Ustadz Muda

Ustadz Muda
Kasih sayang


__ADS_3

"Udah kang?" tanya Athiifah saat Royyan sudah kembali masuk ke dalam kamar.


"Udah!"


"Ada apa ama panggil kang Royyan?" tanya Athiifah.


"Kepo!"


"Idih, gak papa kali kepo juga!"


"Gak boleh! Kepo dengan urusan orang lain! Gak pantes! Urusin dulu hidup mu sendiri!"


"Ih ih ih, kan ada pribahasa, malu bertanya sesat di jalan!"


"Kan kamu nya juga gak lagi tersesat!"


"Tau ah! Kak, Aku pergi dulu ya! Males ada kang Royyan!" kata Nadhiirah.


"Iya, makasih ya udah di temenin!"


"Sama sama, dadah!"


"Dah!"


Athiifah berjalan dan dengan sengaja menabrakan bahu nya pada Royyan.


"Gak punya akhlaq!" kata Royyan.


"Biarin!" jawab Athiifah.


"Akang sih, kan jadi ngambek!"


"Gak papa, nanti juga dia butuh,nyamperin lagi!"


"Ooh gitu ya? Tapi bener sih,aku juga sering berantem sama kak Nafiisah! Emang gak lama,akur lagi!"


"Mungkin emang hakikatnya semua adik kakak seperti itu!" Royyan duduk di samping istrinya.


"Gak juga kali!"


"Eh, nanti sore kita ke baitussalam awal mau gak?"


"Mau apa?"


"Ya main aja! Kan kamu belum pernah ke sana?"


"Ke rumah Ustadzah Alvi ya?"

__ADS_1


"Panggil uwa aja!"


"Oh iya, ke rumah uwa Alvi kan?"


"Iya! Mau?"


"Boleh aja!"


"Okey, oh iya,saya juga sudah bilang sama ama kalau kita gak jadi pergi hari ini!"


"Gimana kata ama?"


"Gak papa, umma juga emang nyuruh bakal nyuruh kita supaya gak berangkat hari ini! Itu kata ama! Beda sih sedikit!"


"Ya sudah kalau gitu, aku beresin lagi aja ya baju baju nya!"


"Jangan! Simpan aja gak papa! Biar nanti kalau kita mau pergi, gak usah kemas kemas lagi!"


"Ooh iya deh kalau gitu!"


"Jalan jalan yu? Gabut!"


"Jalan jalan ke mana?"


"Kamu mau makanan gak?"


"Ya apa aja!"


"Boleh!"


"Ya udah, kita ke toko ama! Yang di depan!"


"Ooh toko itu punya ama?"


"Hheh, iya! Nanti kalau kamu mau makanan apapun, atau mau beli sesuatu,tinggal ke sana! Gak usah bayar!"


"Lah? Kenapa?"


"Nanti ama yang bayar!".


"Ih gak enak lah!"


"Sama anaknya ini!"


"Itumah kamu kang!"


"Kamu juga kan sekarang udah jadi anak umma dan ama!"

__ADS_1


"Hheh, iya ya!"


"Ya udah,ayo!"


Royyan dan Nadhiirah berangkat keluar dari kamari mereka menghilangkan kegabutan mereka.


Seperti biasa,mereka berjalan dengan berpegangan tangan seperti mau nyebrang jalan.


"Mau pada ke mana?" tanya umma Hana saat berpapasan dengan anak dan menantunya di ruang tengah menuju pintu.


"Mau ke toko! Nyari makanan!" jawab Royyan.


"Ooh ,ya sudah pergilah! hati hati!"


"Okey, Assalaamu'alaikum!" Kata Royyan lalu mencium tangan umma Hana diikuti oleh istrinya.


Saat keluar rumah, dengan wajah capek yang sudah basah oleh keringat, baju putih nya sudah mulai kotor Zhaffar masih sibuk menyapu halaman pesantren.


"Kang,lihat adikmu!" kata Nadhiirah.


"Kasian juga dia! Kamu tunggu sebentar disini ya!" Royyan melepaskan pegangan tangannya.


"Mau kemana?"


"Tunggu, sebentar!" Royyan lari masuk ke dalam rumah.Karena lari, jadi tidak lama.Royyan keluar rumah membawa sebotol minuman dingin.


"Ayo!" Royyan kembali memegang tangan istrinya dan mengajaknya lanjut berjalan.


Namun arah jalannya berubah jadi menuju Zhaffar. Dia yang mengetahui di hampiri oleh kakak nya langsung menghentikan aktivitas, diam dan menunduk di depan Royyan.


"Capek?"


"Lelah?"


"Panas?"


"Haus?"


Zhaffar menjawab semua pertanyaan dari kakak nya itu dengan anggukan.Tidak berani menatap wajah bahkan sepertinya bicara pun tidak berani.


"Nih minum! Duduk!" Royyan memberikan minuman yang dia bawa itu pada adiknya.


Zhaffar menerima minuman itu dan dia baru mau melihat wajah kakaknya.


"Syukron kang!"


"Hm!" singkatnya jawaban Royyan dan langsung pergi lagi.

__ADS_1


Seorang kakak yang baik,tidak akan tega melihat adiknya kecapean, kelelahan,kepanasan. Tapi itu adalah salah satu bentuk pendidikan. Jika seseorang membuat kesalahan,maka harus tanggung akibat dan hukumannya,tidak mandang adik,anak,kakak,ibu,ayah, salah tetap salah.Sayang bukan berarti adil dan adil bukan berarti sayang.


__ADS_2