Ustadz Muda

Ustadz Muda
Salting


__ADS_3

Setumpuk kitab di meja belajar Royyan.Waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam,tapi Royyan masih sibuk dengan kitab kitabnya.


"Nadhiirah, kamu tidur duluan aja!" kata Royyan sambil sibuk menyalin apa yang ada dalam kitab yang sedang dia baca.


"Nanti aja ah! Aku mau nemenin kamu dulu!"


"Kalau saya gadang, sampai subuh gimana?"


"Ya aku juga gadang sampai subuh berarti!"


"Ih kamu!"


"Lagian kan kang, masih ada waktu besok!"


"Besok tuh maunya nyusun kata katanya! Terus di hafalin!"


"Kan waktu ceramah nya juga malam! Jadi besok lusa juga bisa, siangnya!"


"Kalau gak hafal dalam satu hari gimana?"


"Ya harus hafal!"


"Gak bisa gitu Nadhiirah sayang!"


Nadhiirah bungkam, dia malah salah tingkah dengan kalimat yang dilontarkan terakhir oleh Royyan.Pipi Nadhiirah memerah,ini pertama kalinya Royyan menyebut sayang padanya.


"Ko diam? Udah tidur?" tanya Royyan sambil berbalik badan membelakangi meja demi melihat keadaan istrinya.


"Gak kok! Kan sudah aku katakan,aku gak akan tidur kalau gak sama kamu!"


"Bentar bentar, maksudnya gimana?"


"Eh? Iya ih, maksudnya, aku mau tidur kalau kang Royyan tidur juga!"


"Lah, kirain kemana gituh maksudnya!"

__ADS_1


"Kemana? kemana kemana?"


"Yaa, secara kan saya sudah sah jadi suami kamu, kamu juga sudah sah jadi istri saya! Saya cinta kamu, juga sebaliknya, eh? kamu cinta aku gak?"


Lagi lagi Royyan membuat Nadhiirah salah tingkah dengan kalimat yang menurutnya biasa saja, padahal yang dirasakan Nadhiirah beda lagi.


Detang jantungnya berdegup meningkat lebih kencang. Taman dihati Nadhiirah, yang mana taman itu penuh dengan bunga, seketika semua bunganya mekar mendengar kalimat yang di sampaikan Royyan.


"Nadh? Kamu kenapa? Kamu demam? kok pipi kamu merah gitu?" Royyan panik, turun dari kursi nya menghampiri Nadhiirah.


"Nadh, kamu gak papa?" Royyan meraba raba pipi Nadhiirah, kemudian memeriksa jidat Nadhiirah dengan meletakkan punggung tangannya di jidat Nadhiirah.


"A-a-aku gak apa apa!"


"Iya, gak panas kok!" kata Royyan.


"Nyebelin ih!" Nadhiirah melepaskan tangan Royyan dari pipi nya.


"Lah? Kok nyebelin? kamu yang nyebelin! Di tanya malah gak jawab!"


"Lagian pertanyaan nya juga gak perlu jawaban!"


"Maksudnya?"


"Coba kamu bertepuk sebelah tangan, kan gak seru! Gak bakal bunyi!"


"Gak lah!"


"Apa? Gak lah gak lah, galah?"


"Yu maen galah?"


"Udah malem, lain kali aja!"


"Janji ya?!"

__ADS_1


"Ya Allah,random banget sih!"


"Ih kang, seru!"


"Iya saya tau! Saya juga pernah jadi anak anak!"


"Jadi ya? Next time kita maen galah?"


"Iya deh, terserah kamu aja!"


"Assiiiiik, awas kalau bohong!"


"InsyaAllah! Udah! Jadi gimana?"


"Apanya?"


"i love you!"


"Hmmm, i love you too!"


"Yeeeeeeeey!" Royyan loncat loncat di depan Nadhiirah saking bahagianya.


Nadhiirah yang melihat aksi kekanak kanakan itu hanya tertawa sambil geleng geleng kepala.


Gak sangka, orang yang aku kira pendiam, dingin, galak, pemalu, jadi bisa seperti ini gumam Nadhiirah dalam hatinya.


"Makasih sayang!" kata Royyan dan cup, dia mencium kening Nadhiirah dengan keadaan keduanya sadar. Karena waktu malam pertama mereka tidur berdua, Royyan sempat curi curi cium kening Nadhiirah saat sedang nyenyak tidur.


"A-a-ku ma-mau ke kamar mandi! Permisi!" Nadhiirah langsung lari ke kamar mandi.


"Kebelet dia?" tanya Royyan pada dirinya sendiri.


"Iiiiiiih ko bisa sebaper ini sih!" kata Nadhiirah saat sudah di dalam kamar mandi dan dia ngomong sendiri.


"Bisa bisa mati karena kalimat kalimat indah suamiku!"

__ADS_1


Maklum lah ya, Nadhiirah itu tidak pernah pacaran, Tapi kalau mendengar gombalan sering namun dia sering merasa biasa saja, tidak seperti sekarang,hanya kalimat kalimat indah sederhana yang di sampaikan Royyan namun membuat dirinya melayang ke atas awan.


Begitu juga dengan Royyan, dia tidak pernah gombal ke perempuan walaupun rasa kagum pada perempuan suka timbul pada dirinya.Jadi yang dia sampaikan pada Nadhiirah itu memang kalimat langsung yang ada dalam hatinya yang sejalur dengan otaknya.


__ADS_2