
Vicky mendekati wanita yang tengah berdiri membelakanginya. Wanita itu menatap lurus ke depan, memperhatikan interaksi antara pria dan wanita yang berada cukup jauh dari tempatnya berdiri.
“Sudah ku bilang, pria itu bukan pria baik-baik,” ucap Vicky dari belakang tubuh Rea, wanita aneh yang berawal bertemu dari perseteruan mereka di jalan raya.
Rea menoleh ke arah Vicky dengan tatapan tajam, lalu memandang lurus ke depan.
“Aku sudah lihat beberapa kali pacarmu dengan wanita itu. Dia itu selingkuh,” ucap Vicky lagi. “Dia tidak lebih baik dari aku.”
“Diam. Bisa diam ngga sih?” Rea memasang wajah ketus. “Aku ngga butuh komentarmu.”
Vicky tertawa, karena semakin galak, wajah Rea terkesan semakin sexy dan itu membuat Vicky tertantang.
Rea berjalan meninggalkan Vicky di sana. Namun Vicky tak mau kelah dan tetap membuntuti Rea.
Wanita itu menoleh ke arah belakang, karena Vicky masih saja mengikuinya. Langkahnya pun terhenti, lalu mereka berdiri sejajar.
“Ngapain ngikutin aku?” tanya Rea.
“Ngapain ngikutin kamu, aku juga mau pulang,” sahut Vicky yang memang akan meninggalkan rumah sakit ini.
Ia berjalan mendahului Rea. Namun, kakinya terhenti dan menoleh lagi ke arah Rea. “Oh iya, kamu ngapain di rumah sakit? Thia dan Nisa sehat kan?”
__ADS_1
Rea terdiam. Ia tak menjawab pertanyaan Vicky yang menanyakan kedua adiknya. Vicky memang sudah dekat dengan kedua adik Rea yang semua berjenis kelamin perempuan. Thia adik Rea pertama yang duduk dibangku SMA kelas sebelas, sedangkan Nisa adik kedua Rea duduk di bangku SMP kelas sembilan.
“Rea. Bukan adikmu yang masuk rumah sakit kan?” tanya Vicky lagi.
“Bukan urusanmu,” jawab Rea, lalu berjalan melewati Vicky.
Tetapi, sesaat ketika Rea melintas, Vicky langsung mencekal tangan itu. “Aku benar-benar khawatir dengan adik-adikmu.”
“Lepas.” Rea melirik ke arah pergelangan tangannya yang di pegang kuat oleh Vicky. “Jangan coba-coba berbuat mesum disini!”
Vicky tertawa, memang Vicky selalu menggoda gadis itu. Entah mengapa, Vicky senang sekali menggoda gadis galak itu. Apalagi sewaktu Rea menjadi guide di labuan bajo, Vicky beberapa kali mengerjainya, bahkan asisten Kenan itu sudah mengambil ciuman pertamanya. Dan, hal itu cukup membuat Rea sangat jengkel. Ia malas berurusan dengan Vicky, karena tiap kali pria itu ada, maka pasti akan berakhir dengan kemesuman. Padahal Rea sendiri tak pernah diperlakukan seperti itu oleh kekasihnya. Kekasih Rea yang bernama Attar tidak pernah berani menyentuhnya. Namun Vicky sudah sering sekali memegang tangan bahkan mencium bibirnya seenak hati.
Ternyata, Vicky dan Kenan sama saja, sama-sama pemaksa untuk mendapatkan wanita yang diinginkan.
“Lepas.” Rea menghentakkan tangannya hingga cengkaraman itu pun terlepas.
“Dasar om-om mesum jelek,” umpat Rea sembari terus melangkahkan kakinya keluar dari gedung ini dan berjalan cepat menuju motor matic yang terparkir di tempatnya.
Vicky hanya tersenyum melihat gadis itu pergi. Ia terus memperhatikan gadis itu dari belakang.
Setelah memastikan Rea pergi dengan sekuter matiknya, Vicky justru kembali ke dalam gedung. Ia mencari tahu siapa orang yang dijenguk Rea. Sejak bertemu dengan gadis aneh itu di jalan raya, Vicky sudah tertarik. Ditambah saat kebersamaan mereka yang cukup lama di Laboan Bajo, membuat Vicky semakin tertarik dan mencari tahu tentang gadis itu.
__ADS_1
Semakin tahu latar belakang Rea yang sudah tidak memiliki orang tua dan bertanggung dengan kedua adiknya, semakin membuat Vicky ingin mengenal gadis itu lebih jauh. Ia merasa ada kesamaan nasib antara dirinya dan Rea. Namun, satu yang menjadi ganjalan, Rea telah memiliki kekasih.
“Oh, oke, sus. Terima kasih,” ucap Vicky yaang mengetahui bahwa yang berada di rumah sakit ini adalah Ibu dari kekasih Rea.
Rea datang untuk menjenguk Ibunya Attar. Namun, justru Rea melihat kebersamaan Attar dengan wanita lain.
Attar dan Rea tinggal bersebelahan. Mereka bertetangga dulu, sewaktu Rea masih memiliki rumah di perumahan elite ketika kedua orang tuanya masih hidu. Orang tua Attar sangat dekat dengan orang tua Rea. Attar yang lahir tiga tahun lebih tua dari Rea pun sudah seperti kakak adik. Mereka bermain bersama sedari kecil dan saling bertukar cerita dalam hal apapun hingga dewasa.
Attar diterima di sebuah universitas negeri di Bandung usai lulus sekolah menengah atas, sehingga membuat mereka tidak lagi sering bertemu, karena saat itu Rea baru duduk di bangku SMA. Namun, komunikasi mereka tetap berjalan dengan intens. Bahkan Attar sering pulang ke rumah saat weekend dan libur kuliah.
Attar dan kedua orang tuanya selalu membantu keluarga Rea, selalu ada saat sulit Rea, apalagi ketika satu persatu orang yang Rea cintai meninggalkannya. Mereka selalu ada di saat Rea terpuruk karena kehilangan ayah dan ibunya.
Saat ini, Rea sudah tak lagi tinggal di perumahan elite itu. Sejak ayahnya meninggal dan sang ibu di vonis kanker rahim. Rea harus menjual rumah itu, satu-satunya harta peninggalan sang ayah dan satu-satunya kenangan yang ia miliki bersama sang ayah. Ia menjual rumah itu untuk biaya penyembuhan sang ibu dan untuk biaya kehidupannya sehari-hari juga pendidikan lanjutan kedua adiknya. Namun, usaha Rea tidak berhasil karena sang ibu pun tak dapat bertahan lama. Sang ibu meninggal di rumah kecil yang sekarang Rea tempati bersama kedua adiknya.
Attar selalu ada, di saat-saat itu. Di saat Rea membutuhkan pundak untuk bersandar, Attar pun hadir. Lalu, mengutarakan perasaannya. Rea menyetujui permintaan Attar yang menginginkan dirinya untuk menjadi kekasih, karena sejak kecil, Rea pun menyukai pria itu.
Namun siapa sangka, ternyata Attar tidak sebaik yang Rea tahu. Di depan Rea dan kedua orang tua Attar atau semua orang, Attar adalah pria manis yang penurut, tidak pernah marah, sopan, dan sangat perhatian. Tetapi jika berada di Bandung, Attar menjadi pria liar. Ia sering beberapa kali one night stand dengan mahasiswi yang memang sering melakukan itu.
Bahkan ia memerawani adik kelas yang berada dua tingkat di bawahnya, hingga kini. Gadis yang Rea lihat bersama kekasihnya itulah yang menjadi selingkuhan sang kekasih saat di Bandung. Hubungan mereka pun dekat seperti layaknya suami istri.
Dua tahun berpacaran dengan Rea, pria itu sama sekali tak pernah menyentuhnya, ia sangat menghargai Rea. Di hadapan Rea, Attar selalu berhasil memendam hasrat, lalu di lampiaskan pada pacarnya yang berada di Bandung.
__ADS_1
Hingga kini Rea masih menepis apa yang ia lihat tadi, karena sebelumnya Attar pernah memperkenalkan gadis itu sebagai teman kuliahnya di Bandung dan Rea percaya.
“Dasar gadis aneh yang bodoh, udah tahu dikadalin masih aja ngga percaya,” gumam Vicky saat tidak sengaja melihat kekasih Rea bersama gadis selingkuhan yang ia akui sebagai teman di depan Rea itu, berciuman di toilet.