
Ceklek...
"Assalamualaikum"
Birru dan Rengganis masuk ke dalam rumah,pertama yang di lihat Rengganis adalah ruang tamu minimalis dan sofa minimalis juga,ada poster ka',bah dan masjid nabawi begitu besar di temboknya.
Rengganis dan birru melanjutkan masuk ke ruangan berikutnya,ada ruangan begitu besar tanpa sekat,di situ ada ruang TV ada ruang makan dan dapur bergaya mini bar dan di pojok ada ruangan yang di skat kaca bening.
"Ini nanti akan jadi ruang keluarga,agar sayang tidak kerepotan jika sedang menjaga anak anak kita,sayang bisa sambil masak,sambil mengawasi anak-anak kita,jika keluarga sedang berkumpul,kita akan kumpul disini,dekat dengan makanan dan dapur" Ucap Birru.
"Itu yang di pojokan ruang apa Mas,kok pakai kaca bening" Tanya Rengganis.
"Itu ruang kerja Mas" Jawab Birru.
"Apa tidak menggangu nanti nya?kenapa tidak di atas saja" Tanya Rengganis lagi.
"Tidak sayang,Mas ingin bekerja sambil melihat kalian semua,kalian akan menjadi penyemangat Mas,dan dapur itu,dari Rizki yang Allah berikan lewat mas,itu yang akan menentukan jiwa raga kita sayang,mas ingin bersemangat mendapat Rizki yang halal,berawal dari makanan yang kita makan itu yang akan mempengaruhi jiwa kita.
Dengan melihat kalian dan dapur sumber makanan ini,Mas tidak ingin satu sen pun kalian makan dari hal yang tidak halal,karena itu sangat berpengaruh besar,makan dari hal yang tidak halal akan merusak keturunan,rusaknya amalan,rusaknya iman,merusak jiwa kita,menjadikan Allah murka,Mas tidak mau itu terjadi sayang" Ucap Birru.
"Iya sayang,Rengganis akan mendukung Mas dengan selalu mengingatkan untuk mencari Rizki yang halalan toyiban,di balik imam yang baik,pasti ada makmum yang teliti dan saling mengingatkan"Ucap Rengganis sambil tersenyum.
" Makasih sayang,Mas beruntung punya kamu,ingat sayang kita harus sama-sama berjuang menuju surga nya,Mas ingin kamu menemani Mas di surga juga,pasti bidadari pada cemburu karena cinta Mas ke sayang begitu besar" Ucap Birru.
Rengganis begitu terharu dengan ucapan Mas Birru.
"Ganis juga beruntung mempunyai imam keluarga seperti Mas,Ganis akan berusaha jadi makmum yang baik untuk Mas" ucap Rengganis.
Birru merangkul Rengganis dan mencium kening Rengganis.
Mereka berjalan menuju lantai atas,disana ada empat kamar,kamar utama adalah kamar Rengganis dan Birru,kamar yang cukup besar dan ada mushola kecil di lantai atas.
Semua perabotan dan perlengkapan sudah terisi semua,sebenarnya rumah ini sudah di siapkan Birru jauh sebelum menikah dengan Rengganis,dan sesekali menyuruh orang untuk membersihkan nya.
Tapi perabotan dan perlengkapan nya baru beli tiga hari yang lalu dengan bantuan Dion,Dion memang dapat di andalkan dalam segala hal.
Di belakang ada kolam renang minimalis,dan taman minimalis pula,Birru memilih rumah yang serba minimalis agar rumah ini terasa keramaian nya,jika rumah nya besar,semua terasa begitu sepi.
__ADS_1
"Mas,kapan kita pindah?" Tanya Rengganis.
"Sore ini sayang"
"Hah sore ini,apa Mama setuju"
" Ya kewajiban orang tua ya mendukung hal baik untuk anaknya,papa mama pasti mengerti.Sayang,Mas ingin hidup mandiri dengan mu,seandainya Mas tidak punya uang banyak pun,Mas akan memilih mengontrak dan hidup mandiri bersama mu sayang.
Kata orang-orang biasanya lima tahun pertama vase pernikahan itu begitu sulit,Mas ingin melewati masa sesulit apa pun dengan mu,lima tahun pertama itu masa perkenalan,masa menunjukan jati diri yang sebenar benar nya pada pasangan,dan masa menumbuhkan cinta pada pasangan,Mas ingin melaluinya fokus dengan mu,dan belajar dewasa dalam rumah tangga tanpa campur tangan orang tua,kasihan mereka sayang,sudah mengurus kita dari kecil,Mas tidak mau mereka mengurusi rumah tangga kita juga,kita masih bisa menelfon dan berkunjung kapan pun ke rumah mama.
biar lah selalu ada rindu di antara keluarga besar kita,agar selalu tercipta kasih sayang dan cinta" Ucap Birru.
Rengganis mengerti, "Baiklah Mas,Aku nurut saja dengan imam ganteng ku" Ledek Rengganis.
Mas Birru pun tersenyum lalu mengajak Rengganis pulang,karena sore ini akan di adakan walimatul ursy,kelurga Wijaya hanya mengundang tetangga terdekat,agar mereka tahu bahwa Albirruni sudah menikah.
Sore ini untuk acara walimatul ursy Rengganis menggunakan gamis putih dan Mas Birru menggunakan Koko putih,mereka begitu tampak serasi,semua tetangga mengucapkan selamat dan mendoakan akan keberkahan pengantin baru ini,mereka semua merasakan kebahagiaan atas pernikahan Albirruni dan Rengganis.
Setelah selesai acaranya,Birru dan Rengganis pun berpamitan ingin pindah ke rumah nya sore ini juga.
"Pa,Ma,seperti yang Al bicarakan sebelumnya,Al akan ke rumah baru jika sudah menikah,Al akan ke rumah baru sekarang Ma Pa" Ucap Birru.
"Biarkan Al mandiri Mah,nanti juga mereka sering kesini atau mama dan papa yang ke rumah Al" Ucap papa menenangkan mama.
"Ya sudah,tapi hati-hati jaga diri baik-baik disana,bimbing Rengganis dengan baik,sayangi dia seperti kamu sayang mama dan adik-adikmu Al," Ucap mama memberi nasehat pada Birru.
Birru pun mengangguk lalu mereka saling berpelukan.
Birru dan Rengganis bergegas menuju rumah baru nya.
Sebelum nya mereka mampir dulu ke supermarket membeli kebutuhan pokok.
hingga sampai rumah sudah magrib,mereka pun bergegas sholat magrib berjamaah di mushola kecil di lantai atas,setelah selesai sholat mereka pun mengaji surat Al-Baqarah karena rumah ini sudah lama kosong dan baru kali ini di tempati.
Rasulullah saw bersabda "Jangan lah kalian menjadikan rumah laksana kuburan karena sesungguhnya syetan akan lari dari rumah yang di dalam nya dibacakan surat Al-Baqarah"(HR.Muslim)
Setelah selesai mengaji Rengganis segera menuju dapur dan menata makan malam,kebetulan tadi Mama Birru membekali nasi dan lauk Pauk masakan dari acara walimatul ursy.
__ADS_1
Mereka makan bersama dalam satu piring dan satu gelas yang sama,kebiasaan Rengganis memang akan makan lahap jika makan bersama-sama.
setelah selesai makan mereka pun menuju kamar dan duduk di balkon.
" Mas lihat bintang dan bulan nya terang banget malam ini" Ucap Ganis sambil tangan nya menunjuk ke atas.
"Sayang,jika langit dan bintang bintang itu menjadi gelap, rumah ini akan tetap terang karena pancaran sinar wajah cantikmu"Ucap Birru.
Rengganis pun tersenyum " gombal ih"
"Malam semakin larut,tapi percayalah cinta Mas tak kan pernah surut"
Rengganis begitu geram dengan gombalan Mas Birru "Ih Mas ini" ucap Rengganis sambil tangan nya mencubit hidung Mas Birru,entah lah sudah menjadi kebiasaan jika Mas Birru terus meledeknya.
Mas Birru langsung sigap menggenggam erat tangan Rengganis,dan mendekatkan wajah nya dengan wajah Rengganis.
Bibir mereka pun beradu mereguk manis nya keindahan cinta yang halal,biarlah hembusan angin malam menjadi saksi bisu cinta kasih dua sejoli pengantin baru yang sedang di mabuk asmara.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
(Jangan lupa like komen dan vote,makasih sudah setia membaca,kadang suka ga nyangka bisa menulis sampai sejauh ini di angka 100 episode,semoga kita semua sehat selalu dalam lindungan Allah SWT .aamiin)