
"Ada masalah apa kamu panggil teteh?" tanya teh Alvi.
"Sebentar,aku mau nyuruh bi Ani dulu agar membawakan makanan!" kata kang Hatim.
"Jangan jangan,itu tidak perlu!" kata teh Alvi.
"Kenapa? emangnya kalian gak lapar? apalagi kang Roni habis ngajar pasti lapar!"
"Enggak kok,akang gak lapar,tadi sebelum ngajar akang sudah makan!"
"Ah ya sudah terserah deh!"
"Ada apa?" tanya teh Alvi.
"Gini teh,aku bingung mau bicara dengan cara apa sama Hana,padahal tadi sore aku sudah membuat kejutan untuknya!"
"Kejutan apa?"
"Tadi aku siapkan makanan,ruangan ini aku gelapkan.Tadinya aku akan menyalakan lampu ruangan ini saat aku sudah duduk manis di kursi ini dengan senyuman ramah pada Hana,tapi pas Hana datang,aku lupa bahwa aku belum bawa air untuk minum!"
"Terus!" teh Alvi mulai tahan tawa.
"Ya aku menyuruh Hana duduk dulu tanpa memperlihatkan diriku,aku pun pergi mengambil air minum.Setelah aku membawa air dan di simpan di atas baki,aku menyalakan lampu dan bukannya terkejut malah terlihat seperti lucu!"
"Perth" Teh Alvi hampir melepaskan yang dia tahan.
"Kenapa malah tertawa?"
"Kamu belum ahli membuat kejutan Hatim,kamu harus lebih banyak belajar!" kata kang Roni.
"Ah iya kang!"
"Terus maksud nya apa?" tanya teh Alvi.
__ADS_1
"Bagaimana cara memberitahunya?"
"Itu gampang,besok teteh akan menemui Hana dan akan mengatakan bahwa dia adalah istri kamu!"
"Astagfirullah Teh,aku tidak mau jika orang lain yang memberitahu Hana,aku ingin memberitahunya sendiri!"
"Kamu tinggal bilang bahwa kamu adalah suaminya!" kata kang Roni.
"Tapi bagaimana kang?"
"Contoh,Hana kamu harus tahu bahwa aku adalah suamimu!"
"Tapi masa to the poin kang!"
"Ya lebih baik to the poin,dari pada banyak basa basi membosankan!" kata teh Alvi.
"Aku takut dia tidak percaya padaku,dan aku juga takut dia akan marah karena aku telah menikahi dia tanpa di ketahui!"
"Kalau niat begitu kenapa aku gak nyuruh teh Zahra atau teh Dawa,atau umi sekalian!"
"Ish,kamu maunya apa sih?"
"Aku mau dia tahu bahwa aku dan dia sudah menikah!"
"Ya sudah tinggal kamu beritahu!"
"Aku ingin dia tahu tanpa aku memberitahunya!"
"Ya sudah,biar teteh saja yang memberitahunya!"
"Astaghfirullah,aku juga tidak mau teteh atau siapapun yang beritahunya!"
"Mana bisa Muhammad Hatim Husni Abdurahman!" teh Alvi geram.
__ADS_1
"Tentu bisa!"
"Bagaimana caranya?"
"Justru itu aku juga tidak tahu!"
"Astaghfirullah,mas,kita pulang yu? aku pusing mas!" kata teh Alvi.
"Eh jangan dulu,rapat ini belum selesai!"
"Rapat ini selesai,dan keputusan akhirnya teteh yang akan memberitahu Hana!"
"Astaghfirullah jangan teh,aku katakan sekali lagi dan aku mohon jangan!"
"Terus mau bagaimana Hatim?"
"Sudah sudah,ini sudah malam,kamu berdoa saja semoga Allah memberi tahu Hana tanpa kamu yang beritahu Hana!" kata kang Roni.
"Ayo pulang mas!" Teh Alvi merebut Alvin yang sudah tidur di pangkuan pamannya.
"Jadi bagaimana?"
"Terserah!" teh Alvi sambil berjalan keluar ruangan.
"Akang pergi dulu ya,perbaiki istikharah nya!"
"Iya kang!" kang Hatim mencium tangan kang Roni walaupun tidak pernah kena karena selalu keburu di tarik....
Jangan lupa like,komen,vote,rate...
🦚Boleh tag di instagram atau facebook author ya yang sudah baca....
Ig/fb :AuthorSyiba
__ADS_1