
Anak Ketiga bernama Putri Andini Sri Rahmawati Al-Habsyi Abdurahman.Menikah dengan laki laki pilihan ayahandanya dari pesantren di lirboyo yaitu Asep Rizal Zailani.Bukan anak dari seorang Kyai ataupun ustadz,tapi beliau anak dari seorang mualaf yang di beri hidayah oleh Allah.Kang Asep menuntut ilmu agama di pesantren lirboyo hingga berhasil menjadi seorang ustadz muda dan di jadikan menantu oleh Kyai Yasa alias ayahanda teh Putri.Sudah di karuniai dua orang putra.Anak pertamanya berumur dua belas tahun sudah masuk pesantren tasawuf.Dan anak satu lagi masih berumur lima tahun.
Anak ke empat bernama Siti Alvi Windiani Al-Habsyi Abdurahman.Menikah dengan seorang anak ulama besar di jawa barat.Yaitu kang Roni As-Roni As-Sudais.Mempunyai satu anak bernama Muhammad Alvin Ginanjar As-Sudais masih berumur satu tahun lebih lima bulan.
Anak kelima bernama Muhammad Hatim Husni Abdurahman.Masih berusia dua puluh tiga tahun tapi sudah sukses menjadi ustadz muda yang tampan.Menikah dengan wanita pilihan uminya kakak kakaknya juga pilihan dirinya.Istrinya adalah salah satu santri wanita di pondok pesantren pimpinan ibunda tercinta yang masih berumur sembilan belas tahun.Walau masih muda,tapi ilmu agamanya sudah bagus.
🦚🦚🦚
Tok tok tok
"Assalamualaikum!" teriak teh Alvi dengan penuh semangat setelah sampai di depan pintu rumah umi Nurul.
"Waalaikumusalam!" jawab teh Zahra dari dalam rumah sambil buru buru membukakan pintu.
"Vi?" tanya teh Zahra dan teh Alvi langsung mencium tangan kakak tertuanya itu.Sedangkan kang Roni hanya mengatupkan tangannya dengan susah payah karena sambil menggendong Alvin.
"Ada apa?" tanya teh Zahra.
"Boleh aku masuk dulu?"
__ADS_1
"Ah ya sudah ayo masuk!"
"Mas,kamu masuk duluan ya,aku mau panggil teh Dawa dulu!"
"Iya!"
Teh Alvi langsung pergi ke rumah teh Dawa.Sedangkan kang Roni langsung masuk.Di ruang keluarga sudah ada umi Nurul di temani Liza anak perempuan paling kecil teh Zahra.
"Assalamualaikum umi!" kata kang Roni dan mencium tangan mertuanya.
"Waalaikumusalam Roni,mana Alvi?"
"Vin,salim dulu sama nenek!" menurunkan Alvin dari gendongannya.
"Anak pintar!" kata Umi Nurul setelah Alvin mencium tangannya.
"Main sama kak Liza sana!"
"Alvin,ayo kita main!" ajak Liza.
__ADS_1
"Ayo!" mereka langsung pergi menghilang entah ke mana.
Tidak lama kemudian,teh Alvi,teh Dawa,kang Rahmat,teh Putri,kang Asep datang bersamaan.Mereka langsung menyalami umi Nurul.
Tidak lama juga dari itu datang teh Zahra membawa baki yang sudah di atasnya beberapa gelas air bersama kang Ahmad.
"Ada apa sebenarnya kok kumpul tiba tiba,dan kenapa Hatim gak di ajak?" tanya umi Nurul.
"Kan Hatim sedang tidak ada umi!" jawab teh Dawa.
"Oh iya,tapi harusnya dia sudah pulang!" kata umi Nurul.
"Itulah yang mau aku bicarakan umi,sehingga mengundang kalian tiba tiba!" kata teh Alvi.
"Jadi gimana?" tanya teh Zahra.
"Gini,Hatim sedang liburan ke pantai bersama istrinya,pak Bima ayah dari istri Hatim sudah memberi tahu Hana bahwa Hatim adalah istrinya.Nah,sekarang aku mau membuat rencana penyambutan untuk pengantin baru terungkap itu!" jelas teh Alvi.
"Alhamdulillah kalau gitu,terus apa rencana kamu?" tanya teh Putri.
__ADS_1