Aku Bukan Wanita Penggoda

Aku Bukan Wanita Penggoda
Eksta part 11


__ADS_3

Hari ini, Kenan mengajak istri dan anaknya ke sebuah hotel bintang lima di pusat kota. Ia membawa istri dan putra pertamanya untuk mengadakan konferensi pers, sesuai yang dijadwalkan. Seperti biasa, Mereka ditemani oleh Vicky dan Siska sekretaris Kenan.


“Kamu cantik sekali, Sayang.”


“Kamu juga tampan.”


Hanin memegang dagu Kenan yang berbulu saat ia masih menghadap cermin, sedangkan Kenan memeluknya dari belakang.


“Apa Kevin sudah siap?” tanya Hanin.


“Ya, dia sudah bersama Bi Lastri.”


Kenan mengendus dan mencium leher itu.


“Hmm ... sudah nanti kita terlambat.” Hanin berusaha menghentikan aktifitas sang suami sembari tertawa, karena jika tidak, hal ini akan berlangsung lama.


“Awas ya!” Ancam Kenan karena sang istri berani menghindarinya.


“Ayo!” Hanin tertawa sembari menarik lengan sang suami agar keluar dari kamar.


Kenan pun tersenyum dan mengikuti langkah sang istri.


****


Sesampainya di hotel tersebut. Kenan beserta anak dan istrinya di sambut oleh media. Kenan sengaja menggendong Kevin di tangannya saat ia turun dari mobil dan Hanin memegang lengan sang suami. Mereka berjalan beriringan hingga di tempat yang disediakan.


“Wah anak anda tampan sekali, Pak.”


“Lucu.”


“Menggemaskan.”


“Istri Pak Kenan juga cantik sekali.”


Komentar-komentar itu cukup terdengar di telinga Kenan dan Hanin. Mereka hanya tersenyum. Sungguh Hanin sangat bahagia. Di tambah hari ini ada keluarga sang kakak yang datang secara langsung khusus untuk menghadiri Aqiqah Kevin yang akan digelar lusa.


Kenan dan Hanin duduk berdampingan. Setelah Vicky pembuka acara tersebut, tibalah Kenan yang bersuara.


“Ehem ... Selamat malam? Apa kabar semua?” tanya Kenan pada audience.


Semua orang yang berada di depannya pun menjawab bersamaan, “Baik.”


“Malam ini saya akan memperkenalkan putra sulung saya, cucu pertama laki-laki keluarga Adhitama dengan nama Kevin Putra Adhitama. Lahir dengan berat 3,8 kilogram. Tepatnya pada tanggal 22 Oktober. Saat ini baru berusia 26 hari. Kevin Putra Adhitama pewaris tahta selanjutnya keluarga Adhitama dan kelak dia yang akan melanjutkan semua bisnis yang saya miliki.”


“Wah ...” sorak audience di sana.


Semua orang di negeri ini tahu kekayaan keluarga Adhitama. Bahkan sebelumnya, Kenan di gadang-gadang untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur ibukota, karena kepiawaiannya dalam berstrategi, masih muda, dan memiliki tanggung jawab yang tinggi. Namun, Kenan tidak berminat untuk masuk ke dunia politik karena ranahnya adalah bisnis. Ia tak ingin mencampuradukkan passion-nya.


“Kami mengurusnya sendiri. Setiap malam kami bergantian menjaga Kevin yang sering terjaga di tengah malam. Bahkan Hanin masih belum mau menggunakan baby sitter,” jawab kenan saat wartawan itu bertanya tentang cara Kenan dan Hanin merawat bayi mereka yang masih sangat kecil.


“Kami dengar, lusa acara aqiqah putra anda. Apa benar?”


“Ya.” Kenan dan Hanin mengangguk bersamaan.


“Berarti akan ada acara mewah?”

__ADS_1


“Tidak mewah, hanya acara biasa. Tapi saya mengundang semua kerabat dekat dan para karyawan saya,” jawab Kenan yang kian hari semakin merendah, tidak sombong seperti dulu dan itu semua karena Hanin.


“Termasuk rekan-rekan politik anda?”


“Ya, karena mereka adalah sahabat-sahabat saya.”


“Hidup anda sudah lengkap. Apa nantinya anda benar-benar akan masuk ke dunia politik untuk mengabdikan diri pada masyarakat?” tanya salah satu wartawan lagi, karena Kenan memang banyak mengenal petingi-petinggi negara termasuk presiden.


Kenan adalah pengusaha muda yang sukses bukan hanya di negara sendiri tapi juga manca negara. Dirinya pun kerap menjadi nara sumber pada acara-acara yang melibatkan kementerian. Ia juga sering dipuji oleh menteri keuangan karena menjadi contoh pengusaha yang taat pajak.


“Ya benar hidup saya semakin lengkap. Memiliki istri yang cantik.” Kenan menggenggam tangan Hanin dan tersenyum menatap ke arahnya dengan penuh cinta. “juga di anugerahi anak yang tampan. Saya tidak ingin serakah untuk memasuki dunia yang bukan ranah saya.”


Semua kembali bertepuk tangan dan bersorak mendengar jawaban Kenan.


“Tapi saat ini nama anda di sebut-sebut akan mencalonkan diri dalam pemilihan gubernur periode mendatang,” celetuk slah satu wartawan yang lain dari media berbeda.


“Tidak. Itu tidak benar. Saat ini saya hanya memfokuskan diri pada keluarga dan bisnis saja.”


Kenan menjawab semua pertanyaan-pertanyaan dari media terkait tentang keluarga, bisnis dan namanya yang mulai muncul di dunia politik. Hanin pun mendapatkan beberapa pertanyaan seputar kebiasaan Kenan di rumah dan karakter sang suami.


Di sini, media sangat ingin mengenal sosok Kenan lebih dalam.


“Tidak, dia tidak pernah marah,” jawab Hanin ketika mendapat pertanyaan dari salah satu wartawan mengenai karakter Kenan yang dikenal arogan dan tempramen.


“Saya tidak bisa marah padanya. Justru saya takut kalau dia ngambek karena malamnya pasti dia tidak mau tidur dengan saya.”


Semua tergelak.


“Anda bisa merasakan bukan? Tidak enaknya tidur sendiri di kamar?” Kenan tersenyum sembari membalikkan pertanyaan itu pada wartawan laki-laki, membuat semua kembali tertawa.


Hanin ikut tertawa sembari memukul pelan bahu sang suami yang menempel dengannya.


Sungguh, aura kebahagiaan yang Hanin dan Kenan tampilkan membuat semua orang yang hadir di sana ikut tersenyum dan bahagia.


Dua puluh menit kemudian, sesi tanya jawab pun selesai. Kemudian Vicky menutup acara itu. Lalu, media mulai memoto kembali keluarga kecil yang tengah berbahagia itu.


Lalu, Kenan beralih ke restoran. Mereka menikmati makan malam di sana, karena Rasti, Kiara, Gunawan dan Kayla sudah menunggu di restoran itu.


Vicky dan Siska menjadi saksi kebahagiaan keluarga itu.


“Ken, lu yakin mau jadi gubernur?” tanya Gun pada Kenan.


Di luar restoran yang mengarah pada pemandangan kolam renang dan udara malam yang sejuk, Kenan bersama Vicky dan Gunawan duduk di sana. Mereka memisahkan diri dari para wanita yang sedang berbincang di dalam Resto.


“Ngga lah, gue belum siap. Tanggung jawabnya gede. Belum lagi nantinya gue bakal ngga punya waktu buat anak istri.”


“Ya, iyalah. Orang mesum kaya lu, mana bisa jauh dari Hanin,” celetuk Vicky.


Kenan tertawa.


“Sekarang giliran lu, Vick. Gimana kabar tuh cewek?” tanya Gunawan pada mantan rivalnya dulu.


“Cewek yang mana?” tanya Vicky pura-pura.


“Halah, gue juga tahu kali. Kiara cerita.”

__ADS_1


“Kiara ember nih.” Vicky tertawa sembari menyesapkan minumannya.


Kiara memang pernah di ajak Vicky untuk menemui Rea di sebuah cafe. Walau Rea tidak peduli masa lalu Vicky, tapi Vicky tetap memperkenalkan Kiara pada gadis itu.


“Langsung aja nikahin, Vick.” Kata Kenan.


“Gimana caranya? Dia aja masih punya pacar.”


“Halah, baru punya pacar kan? Bukan suami,” kata Kenan.


Gunawan hanya tersenyum karena Kenan menyindirnya telak. Ia hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal sembari mendengar rencana licik Kenan untuk wanita sahabatnya.


“Gila, rencana lu parah.” kata Vicky.


“Hmm ... jangan-jangan seperti ini juga lu dapetin Hanin?” tanya Gun.


“Uh, lebih ekstrim,” sahut Vicky yang langsung mendapat tendangan dari Kenan.


“Yang penting doi jadi istri lu kan?” tanya Kenan dengan senyum menyeringai.


“Bolehlah.” Vicky pun tersenyum licik.


“Gue ngga ikutan,” kata Gun menyandarkan tubuhnya pada badan kursi.


“Gue tetep butuh lu Gun, buat nyari bukti kalau cowok Rea bajing*n.”


“Iya, kalau itu pasti gue bantu.”


“Cheers buat kembalinya persahabatan kita,” kata Kenan dengan mengangkat minumannya ke atas.


“Cheers.” Gunawan mengikuti Kenan.


“Cheers.” Vicky juga.


Lalu, mereka tertawa.


Di dalam sana, Hanin dan Kiara pun ikut tersenyum melihat hal itu.


“Akhirnya mereka akur lagi,” ucap Kiara dan Hanin ikut mengangguk.


Kiara menoleh ke arah Hanin. “Semua karena kamu, Han. Wanita penggoda.”


“Ra,” rengek Hanin.


“Iya, bener kan? Wanita penggoda yang berhasil menggoda kakak kesayanganku.”


“Hmm ...” Hanin memeluk Kiara dan Rasti yang melihat hal itu pun ikut memeluk kedua putrinya dari belakang.


Rasti berpikir, mungkin jika Kenan berjodoh dengan Vanesa tidak akan seperti ini endingnya. Memang terkadang apa yang terbaik menurut menusia belum tentu terbaik menurut penciptanya dan hanya Dia yang tahu apa yang terbaik untuk umatnya. Jadi berpikir positiflah dengan apa yang kalian dapatkan walau itu tidak sesuai dengan keinginan awal.


Couple Kenan dan Hanin ketika konferensi pers



__ADS_1


Hanin dan Kak Nida, saat Hanin menjemput kakaknya di bandara



__ADS_2