Ustadz Muda

Ustadz Muda
#77


__ADS_3

Kang Hatim langsung menyesap jari telunjuk Hana yang berdarah karena pisau.


Kang Hatim memuntahkan darah Hana yang di mulutnya wastafel.


"Ih jijik!" kata Hana.


"Saya ambil kasa dulu,jangan ke mana mana!"


"Ish,tidak perlu kang,ini cuman luka kecil!"


"Agar gak berdarah lagi Hana!"


"Kan ini juga gak berdarah lagi!"


"Ya sudah,sekarang kamu duduk!" menyered Hana agar duduk di kursi di depan meja makan.


"Tunggu saja di sini,saya yang akan lanjutkan masak!"


"Aku tidak papa kok,aku kuat masak!"


"Diam!" kang Hatim menegaskan.


"Ya sudah iya!" Hana hanya menurut perkataan suaminya karena memang dia tidak bisa membantah.


Kang Hatim melanjutkan memotong motong kangkung.Maklum santri pasti kang Hatim bisa masak.


Hana hanya memperhatikan kang Hatim yang sedang memotong motong kangkung dengan posisi kepala di tundukkan ke meja dengan kedua tangan sebagai bantal.


Tanpa di sadari,karena terlalu fokus memperhatikan kang Hatim,hingga Hana terlelap di meja makan.


Kang Hatim hendak menghidangkan hasil pasakannya.


"Eh dia tidur?" kang Hatim mengibaskan tangannya di depan wajah Hana setelah menyimpan satu piring yang isinya tumis kangkung dan satu piring yang isinya ikan asin.


Kang Hatim melirik jam tangannya yang ternyata sudah menunjukkan pukul sepuluh.


"Apa aku masak terlalu lama?" tanya kang Hatim sambil memindahkan nasi dari rice cooker ke dalam wadah.

__ADS_1


Setelah itu kang Hatim kembali menghidangkan nasi dan juga menyiapkan piring untuk mereka makan.


"Hana,bangun!" kang Hatim menggoyangkan pundak Hana pelan.


"Hana ayo bangun,makan!"


"Astaghfirullah,sayang ayo bangun!" bisik kang Hatim tepat di telinga kiri Hana.


"Emh!" samar samar Hana membuka matanya.


"Ayo bangun makan!" kata kang Hatim.


Aku mimpi di panggil sayang sama kang Hatim!


"Kenapa malah bengong?" tanya kang Hatim sudah duduk di kursi.


"Ah nggak,aku cuci muka dulu ya?!" tanya Hana dan di jawab anggukan oleh kang Hatim.


Setelah mencuci muka,Hana kembali ke meja makan dan duduk di samping kang Hatim yang ternyata sudah makan duluan.


"Makannya saya suapi ya,kan tangan kamu luka!" kata kang Hatim.


"Oh iya ya,ya sudah ayo makan! sudah malam!"


"Iya!"


Merekapun makan dengan nikmat tanpa mengobrol.Susana sangat hening.Hanya suara sendok yang bergesekan dengan piring yang terdengar.


"Alhamdulillah!" kata kang Hatim dan melanjutkan membaca doa sehabis makan.


"Alhamdulillah!" kata Hana juga.Setelah membaca doa Hana membereskan piring bekas makannya dan makan kang Hatim.


"Sudah sudah,jangan di beresin,saya saja yang beresin!" kata kang Hatim mengambil alih yang sedang Hana kerjakan.


"Ish,aku saja,lukanya juga kecil!"


"Bukannya dosa ya,kalau membantah perintah suami?" tanya kang Hatim.

__ADS_1


"Ya sudah,terserah akang saja!" Hana pasrah kembali duduk di tempatnya semula.


"Kamu duluan ke kamar saja!" membereskan bekas makan mereka.


"Nanti saja sama akang!"


"Ya sudah,jangan tidur lagi tapi!"


"Iya!"


Kang Hatim melanjutkan membereskan wadah wadah kotor dan mencucinya.


"Padahal masih bisa besok kang!" kata Hana.


"Jangan menunda pekerjaan,ayo ke atas!" ajak kang Hatim.


"Ayo!"


Bersambung....


🦚Promosi🦚


NOVEL


Judul :Mencintai Ibu Sambung


Author :Yayah


Menceritakan :


Tentang seorang pemuda yang bernama Kellan jatuh cinta pada ibu sambung nya.


Akankah ia berhasil membuat ibu sambung jatuh cinta padanya?


Yang ingin tahu ceritanya silahkan tulis di kolom pencarian Mencintai ibu kandung atau tulis saja nama Author nya,yaitu Yayah.


*Sekedar membantu,jika ada yang ingin juga karya novelnya di promosikan di novel amatir ini,silahkan komen ya...Tidak perlu bayar, cukup dengan mengucapkan Terima kasih.*Tapi,jika berkenan mohon novel amatir Author nya di promosikan balik😁👍

__ADS_1


*Promosi kali ini sudah ijin dari Author-nya*


Thanks


__ADS_2