Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Mencoba Mengikhlaskan


__ADS_3

Albirruni melepaskan pelukan nya lalu memberi tahu Rengganis bahwa ia sudah memesan tiket ke Jogja,Albirruni langsung packing baju-baju nya lalu mengingatkan Rengganis karena Rengganis tidak boleh stres dalam keadaan hamil.


Mereka berdua mandi lalu segera bersiap-siap menuju bandara.


Rengganis terlihat lemas dan masih sesekali meneteskan air matanya.


Birru terus saja memberi semangat dan mengingatkan bahwa ada yang harus di jaga dalam diri Rengganis selain dirinya sendiri.


Mereka menuju bandara di antar oleh sopir Papa Wijaya.Sesampainya di bandara Birru langsung chek in lalu menaiki pesawat karena memang Birru memilih jadwal penerbangan yang ada siang itu juga,di harapkan Rengganis masih bisa melihat ibu nya untuk yang terakhir kalinya.


Di dalam pesawat Rengganis masih termenung,tiba-tiba fikiran nya mengenang semua tentang ibunya,dari ia masih kecil hingga dewasa sekarang ini.


Yang Rengganis lebih sedih lagi ibu nya belum sempat menimang anak dari nya,cucu pertama nya.


Birru tahu perasaan Rengganis,Birru lalu memeluk Rengganis dan menenggelamkan kepala Rengganis di dada nya.


"Sayang,kamu pasti kuat"


"Kenapa Ibu meninggalkan Rengganis saat ini Mas,Ibu belum melihat anak kita,kebanyakan orang melahirkan anak pertama mereka di rumah ibu,belajar dari ibu,nanti aku bagaimana tanpa ibu"😭😭


" Ini sudah takdir,Maut itu rahasia Allah sayang,lahiran nanti ada Mas,Ada Mama,bila perlu Mas jemput Mama Aby juga,ada banyak yang menyayangimu"


Rengganis mengangguk,tapi air mata nya tidak berhenti juga.


***


Jenazah Bu Ningsih sudah di pulangkan ke rumah,banyak tetangga yang melayat juga.


Papa Wijaya juga sudah menghubungi keluarga papa Rafi yang ada di Bandung,papa Rafi juga langsung terbang dari Bandung menuju Jogja.


Pak Harjo meminta warga untuk menunggu Rengganis sebelum jenazah Bu Ningsih di makamkan.


Jenazah Bu Ningsih sudah di mandikan dan di sholatkan,hanya menunggu Rengganis beberapa menit lagi,karena masih dalam perjalanan.


***


Tidak membutuhkan waktu lama perjalanan Surabaya Jogja menggunakan pesawat.


Kini pesawat yang Rengganis tumpangi sudah mendarat di Jogjakarta.


Albirruni segera memesan taxi online,setelah keluar dari bandara taxi online sudah menunggu di depan loby,Rengganis dan Albirruni segera menaiki nya.


Sesampainya rumah orang tua Rengganis disana sudah banyak orang yang melayat,ada bendera kuning yang terpampang di depan rumahnya.


Rengganis menarik nafasnya dalam-dalam lalu mengeluarkan nya dengan pelan,Birru memapah Rengganis keluar dari taxi,Rengganis di sambut oleh sahabatnya Melly,Aisha dan Wulan yang sudah di kabari oleh Dion.


Rengganis berjalan tertatih di papah oleh Mas Birru,ia langsung menuju jenazah ibu nya yang sudah terbungkus kain kafan.


Ia membuka nya sedikit lalu mencium kening ibu nya.Rengganis sebisa mungkin menahan untuk tidak menangis di depan ibu nya.


Setelah itu Rengganis menengadahkan tangannya lalu berdoa untuk ibu nya.


“ALLAHUMMAGHFIR LAHA WARHAMHA WA ‘AAFIHI WA’FU ‘ANHA WA AKRIM NUZULAHA WA WASSI’ MUDKHALAHA WAGHSILHA BILMAA`I WATS TSALJI WAL BARADI WA NAQQIHI MINAL KHATHAAYAA KAMAA NAQQAITATS TSAUBAL ABYADLA MINAD DANASI WA ABDILHU DAARAN KHAIRAN MIN DAARIHI WA AHLAN KHAIRAN MIN AHLIHI WA ZAUJAN KHAIRAN MIN ZAUJIHI WA ADKHILHUL JANNATA WA A’IDZHU MIN ‘ADZAABIL QABRI AU MIN ‘ADZAABIN NAAR"


(Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, lindungilah ia dan maafkanlah ia, muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnyak, bersihkanlah ia dengan air, salju dan air yang sejuk. Bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran, dan gantilah rumahnya di dunia dengan rumah yang lebih baik di akhirat serta gantilah keluarganya di dunia dengan keluarga yang lebih baik, dan pasangan di dunia dengan yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam surga-Mu dan lindungilah ia dari siksa kubur atau siksa api neraka).


Rengganis lalu berdiri dan berbicara pada bapaknya.


"Pak,lebih baik ibu di kuburkan sekarang,jangan menunda lagi,Rengganis sudah ikhlas"

__ADS_1


Bapak lalu memeluk Rengganis kemudian semua warga membantu pak Harjo menguburkan jenazah istrinya.


Rengganis juga memeluk Raka yang masih terus saja menangis,Rengganis tahu walaupun Raka seorang laki-laki, tapi Raka juga sangat dekat dengan ibu,Raka juga memiliki hati yang mudah terharu.


Mereka semua menuju pemakaman bersama.


Jenazah kini sudah di makam kan,Rengganis dan keluarga serta warga sudah kembali ke rumah masing-masing.


Sesampainya di rumah Rengganis segera merebahkan dirinya di sofa,Mama Birru memberikan teh manis hangat pada Rengganis.


"Minum sayang,pasti Kamu lelah"


"Makasih Ma"


Rengganis meneguk sedikit demi sedikit teh manis yang Mama berikan.


Setelah itu Rengganis merebahkan kembali tubuh nya di sofa.


"Sayang istirahat di kamar saja yuk" Ajak Albirruni.


"Sebentar Mas,masih ingin di sini" Ucap Rengganis.


Birru mengerti,ia mengelus kepala Rengganis menemaninya rebahan di sofa juga.


Rengganis seketika menerawang kembali kejadian bersama ibu nya di rumah ini,kenangan itu tak kan pernah terlupakan olehnya.


Di rumah ini,


Rumah tua tempat kita dulu,


Ada kisah mengharu biru. 


Halaman rumah nan lapang,


Ada cerita yang tak terlupa. 


Di sinilah,


Aku mengerti tentang


Cinta dan kasih. 


Aku memahami


Bagaimana hangatnya hati,


Kala seorang Ibu memberi. 


Ia memberi tanpa mengharap,


Harapannya hanya agar aku bahagia. 


Itulah ibu. 


Usapan hangat 


Di punggungku, setiap kali menjelang tidur.


Masih kurasakan 

__ADS_1


Serasa kasih sayangmu


Mengalir ke seluruh persada jiwaku. 


Kini aku rindukan


Semua tentangmu Ibu.


Suaramu, nasehatmu,


Tatapan kasihmu, marah, dan dongengmu. 


Ketika kukenang,


Menetes air mataku. 


Rengganis kembali meneteskan air matanya.


Tapi ia berjanji pada dirinya sendiri akan segera mengikhlaskan ibu nya,karena ia tahu Allah lebih menyayangi ibunya.


Tiba-tiba perut Rengganis merasakan kram.


"Mas,haduh perut ku"


Birru yang terpejam dan hampir terlelap di kagetkan dengan suara Rengganis yang mengaduh.


"Kenapa sayang?"


"Perutku Mas,sakit sekali,Kram Mas"


"Sabar sayang,Ayo kita ke rumah sakit sekarang"


Semua keluarga panik melihat Rengganis yang meringis kesakitan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.(Semoga kandungan Rengganis baik-baik saja ya)

__ADS_1


(Jangan lupa like,,komen dan Vote ya sayang)


__ADS_2