
Hari ini Rengganis dan Alisha berencana akan membuat cupcake coklat,Alisha memang penggemar coklat.
Mama juga ikut membantu membuatnya.
Sementara Mas Birru dengan Papah sedang di ruang TV,Mas Birru memegang leptopnya sambil menggarap beberapa pekerjaan nya yang sedikit terkendala.
Tok..tok
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Birru menuju pintu untuk membuka pintu nya.
"Eh bro,datang juga ternyata"
"Al,mampir mumpung lewat"
"Kamu dari mana memangnya,Ayo masuk,ada papah juga di ruang TV"
"Ada oprasi mendadak tadi,ibu melahirkan biasa"
"Siapa Al" Tanya Papah.
"Teman zaman SMA pah,Dokter Hafidz"
Jawab Al.
"Eh Dokter Hafidz"
"Ah,kamu Al,panggil Hafidz saja Om jangan ada embel-embel dokternya,kan sedang tidak menangani pasien" Canda Hafidz pada papa Wijaya.
Albirruni menuju dapur untuk menyuruh Alisha membuatkan minuman untuk tamu.
"Dek buatkan kopi yah,tiga,ada tamu di ruang TV ya"
"Hemm,iya"
Alisha lalu membuatkan kopi,setelah itu menuju ruang tv.
Alisha sedikit kaget ternyata yang datang Dokter Hafidz.Alisha pura-pura tidak mengenalnya,ia langsung meletakan kopinya lalu kembali lagi ke dapur.
"Siapa Sha tamu nya?" Tanya Rengganis.
"Dokter ke PD an itu Mbak"
"Hah,siapa?"
"Dokter Hafidz"
"Cie...cie..punya nyali juga kesini" Ledek Rengganis.
"Kok cie...cie sih mbak"
"Siapa memang" Tanya Mama.
"Dokter muda Mah,teman Mas Birru yang sepertinya suka dengan Alisha" Ucap Rengganis sambil tertawa lirih.
"Mbak Ganis,tidak Mah,kenal saja tidak"Bantah Alisha.
" Tara kue nya matang" Ucap Rengganis.
"Bawa sana sekalian untuk teman Al Nis"
"Iya Mah,sore-sore begini enaknya memang makan kue hangat dengan teh manis di taman" Ucap Ganis.
Ganis lalu mengajak Alisha untuk meletakan kue nya di bangku taman,Rengganis juga memanggil Mas Birru dan juga dokter Hafidz untuk bergabung di taman.Mereka berempat berkumpul di Taman.
Birru juga membawa gitar nya menuju taman,mengingat masa SMA dulu,Birru dan Hafidz pernah ikut ekstrakulikuler Musik juga bersama.
"Wah Dokter Hafidz mau malam mingguan yah" Ledek Rengganis.
"Memang ini malam Minggu yah" jawab Hafidz.
"Jangan nanya hari sama Jones Sayang" Ledek Birru sambil melirik Hafidz juga Alisha.
"Haha,kamu juga dulu pasti Jones kan" Ledek Hafidz.
"Jangan bicara dulu,sekarang ya sekarang" Ucap Birru membela diri.
"Kamu kenapa belum Nikah Fidz?"
"Yah biasa,belum ketemu jodohnya mungkin"
"Usahalah,"
"Sudah Al,tapi memang belum jodoh"
Albirruni lalu memetik gitarnya.
__ADS_1
Jreng... jreng...jreng...
"Kamu masih bisa main gitar?" Tanya Birru.
"Masih,sini coba,Aku mau nyanyi juga"
Albirruni lalu memberikan gitarnya pada Hafidz.
Hafidz memainkan gitarnya,lalu bernyanyi.
🎼🎼🎼
Malam minggu kelabu.
Semua kegiatan terasa beku.
Cuma karena kamu tidak ada di sampingku.
Badan terasa lesu hati terasa pilu.
Tak habis pikir ada apa dengan diriku.
Jomblo masih saja bersamaku.
Padahal aku sudah coba segala jurus
Dari jalan gelap sampai jalan lurus.
Ku coba kenal lewat facebook.
Tak berhasil,pasangan facebok banyak kelamin palsu.
Ku kenal via twitter
Aku bingung statusnya muter muter.
Malam mingguku kelabu.
Aku belum sukses mengakhiri jombloku.
Tambah parah lagi kisah terakhirku.
Aku kenal cewek baru ,muka ayu
Aku amati, aku dekati setelah jelas eh ternyata bibiku.
Malam minggu kelabu.
Bukan dapat pacar malah dapat marah ibu.
Cuma karena di jalan swit swit bibiku.
Oh jombloku oh sepiku.
"Hahahaha"
Semua tertawa mendengarkan Hafidz bernyanyi semaunya sendiri.
"Lagu siapa itu,kocak?" Tanya Birru.
"Bukan lagunya siapa-siapa Al,aku iseng saja,hahaha" jawab Hafidz.
"Ah tidak jelas,sini Aku saja yang bernyanyi"
Birru merebut gitar yang ada di tangan Hafidz.
"Hafidz,Ayo di makan kuenya,ini yang buat Alisha lhoo"Ucap Rengganis.
" Wah yang bener,coba ah,seenak apa sih buatan perawan" Ledek Hafidz.
"Enak lah,kan tinggal makan doang" Ucap Alisha.
"Yuk kapan-kapan kita buat bareng" Goda Hafidz.
Alisha tidak menggubris,ia terus saja memakan kue coklatnya.
Birru memainkan gitarnya dan menyanyikan sebuah lagu.
"Lagu ini untukmu istri tercintaku" Ucap Birru.
Wajah Rengganis langsung bersemu merah.
🎼🎼🎼
Senyuman terlukis di wajahku.
Di saat ku mengingat kamu.
Tawamu manjamu membuatku rindu.
__ADS_1
Tak sabar ingin bertemu.
Suara lembut menyapa aku.
Lembutnya selembut hatimu.
Tulusnya setulus cinta padaku.
Ku sadar beruntungnya aku.
Hidupku tanpamu.
Takkan pernah terisi sepenuhnya.
Karena kau separuhku.
Berbagi suka duka.
Saling mengisi dan menyempurnakan.
Karena kau separuhku.
Separuh jalan hidupku, kau separuhku, tak ada penyesalan.
hidup lebih mudah bila kita berdua jalaninya
Hidupku tanpamu takkan pernah terisi sepenuhnya.
Karena kau separuhku.
Berbagi suka duka, saling mengisi dan menyempurnakan.
Karena kau, kau separuhku.
"AL suaramu masih bagus seperti dulu,Aku kira dulu kamu akan menjadi anak band,eh ternyata jadi pebisnis" Puji Hafidz.
"Kamu kenapa sekarang jadi dokter,sepertinya bukan cita-cita mu dulu Fidz" Tanya Birru.
"Iya setelah Aku lulus SMA,Papah baru memberitahu ku bahwa ibu ku meninggal saat melahirkan ku,jadi aku bertekad ingin menjadi dokter kandungan,Aku ingin menyelamatkan Ibu-ibu yang mengandung dan melahirkan,ya walaupun aku tahu hidup mati di tangan Allah,tapi Aku ingin berikhtiar semaksimal mungkin,agar tidak ada Hafidz berikutnya" Ucap Hafidz dengan wajah tersenyum.
Mulia sekali niatnya,Batin Alisha.
"Semangat ya Fidz" Ucap Birru.
Hafidz mengangguk lalu memandang Alisha.
Alisha yang sedari tadi melihat Hafidz langsung jadi salah tingkah.Hafidz tersenyum.
"Alisha kenapa kuliah di London,kan jauh,apa tidak takut?"
"Ingin menjadi seperti Mas Birru,takut tidak takut semua tempat selain rumah sendiri pasti menakutkan,tapi kembali lagi ke niat awal,dan tetap menjadi diri sendiri walau di negara orang Mas"
What,Alisha memanggilku 'Mas',Batin Hafidz.
"Kamu diam-diam mengagumi ku Dek" Ledek Albirruni.
Alisha langsung memonyongkan bibirnya.
"Kamu kenapa juga Al sekolah di London"
"Aku tidak tahu,papah yang merencanakan ini semua,Kata papah aku ini anak pertama,Aku harus kuat dari segi mental,tanggung jawab dan ekonomi,karena anak pertama itu akan menjadi pengganti orang tua jika nanti orang tua sudah tiada,dan papah benar-benar mengajarkan ku disiplin dan tanggung jawab"
"Hebat Papahmu Al"
"Jaga diri baik-baik Alisha, hati-hati dalam bergaul" Ucap Hafidz.
Alisha hanya mengangguk.
Birru ingin ke toilet,ia memberikan gitarnya pada Hafidz.
Rengganis mengambil kue lagi di dapur karena kue yang di bawa ke taman sudah habis.
Hafidz lalu memainkan gitarnya,mengulang lagu yang Birru nyanyikan tadi.
🎼🎼🎼
Hidupku tanpamu takkan pernah terisi sepenuhnya.
Karena kau separuhku.
Berbagi suka duka, saling mengisi dan menyempurnakan.
Karena kau, kau separuhku.
"Mau kah kau menjadi bagian dari separuhku?" Ucap Hafidz sambil melirik Alisha.
Alisha salah tingkah,Ia langsung berlari menuju dapur menyusul Rengganis.
Deg..deg..deg
__ADS_1
"Haduh,perasaan apa sih ini" Gumam Alisha.