Ustadz Muda

Ustadz Muda
#36


__ADS_3

Tidak lama kemudian,Hana datang membawa baki dengan di atasnya ada segelas teh panas.


"Apa teh itu kamu tambahkan gula?" tanya kang Hatim.


"Iya!"


"Tapi bukannya saya gak nyuruh?"


"Saya akan mengambilkan yang baru!"


Hana kembali ke dapur untuk menukar gelas teh manis yang dia bawa menjadi teh pait.


"Apa saya menyuruhmu agar mengganti teh nya?" tanya kang Hatim setelah Hana sudah meletakan gelas di atas meja.


Ya Allah,bagaimana kalau dia benar benar menjadi suamiku? aih pasti dia akan semakin seenaknya.


"Hey,saya nanya bukan bercerita!"


"Ah iya,maaf kang,saya akan ganti lagi!"


"Tidak usah!" sambil meminum teh pait yang sangat pait karena Hana membuatnya dengan dendam.


"Bagaimana teh nya kang?" tanya Hana.


"Enak!" menahan rasa pait di mulutnya.


Sementara itu di luar rumah,ayah Bima dan by Nur sudah pulang.


"Di,ini mobil siapa?" tanya ayah Bima yang melihat ada mobil tidak dikenal terparkir di halaman rumahnya.

__ADS_1


"Ini mobil kang ustadz Hatim tuan!" jawab Ardi.


"Ada Hatim? sama siapa?" tanya bu Nur.


"Sama nona Farhana nyonya!" jawab Ardi.


"Hana pulang sama suaminya yah!"


"Iya,ayo kita lihat!"


"Ayo yah!" bu Nur langsung bersemangat untuk menemui anak satu satunya.


Mereka berhenti saat mau masuk ruang tengah.Mereka melihat sepasang suami istri yang aneh.Mereka melihat Hana yang seperti menjaga jarak pada kang Hatim.Sedangkan kang Hatim juga cuek malah sibuk dengan hand phone nya.


"Assalamualaikum!" kata bu Nur.


"Waalaikumusalam!" jawab Hana dan kang Hatim kompak.


"Ibu!" Hana langsung berlari memeluk ibunya.


Kang Hatim juga menghampiri mertuanya dan mencium tangan ayah Bima.


"Apa kabar Hatim?" tanya ayah Bima.


"Alhamdulillah baik yah!" jawab kang Hatim.


Hana dan bu Nur berpelukan sambil menangis.Gimana lagi karena sudah lama tidak bertemu.rindu orang tua di kampung kerap terucap saat sedang jauh dengan mereka. Tak sedikit seorang anak yang memilih merantau, baik untuk sekolah maupun bekerja.


Banyak yang mengatakan berat menahan rindu dengan orang tercinta, terutama kepada kedua orang tua. Mempunyai orang tua, ayah dan ibu, tentu merupakan anugerah terbesar bagi seseorang.

__ADS_1


Terkadang rasa sedih dirasakan seseorang saat jauh dan rindu dengan orang tua. Namun, jarak serta situasi biasanya membuat seseorang anak yang sedang mencari ilmu atau merantau, tidak bisa pulang.


Berpelukan  dengan orang tua mungkin bisa menjadi penawar rasa rindu.


Bu Nur melepaskan pelukannya dan mencium kening putrinya tersayang.


"Kamu apa kabar sayang?" tanya bu Nur sambil memegang kedua bahu Hana.


"Alhamdulillah Hana sehat bu,ibu apa kabar?"


"Ibu juga baik sayang!"


Hana juga memeluk ayah Bima.Ayah Bima juga tidak bisa membendung air matanya hingga menetes.


Ayah adalah orang yang memiliki peran penting dalam kehidupan, karena ia yang berjuang dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga, yang bisa dijadikan sebagai sahabat untuk berkeluh kesah dan akan selalu membela anaknya.


Ayah Bima juga mencium kening anaknya.


"Kamu sehat?"


"Alhamdulillah sehat yah,ayah gimana?"


"Alhamdulillah ayah juga sehat,ayo duduk!" ayah Bima


Kang Hatim juga mencium tangan bu Nur saat Hana berpelukan dengan ayah Bima.


"Ayah sangat senang kalian datang kesini!"


Bersambung...

__ADS_1


Follow ig/fb : AuthorSyiba


__ADS_2