Ustadz Muda

Ustadz Muda
#237


__ADS_3

Setelah selesai sholat maghrib,mereka kembali masuk ke dalam mobil dan duduk kembali dengan nyaman dan tenang seperti semula dan mereka melanjutkan perjalanan yang kurang lebih diperkirakan akan sampai dalam waktu setengah jam lagi kalau tidak macet alias lancar.


Dengan mukjijat kalimat Bismillahir rohmaanir rohiim,perjalanan mereka lancar tidak ada haangan apa apa.Tidak ada macet atau apapun itu.Mereka sampai dengan selamat.Dan ternyata di lokasi sudah sangat ramai.Jalanan juga di jaga oleh para laki laki gagah yang memakai baju belang belang loreng seperti tentara.Yang mungkin mereka banser dari dari Ustadz Asep Mubarok atau banser Ustadzah Mumpuni.


"Selamat datang kepada Ustadz Muhammad Hatim Husni Abdurahman putra dari pimpinan pondok pesantren Baitussalam beserta saudara saudaranya! Para Ustadzah ustadzah!" seru kang Roni dari atas panggung saat melihat mobil yang dia kenal datang sambil terus melantunkan sholawat.


"Aduh malu di sambut seperti itu sama kang Roni!" kata kang Hatim menepuk jidatnya.


"Pakai lagi imamahnya Tim!" kata teh Dawa.


"Malu ah! Gak PD!'' jawab kang Hatim.


"Eh pakai aja! Kamu pantes kok!" kata teh Dawa.


"Pakai Tim!" kata umi Nurul.

__ADS_1


Kang Hatimpun nurut setelah di perintahkan langsung oleh uminya.


Para banser yang jaga itu dengan hormat membantu jalannya mobil yang isinya kang Hatim dan kakak kakaknya.Karena mereka tahu yang datang adalah yang akan ikut memberikan ceramah di sana.


Kang Hatim turun dengan penuh sangat penuh wibawa setelah umi Nurul dan teh Zahra juga kang Ahmad turun.


Kang Hatim turun langsung di sambut tangan para banser yang ingin bersalaman.Kang Hatim pun menyalami mereka,namun hanya menempelkannya dan buru buru di tarik lagi.Bukan maksud sombong atau bukan maksud takut kotor,tapi dia tidak mau tangannya yang dia anggap hina di cium orang lain.


Setelah kang Hatim turun,Hana juga ikut turun dan langsung mereka bergandengan tangan.


"Selamat datang juga kepada Umi pimpinan pondok pesantren Baitussalam ibu dari Ustadz Hatim!" kata kang Roni dengan iringan sholawat tidak berhenti.


Kang Hatim dan rombongannya di arahkan agar langsung menuju rumah sohibul hajat.Yaitu rumah pak Nono dan bu Pipah orang tua Indri.


Saat hendak masuk ke rumah,di ambang pintu rombongan kang Hatim di sambut oleh pak Nono,bu Pipah,Indri beserta suaminya,Beserta pasangan mertua Indri.

__ADS_1


"Sehat umi!" bu Pipah mencium tangan umi Nurul diikuti oleh Indri dan ibu mertuanya.


"Alhamdulillah sehat! Gimana sbealiknya?"


"Alhamdulillah saya juga baik!" jawab bu Pipah.


Mereka bersalaman laki laki ke laki laki dan perempuan ke perempuan.Giliran Indri bersalaman dengan Hana,mereka berpelukan.


"Selamat ya Ndri!" kata Hana.


"Terima kasih teh Hana!" kata Indri.


"Silahkan masuk!" kata pak Nono.


Merekapun masuk dan ternyata di dalam Ustadz Asep Mubarok dan Ustadzah Mumpuni beserta para ustadz ustadz yang tidak kang Hatim kenal juga berdiri menyambut kedatangannya.

__ADS_1


Kang Hatim langsung mencium tangan Ustadz Asep Mubarok dengan sopan santun.Dan kakak kakak kang Hatim semuanya juga bersalaman dengan semua orang yang menyambut mereka.


__ADS_2