
"Mbak Anis kenapa kok muka nya merah,apa Kak Al nakal" Tanya Alisha meledek.
Alisha memperhatikan Rengganis dan kakak nya sedang menelfon dan alisha begitu senang jika seandainya kakaknya mau membuka hati nya,apalagi untuk Mbak Anis.
"Tidak apa-apa Dek"
"Nis kamu dengar kan arahan Saya ya,Saya bimbing kamu dari sini" Ucap Kak Al.
"Baik Mas" Jawab Rengganis.
Rengganis pun mengerjakan tugas di bimbing oleh Al,sementara Alisha memilih untuk menonton TV,untung saja siang ini Al sedang tidak banyak pekerjaan,di London sudah malam di Indonesia siang hari,Al bisa membimbing Rengganis di dalam kantor nya lewat jarak jauh.
Satu jam sudah,entah berapa kuota yang di habis kan untuk menelfon,karena menggunakan panggilan watsap,jika menggunakan panggilan manual,entah berapa pulsa yang akan di habis kan.
Tugas Rengganis sudah selesai,Rengganis pun begitu lega.
"Terimakasih banyak Mas" Ucap Rengganis.
"Sama-sama Nis,lain kali jika ada kesulitan lagi,kirimkan lewat email saja,nanti kita kerjakan bersama lagi" Ucap Kak Al.
" Iya Mas,makasih sekali lagi" Ucap Rengganis.
"Eh,tapi tidak gratis ini"
"Lhoo,bagaimana Aku membayarnya Mas,kan kita jauh,kalau deket sudah Aku traktir,hehe"
" Terserah kamu bayar pake apa,pokoknya tidak gratis"
Alisha meminta ponsel nya pada rengganis.
"Kakak,lama sekali,Kakak sengaja ya ingin berlama-lama dengan Mbak Anis,tapi bagus lah tanda nya sudah move on,hihi" Ucap Alisha.
"Yee sembarangan,bukan begitu Sha,Kakak hanya ingin Mbak Anis bisa tahu cara mengerjakan nya,makanya Kakak tidak memberi jawaban langsung,tapi Kakak ingin mbak Anis tahu prosesnya"
"Iya iya,alisha tahu,ya sudah ya Kak,Aku mau bobo,Mbak Anis juga kelihatan lelah" Ucap Alisha.
__ADS_1
"Oke,Kakak juga akan lanjut bekerja lagi,Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
***Di kantor AL*****
"Bos ini bos dokumen yang harus di tanda tangani" Ucap Dion sekertaris pribadinya.
"Nanti dulu,nanti Aku akan tanda tangani,Aku sedang menelfon,duduk lah,tunggu sebentar"
Dion merasa curiga tumben bos nya menelpon begitu lama dan menjelaskan sesuatu yang Dion tidak mengerti.
Setelah selesai menelfon,Al melihat tangan Dion yang sedang menompang dagu nya.
"Bos lama-lama Aku lumuten disini" Ucap Dion
"Maaf ya" Al pun membuka berkas-berkas nya membaca nya dan menandatangani nya.
"Siapa itu tadi Bos,kok Bos kaya dosen sedang menjelaskan pada mahasiswanya" Ledek Dion.
"Anis itu tadi minta bantuan mengerjakan tugas" Ucap Al keceplosan.
" Bukan yang mana-mana,Dia hanya teman Alisha,Dia sedang di kerjain dosen nya,jadi Aku kasihan saja,ingin membantu" Ucap Al.
"Seperti bukan Al yang Aku kenal,mau menelfon perempuan begitu lama" Ledek Dion.
"Sudah lah, ini dokumen nya,cepat keluar sana"
Dion pun terkekeh melihat tingkah bos nya,yang muka nya tiba-tiba merah padam seperrti menahan malu.
Setelah kepergian Dion ,Al pun merenung
"Apa iya,Aku berbeda dan begitu peduli pada Anis,ah tidak mungkin,di hati ku hanya ada satu nama,yang tak mungkin bisa tergantikan" Batin Al.
***
__ADS_1
Alisha pun berpamitan kepada Rengganis
"Mbak Alisha pulang dulu ya sudah ngantuk"
"Iya,makasih banyak ya Dek"
Alisha mengangguk lalu melangkah keluar dari apartemen Rengganis menuju apartemen nya.
Rengganis menuju kamar nya lalu merebahkan tubuhnya di kasur,rasanya fikiran dan tenaga nya terkuras habis gara-gara tugas tadi.
Rengganis tiba-tiba berfikir,akan memberi apa pada Al.
Haduh Mas Al di kasih apa ya?Batin Rengganis.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.(A**da yang punya ide Al mau di kasih apa ya yang berkesan,kasih ide dong**????)