda.


Bersambung....


Hayu follow ig/fb Author Syiba

__ADS_1


Jangan lupa juga like,komen,komen,komen,vote,juga bantu promosi ya....


__ADS_2