
Sudah sore hari,Hafiz dan Alisha pulang ke rumah Wijaya,rencana nya Hafiz juga akan membicarakan tentang lamaran nya pada Alisha, Hafiz ingin mengutarakan niatnya pada kedua orang tua Alisha.
Sesampainya di rumah Alisha,Hafiz dan Alisha Segera masuk ke dalam rumah,Hafiz duduk di ruang tamu,Alisha memanggil Mama dan Papa nya,Mbak Rengganis juga Albirruni serta Almira.
"Pah,Mas Hafiz ingin berbicara penting dengan Papah"
Papah mengangguk,Papah mengerti apa yang ingin di bicarakan Hafiz,karena papa dari awal sudah melihat Hafiz seperti ada perasaan lebih pada Alisha.
Semua berkumpul di ruang tamu,Hafiz lalu memulai berbicara.
"Maaf Om,Tante,saya mengganggu waktu kalian,saya hanya ingin mengutarakan niat baik saya,saya sudah mengenal Alisha beberapa bulan ini,dan saya merasa cocok dengan Alisha,saya ingin menunjukan niat baik saya,saya ingin menyempurnakan agama saya dengan menjadikan Alisha pendamping hidup saya,saya mengatakan ini kepada Om dan Tante karena saya ingin mendapat restu,persetujuan dari Om dan Tante" Ucap Hafiz.
Papa Wijaya mengangguk.
"Alhamdulillah kalau Hafiz mempunyai niat baik dengan Alisha,kita sudah mengenal Hafiz dengan baik,dan Om yakin Hafiz juga anak baik,bagi keluarga kita yang terpenting seiman,baik akhlaknya dan sayang dengan anak Om,Om dan Tante merestui,tapi semua kembali lagi pada Alisha,apakah Alisha menerima atau tidak" Ucap Papa Wijaya.
"Pah,Aku belum mau menikah dulu,Alisha mau kita bertunangan dulu,Alisha belum siap pah"
"Kakak tidak setuju jika harus bertunangan" Ucap Birru.
"Kenapa Kak?" Tanya Alisha.
"Bertunangan itu budaya barat,budaya kita di lamar ya sudah tidak boleh terlalu lama menunggu harus langsung menikah,kakak tidak mau kalian mengikuti budaya barat,bertunangan tapi seperti suami istri,kebanyakan mereka menganggap pertunangan itu sama dengan pernikahan,padahal jelas sekali itu berbeda,kakak percaya dengan kalian,tapi kakak tidak mau ada celah kesalahan dalam menjaga adik-adik kakak,kalian juga masuk dalam tanggung jawab kakak kelak" Ucap Birru.
"Lalu Harus bagaimana Al?" Tanya Hafiz.
"Jika Alisha siap,ya langsung nikahi,jadi kamu harus berusaha lagi meyakinkan Alisha Fidz,Aku yakin Alisha belum siap mungkin karena suatu alasan,tapi wanita itu mudah luluh jika memang kamu bisa meluluhkan nya" Ucap Birru.
"Nak,kami menerima mu,tinggal bagaimana kamu bisa membujuk Alisha untuk mau menikah,di keluarga ini tidak ada pacaran,jika memang suka siap,kami mau langsungkan saja pernikahan" Ucap Mama Birru.
"Baiklah" Ucap Hafiz.
"Tenang kak,Mas Hafiz pasti mau menunggu kakak sampai siap,Mira yakin Mas Hafiz sangat mencintai kakak" Bisik Almira pada Alisha.
Alisha mengangguk.
"Ya sudah saya pamit dulu Om Tante,doakan saya semoga bisa secepatnya meluluhkan Alisha"
Mama dan Papa mengangguk.
"Semangat Fiz,kamu bisa berjuang dari dekat,berbeda dengan Aku dulu dan Rengganis, tapi dengan kesungguhan ku,nyatanya bisa meluluhkan nya" Ucap Birru.
"Iya Al,ya sudah Om Tante,Mbak,Mira,Sha,Mas pamit,Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Hafiz tersenyum lalu melangkah keluar dan masuk ke dalam mobilnya.
Ia langsung melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah Wijaya.
__ADS_1
***
"Sha jangan marah dengan kakak"
"Tidak Kak" Ucap Alisha.
"Kakak sangat menyayangi mu Dek,percayalah jika Hafiz jodohmu maka kamu akan yakin dengan sendirinya,bahkan tidak perlu membutuhkan waktu lama"
Alisha mengangguk,Alisha mengikuti Kakak nya dan Mbak Ganis menuju kamarnya untuk bermain dan menggendong Baby Ayyubi.
Papa dan Mama masuk ke dalam kamar juga Almira.
Hemm,begitukah rasanya di lamar,sungguh mendebarkan,nanti pangeran mana ya yang akan melamar ku,Batin Almira.
Almira mengambil ponselnya lalu menulis status di Aplikasi Watsapnya.
•••Kalau jodoh pasti sampai juga di pelaminan,Jika cinta pasti mau menunggu,Semangat•••
Reihan yang memang sedang bermain ponsel langsung membelalakkan matanya saat melihat status Almira.
Almira kok tumben ya buat status tentang jodoh,apa ada laki-laki lain yang menunggunya juga,Ah tidak boleh di biarkan ini,Batin Reihan.
Tak menunggu lama Reihan langsung menelfon Almira.
Almira yang akan menuju kamar mandi menghentikan langkahnya karena mendengar ponselnya berdering.
Alisha melihat ponselnya,
Almira mengangkatnya.
"Assalamualaikum, Ada apa Mas?"
"Waalaikumsalam, itu apa maksud status mu apa?"
"Hah status?"
"Iya status di Watsap"
"Oh"
"Lhoo...kok hanya Oh"
"Lah mau nya?"
"Maksudnya Apa Humairah?"
"Ya maksudnya kalau cinta pasti mau menunggu,kalau jodoh seberapa lama menunggu pasti juga akan berakhir di pelaminan,Mas Azzam kan dosen,masa kata-kata begitu saja tidak tahu,Dosen gadungan ya"
Reihan semakin gemas,yang di maksud bukan tentang arti katanya,tapi kenapa Mira menulis itu.
__ADS_1
"Apa status itu untuk Mas?"
"Hah kok untuk Mas?"
"Apa kamu berharap Mas menunggumu Humairah,Mas siap kok menunggu"
Almira tertawa terbahak-bahak, "Mas Azam bicara apa sih,itu status aku buat untuk hubungan Kak Alisha dan Mas Hafiz,tadi Mas Hafiz melamar,tapi kak Alisha belum siap menikah,jadi masih harus sabar menunggu"
Reihan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,rasanya sungguh malu sekali,terlalu percaya diri sekali aku ini,Batin Reihan.
"Mas Azzam,hallo"
"Mas"
"Eh iya Mir,Oh ceritanya seperti itu yah"
"Iya,entahlah kenapa Kak Alisha belum siap,Huftt"
"Kalau kamu siap tidak?"
"Hehe,siapa juga yang mau melamar Daun kelor seperti aku Mas"
"Daun muda,kok daun kelor sih" Ucap Reihan sambil terkekeh.
"Iya,siapa yang mau dengan si kecil Almira ini,Huftt kebanyakan orang-orang selalu menganggap ku kecil karena aku anak bungsu"
"Mas Azzam mau kok" Ucap Reihan dengan percaya diri."
Almira tertawa,
"Mas Azzam sudah punya apa memang berani melamar Almira" Ledek Almira.
"Eh jangan salah,Mas Azzam selalu melaksanakan sholat sunah Dua rokaat sebelum subuh,bukan kah Solat dua rakaat (sebelum) Solat Subuh itu lebih baik daripada dunia dan segala isi buminya,Papa Wijaya pasti sangat bersedia jika putrinya di minta Mas"
Di sebrang sana Almira tersipu malu.
"Tapi perlu Mas tahu,Mira tidak matre kok,walaupun Mas memiliki segala nya,tapi Mira hanya ingin mempunyai suami yang soleh,yang takut Allah,jika takut Allah maka semuanya akan baik-baik saja,tidak akan menyakiti Mira karena takut Allah,tidak akan meninggalkan sholat karena takut Allah,tidak akan melakukan hal-hal yang tidak baik karena takut Allah Mas"Ucap Almira.
" Tapi jika untuk wanita Solehah seperti humairah,sepertinya pantas mendapatkan dunia dan segala isinya" Ucap Reihan.
Mereka berdua saling terdiam,menetralkan deguban di dada masing-masing.
"Ya Humairah,jadi bagaimana?"
"Bagaimana apanya,Mira mau mandi"
"Ya sudah lah Mandi sana"
Huftt,Hafiz saja masih harus menunggu,apalagi aku,Batin Reihan sambil mengusap wajahnya.
__ADS_1
"Sudah ya Mas,Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"