Ustadz Muda

Ustadz Muda
#245


__ADS_3

"Hatim?" umi Nurul.


"InsyaAllah umi!" jawab kang Hatim.


"InsyaAllah apa?" tanya umi Nurul.


"InsyaAllah Hatim akan mencoba seperti yang teh Dawa bilang!" jawab kang Hatim.


"Bagus! Coba dari Asep!" kata umi Nurul.


"Maaf umi,terima kasih sudah memberikan kesempatan! Tapi menurut saya cukup dengan nasehat teh Dawa,teh,Zahra,kang Ahmad dan kang Rahmat umi!" jawab Asep.


"Ya sudah! Semoga selalu bahagia dalam semua keadaan! dari Putri!" kata umi.


"Mohon izin umi,kaalau dari cermah tadi! Memang Hatim sangat bagus! Putri mau menambahkan,bukan hanya gerakan yang perlu di tambah seperti kata teh Dawa! Tapi mata juga harus di jaga! Saat Hatim ceramah,matanya hanya fokus melihat ke Hana!" kata teh Putri.


"Mohon maaf teh! Bukannya Hatim tidak mau melihat ke arah yang lain! Tapi kan teteh juga tahu,selain Hana yang sudah syah jadi istri Hatim dan kalian,ada banyak juga perempuan perempuan ibu ibu pemudi pemudi yag bukan muhrim Hatim! Kalau Hatim melihat ke mereka! Takutnya termasuk zina mata!" kata kang Hatim.


"Yang hadir bukan hanya perempuan Tim! Kan banyaak laki laki juga! Kenapa gak lihat ke mereka! Bukan maksud teteh melarangmu buat memandang istrimu! teteh juga tahu kalian sudah syah suami istri! Tapi Tim,harus bisa menempatkan! Dimanana waktu yang tepat buat ini,buat itu! Gimana kalau ada yang gak tahu Hana istrimu? Secara kalian masih pada muda! Gimana timbul fitnah? Memang orang yang menfitnah yang dosa! Tapi kamu yang membuat mereka membuat dosa! Cari pnadangan lain! Hana gak akan apa apa! Apalagi para banser banser tahu Hana istrimu! Pasti mereka juga bakal ikut jagain Hana!" kata teh putri.


"Tapi"


"Hatim!" kata umi Nurul memotong kalimat kang Hatim.


"Maaf umi!" kata kang Hatim.

__ADS_1


"Faham apa yang kakakmu sampaikan?" tanya umi Nurul.


"Faham umi!" jawab kang Hatim.


"Emang tidak salah kamu tidak melepas pandanganmu pada Hana! Tapi tidak salah juga apa yang Putri sampaikan!" kata umi Nurul.


"Iya umi!" kata kang Hatim.


"Coba umi mau dengar dari Roni!"


"Baik umi,terima kasih! Hatim,Apa yang tadi kang Rahmat katakan adalah yang paling utama! Jangan gugup! Hilangkan itu! Karena penyakit gugup itu,sampai saat syair saat nyanyi pun gugupnya gak hilang! Sampai sampai pertama,nada gak sesuai sama pas latihan! Terus banyak lupa lirik! Juga gara gara gugup jadi gak masuk ketukan musik! Berasa gak?'' kang Roni.


"Berasa kang! Maaf!" jawab kang Hatim.


"Terima kasih Roni! Semoga selalu sabar dalam segala cobaan apapun! Mau yang datangnya dari saudara,dari santri,dari anak apalagi dari istri!" kata umi Nurul dan semua mengaminkan doa umi lagi."Sok dari kamu Alvi!" kata umi Nurul.


''Terima kasih umi,sepertinya semua kekurangannya sudah di sebutin sama kakak kakaku tersayang! Jujur,Alvi sangat bangga sama Hatim! Walau kita musuh bubuyutan ya,tapi bener! Kali ini aku bangga padamu! Apa yang kamu katakan mantap! Dalilnya jelas! Cara penyampaian dan penjelassannya juga mantap! Mau hadiah apa dari teteh sok?" teh Alvi.


"Beneran?" tanya kang Hatim.


"Iya bener! Masa bohong!" kata teh Alvi.


"Boleh umi?" tanya kang Hatim.


"Silahkan aja! Itu urusan kamu sama Alvi!" jawab umi.

__ADS_1


"Asiiik,aku mau teh Alvi membelikan pakaian untuk persiapan persalinan! Pakaian bayi maksudnya! Mulai dari kainnya,baju kecilnya,selimutnya,popoknya,celananya,pokoknya semuanya!" kata kang Hatim.


"Yang lain yang lain! Itumah gak kamu minta juga bakal teteh beliin!" kata teh Alvi.


"Ya sudah,belikan aku kitab al Majmu' syarhul muhadzab asli Mesir!" kata kang Hatim.


"Okey! Tunggu satu minggu kitab itu datang ke rumahmu langsung!" kata teh Alvi menyanggupi permintaan kang Hatim membelikan kiab itu yang harganya di atas dua juta.



"Bagus kamu manfaatkan itu untuk beli kitabb agar ilmu mu nambah! Namun ingat! Semakin nambah ilmu ,semakin nambah rasa takutmu pada Allah!" kata umi.


"InsyaAllah umi!" jawab kang Hatim.


"Semoga alvi selalu di murahkan rezekinya! Bisa selalu berguna untuk adiknya,anaknya,suaminya dan semua kakak kakaknya juga santrinya!" doa umi Nurul di aminkan oleh semuanya."Hana ada yang mau di sampaikan?" tanya umi Nurul.


"Ah tidak umi!" jawab Hana.


"Dia mah nati umi,mengkritiknya saat lagi berdua!" kata kang Hatim.


"Bagus bagus! Seringlah mengobrol berdua! Karena itu bisa menjaga keharmonisan keromantisan keluarga!" kata umi Nurul."Giliran kammu ngomong Hatim!" kata umi Nurul.


"Baik umi! Kepada semuanya! Kakak kakaku terssayang,tercinta,ter ter ter pokoknya! Terima kasih atas pujiannya Alhamdulillah segala puji bagi Allah! Juga terima kasih atas kritik dan sarannya! Dan tidak berhenti aku,Hatim anak bandel mungkin bagi kalian! Yang selalu nyusahin kalian meminta doa kalian! Doa orang tua yang akan membawa anaknya mencapai ridho Allah! Dan kalian semua termasuk orang tuaku! Juga bukan hasil ku ngaji aku bisa cermah seperti tadi! Tapi mungkin itu salah satu penyebabnya! Tapi yang paling utama,aku bisa seperti tadi atas dukungan kalian,atas bimbingan kalian! Tanpa kalian apalah aku ini?! Jadi tidak ada kata lain yang bisa aku katakan selain terima kasih yang sebanyak banyaknya!" kata kang Hatim.


Lanjut setelah itu,kang Hatim sujud di pangkuan uminya,sujud di pangkuan kakak kakanya dan tidak berhenti meminta doa kepada mereka.

__ADS_1


__ADS_2