Ustadz Muda

Ustadz Muda
#180


__ADS_3

Kang Hatim nurut sama istri tersayangnya,dia mengambil surat itu dan membukanya.


"Tuhkan isinya sama!" kata kang Hatim setelah membuka suratnya.


"Aku perhatikan ya kang,di setiap surat,di ujung kertasnya pasti ada huruf sin!" kata Hana.


"Iya sih,emang kamu tahu artinya?" tanya Hana.


"Ada salah satu teman dekatku yang sangat sangat menyukai huruf sin!" jawab Hana.


"Siapa?" tanya kang Hatim.


"Indri sih!" jawab Hana dengan ragu.


"Masa ah,bukan karena Indri mepet sama akang kan?" tanya kang Hatim.


"Bukan kang,dari hari kedua juga sudah curiga,namun itu yang aku takutkan! takut akang malah gak percaya!" jawab Hana.


"Astaghfirullah,kalau emang si Indri yang melakukan itu,bener bener gila dia!" kata kang Hatim geleng geleng kepala.


"Kang,baiknya buang dulu itunya,aku sudah gak kuat!" kata Hana.


"Oh iya,tunggu ya,akang buang dulu!" kang Hatim membawa bangkai gagak itu keluar untuk membuangnya.


Tidak lama kang Hatim kembali dan kembali duduk di samping istrinya.


"Besok kita ke rumah Indri!" kata kang Hatim.


"Mau apa?" tanya Hana.


"Silaturahmi aja,kita minta maaf,takutnya kita ada salah sama dia dan orang tuanya!" kata kang Hatim.

__ADS_1


"Tapi,apa gak papa?"


"Gak papa bi,tenang aja jangan takut!" kata kang Hatim.


"Gak takut,tapi gimana gitu! aku merasa dosa sama Indri!" kata Hana.


"Gak perlu begitu,kan kamu gak salah!" kata kang Hatim memegang kedua tangan istrinya dengan kedua tangannya.


"Aku berasa egois kang,aku gak mau akang di nikah lagi,padahal akang ada hak buat nikah lagi dan Indri pengen banget di nikahin sama akang!" kata Hana.


"Nggak kok,kamu gak salah! kamu gak egois! justru akang seneng kamu seperti itu,itu tandanya kamu bener bener cinta sama suami kamu,hingga gak mau berbagi!" kata kang Hatim mencium kedua tangan Hana.


"Assalamualaikum!" teriak seseorang dari luar.


"Waalaikumussalam!" jawab kang Hatim dan Hana yang juga agak teriak.


"Siapa bi?" tanya kang Hatim.


"Ya sudah,cepet ya!" kata kang Hatim dan Hana langsung pergi.


Kang Hatim bergegas membuka pintu untuk tamunya.


"Eh,abi,umi!" kang Hatim bersalaman dengan tamunya dengan sikap penuh sopan santun.Kang Hatim menyambut tamunya dengan bahagia.


"Silahkan masuk!" kata kang Hatim.Tiga orang tamunya di bawa ke ruang tamu.


"Silahkan duduk dulu,saya mau ke belakang sebentar!" kata kang Hatim.


"Ooh iya,silahkan Ustadz!" kata tamu itu.


Kang Hatim langsung pergi ke dapur untuk menemui Hana.

__ADS_1


"Bi!"panggil kang Hatim.


"Iya kang,siapa?" tanya Hana yang sudah memakai cadarnya.


"Indri sama orang tuanya!" jawab kang Hatim.


"Jangan becanda kang!" kata Hana mengambil gelas.


"Serius bi,kalau gak percaya,liat aja ke depan! tapi bawa minuman sama makanan!" kata kang Hatim.


"Minumannya apa?" tanya Hana.


"Teh aja!" jawab kang Hatim.


"Berapa orang tamunya?" tanya Hana.


"Tiga,Indri,ayahnya,sama ibunya!" jawab kang Hatim.


"Jangan gitu kang ah!" kata Hana.


"Ya sudah kalau kamu gak percaya,akang tunggu di sana ya!" kata kang Hatim.


"Iya!" jawab Hana dan mulai membuat teh dan menyiapkan makanan seadanya.


Vote gays,vote....


komen juga jangan lupa....


hadiahnya juga jangan lupa...


rate nya jangan lupa...

__ADS_1


__ADS_2