
Royyan dan Nadhiirah di tinggalkan berdua di ruang makan.Royyan sibuk dengan majmu nya,sedangkan Nadhiirah hanya diam menemani tanpa bicara sedikitpun karena taku akan mengganggu suaminya.
"Nadhiirah!"
"Astaghfirullah, eh maaf!" jawab Nadhiirah sedikit kaget karena namanya di panggil sedangkan dia sedang tidak fokus.
"Kenapa kamu kaget?" tanya Royyan.
"Maaf mas,eh kang, tadi aku sedang tidak fokus!" jawab Nadhiirah.
"Kamu bebas kok,mau panggil mas ataupun akang juga! Saya gak masalah!"
"Emm,iya! Aku panggil akang aja! Agar sama seperti adik adik kang Royyan!"
"Hmh!"
Dingin gini ya Allah kata hati Nadhiirah.
"Boleh saya nanya?"
"Boleh!" jawab Nadhiirah.
"Kamu pernah mondok di luar pesantren abah kamu?" tanya Royyan.
"Laa,aku ada keinginan,tapi gak di izinin sama abah!" jawab Nadhiirah.
"Oooh, pasti karena abah khawatir jika kamu tidak bisa jaga diri dengan baik!"
"Iya sih,sepertinya begitu!"
"Tapi kamu ngaji kan? walau di pesantren senduri?"
"Iya!" jawab Nadhiirah.
"Hafal berapa juz?"
"Qur'an?"
"Iya!"
"Alhamdulillah,insyaAllah dua puluh lima juz saya hafal!" jawab Nadhiirah.
"MasyaAllah! Hatamkan sampai selesai ya! Jangan berhenti karena kamu sudah menikah!"
__ADS_1
"InsyaAllah!" jawab Nadhiirah.Dia mulai merasakan suasana yang mencair.
"Ada kitab lain yang kamu hafal?" tanya Royyan.
"Ada!"
"Apa aja yang sudah kamu hafal?" tanya Royyan.
"Jurumiyyah, imriti, jauhar tauhid, jauhar maknun, fathul aqfal, rohbiyyah, sulam munauroq, maqsud, safinah dan yang lainnya juga masih ada?!" jawab Nadhiirah.
"MasyaAllah!" Royyan geleng geleng kepala kagum sambil menutupkan majmu yang dia pegang dan dia simpan di neja."Eh,Alfiyyah gimana?" tanya Royyan.
"Belum selesai! Setatus bait lagi,kurang lebih!" jawab Nadhiirah.
"Lanjutkan juga ya!"
"InsyaAllah!"
"Tadi kamu kana kamu juga hafal rohbiyyah?" tanya Royyan.
"InsyaAllah!"
"Yang bahas ilmu faroid kan? ilmu bagi waris?"
"Iya!"
"InsyaAllah!"
"Kalau yang dj taqrib kamu faham juga?"
"InsyaAllah!"
"Yang di fathul muin,atau di i'anah tholibin?"
"InsyaAllah,kan sebenarnya disemua kitab juga sama! Cuman beda pembahasan dan ada yang lebih detail di bahas ada juga yang hanya di bahas sepintas!" jawab Nadhiirah.
"Saya dari awal masuk pondok bogor, yang terkenal dengan fikihnya, saya gak ngerti ngerti dengan ilmu faroid! Saya malah lebih mendalami ilmu tauhid dan tashawuf!"
"Wah hebat dong! Di pesantren abah gak terlalu mendalami tauhid!"
"Emmm, nanti boleh kan kamu ajarkan saya faroid?"
"Boleh! Nanti kita belajar sama sama aja!" jawab Nadhiirah yang berhasil membuat Royyan tersenyum manis.
__ADS_1
"Boleh saya bertanya lagi?"
"Boleh! Tanya aja kang! Gak perlu izin izin!"
"Nanti kalau saya gak minta izin,ketika saya tanya kamu,kamu malah jawab, kamu nanya? kamu bertanya tanya?"
"hhem,ya gak lah!" Nadhiirah sedikit menahan rasa ingin tertawanya.
"Jijik tau gak!?"
"Eh gak boleh gitu!"
"Hheh,iya juga sih!"
"Ya udah,mau nanya apa? gak bakal aku jawab kamu nanya kamu nanya kok!" kata Nadhiirah.
"Gini,serius nih serius!"
"Iya sok!"
"Kamu beneran ikhlas nikah sama saya?"
"Hmmmm, insyaAllah!" jawab Nadhiirah.
"Ridho?"
"InsyaAllah! Malahan saya yang takut akang gak ikhlas gak ridho nikah sama saya! Akang ini ganteng, akhlaqnya bagus, ilmu nya tinggi! Sedangkan saya?"
"Esh,jangan merendah gitu!"
"Bukan merendah,tapi lebih ke sadar diri!"
"Gak gak gak, semua orang,punya kelebihan dan kekurangan masing masing!"
"Hheh,iya kang!"
"Sholat isya berjamaah berdua gimana?"
"Boleh!"
"Ya sudah ayo, bentar lagi juga adzan!"
"Ayo!" jawab Nadhiirah.
__ADS_1
Merekapun beranjak dari tempat duduk mereka, mereka berjalan beriringan menuju kamar yang ada di lantai dua.