Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Wejangan Papah Wijaya


__ADS_3

Adzan subuh berkumandang, Almira bangun dari tidurnya, rasanya semalam nyenyak sekali tidur. Ia sampai melupakan suaminya sudah tidur apa belum.


Dilihat di sebelahnya Reihan yang masih tertidur lelap. Almira membangunkan Reihan.


"Mas...bangun ayo sudah subuh"


Reihan tak bergeming.


"Mas...."


Almira menggoyangkan tubuh Reihan.


"Apa sih sayang...perasaan Mas baru tidur sebentar, masa sudah pagi sih"


"Iya beneran sudah pagi, nanti kesiangan lhoo subuhnya"


"Memangnya jam berapa?"


Almira yang biasa melihat jam di ponselnya langsung mengambil ponselnya.


"Kok ponselku mati, sepertinya kemarin batrenya masih full" Gumam Almira.


Almira segera menekan tombol On pada ponselnya.


"Jam Setengah lima Mas"


Almira langsung ke kamar mandi, di susul Reihan, mereka lalu sholat subuh berjamaah.


Selesai sholat subuh Almira pergi ke dapur untuk membantu Mama dan Mbak Ganis serta Alisha memasak.


"Morning semua..."


"Sudah bangun sayang" Tanya Mama.


"Ya lah sekarang kan sudah punya suami jadi harus bangun pagi keramas" Ledek Alisha.


"Hih aku tidak keramas ini, Almira menyingkap jilbab nya sebentar"


"Heh sudah kalian ini," Ucap Mbak Ganis.


"Mbak biar Mira saja, mbak temani Ayyubi saja"


"Ayyubi bersama papahnya Mir, biarkan saja"


"Suami kalian pada kemana?" Tanya Mama.


"Tidur lagi Mah" Ucap Almira.


"Mas Hafiz juga masih tidur Mah, semalam Reihan dan Mas Hafiz ngobrol di taman sampai jam 11 lebih" Ucap Alisha.


"Hehe maaf ya aku langsung tidur, lelah sekali soalnya " Ucap Almira.


"Mir setelah masak kita jogging yuk"


"Boleh, nanti lah setengah enam saja kak"


"Oke"


***


Selesai memasak Alisha dan Almira jogging di sekitar komplek saja menikmati udara sejuk pagi hari.


"Mir Bagaimana bulan madunya?"


"Seneng banget kak"


"Bagaimana sudah itu belum?"


"Sudah apa?"


"Buat Dede, hehe"


"Sudah kak"


"Enak kan Mir" Ledek Alisha.


"Iya geli geli gimana gitu"


"Enak koh geli"


"Ya pokoknya seperti itu,"


Mereka lanjut berlari. Di pertigaan Almira melihat seorang wanita yang sedang di pukuli oleh laki-laki. Almira dan Alisha yang melihat langsung mendekat.


"Eh pak, jangan pak"

__ADS_1


"Biarkan saja, Dia pantas mendapatkannya" Ucap laki-laki itu sambil menampar wanitanya.


"Pak negara kita negara hukum, nanti bapak bisa di penjara" Ucap Alisha.


Almira berusaha menarik wanita itu agar tidak di pukuli lagi.


"Dia sudah berulang kali berselingkuh, ini yang ke 3 kalinya tidak akan aku maafkan"


"Sudah pak sudah, bapak lebih baik bicarakan baik-baik di rumah, jangan memukulinya di tengah jalan seperti ini" Ucap Alisha.


"Aku melihatnya disini tadi dengan selingkuhan nya, sudah 1 Minggu dia tidak pulang,"


Bapak itu terlihat sedang mengatur nafasnya karena sangat emosi.


Setelah emosi mereka berdua reda, mereka akhirnya pulang ke rumah mereka.


"Hufttt...,mengerikan sekali Kak"


"Semoga rumah tangga kita tidak seperti itu yah Mir"


"Aamiin"


Alisha dan Almira memutuskan untuk pulang ke rumah, rasanya mood untuk melanjutkan lari pagi sudah sirna karena kejadian tadi.


Sesampainya di rumah Almira dan Alisha langsung duduk di kursi tamu, disana ternyata sudah ada papah Wijaya, Mas Birru dan Ayyubi.


"Ih ya Ampun, teganya itu laki-laki memukuli istrinya sendiri" Cerocos Almira.


Almira langsung duduk di sebelah Mas birru.


"Apa sih Dek"


" Itu tadi ada laki-laki di pertigaan jalan sana sedang memukuli istrinya, katanya istrinya sudah selingkuh 3 kali, apa perlu memukul seperti itu" Ucap Almira.


"Kamu jogging apa bergosip sih Mir" Tanya Mas Birru kembali.


"Ih kakak ini, kan sudah aku ceritakan kak, aku melihatnya dan kita berdua menolong wanita itu, wanita memang lemah, tapi tidak boleh seenaknya di pukul seperti itu,"


Papa Wijaya tersenyum melihat putrinya yang terus berbicara.


"Mira Ada peraturan dalam surat An-Nisa tentang memukul istri yang durhaka" Ucap Papa Wijaya.


"Hah maksud papah, di perbolehkan pah"


"Iya tapi, ada tapi nya Mir, ada aturan nya"


Alisha juga masih duduk santai di sofa.


Papa wijaya lalu menjelaskan pada ketiga anaknya yang sedang berkumpul di ruang tamu.


"Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” [Surat An Nisaa: 34]


Dalam ayat diatas, jika sang istri nusyuz atau memperlihatkan ciri ciri durhaka terhadap suami, maka hal pertama yang bisa dilakukan menasehati. Namun, jika nasehat tersebut ternyata tidak ampuh dan istri masih durhaka pada suami, maka lakukan pisah ranjang supaya istri bisa menyadari kesalahannya. Namun, jika cara kedua ini masih saja tidak berfungsi, maka suami diperbolehkan untuk menampar atau memukul istrinya.


Pukulan atau Tamparan Yang Diperbolehkan.


Pukulan atau tamparan yang dimaksud adalah pukulan ringan dan tidak sampai mengeluarkan darah serta tidak menimbulkan hilangnya nyawa atau cacat pada tubuh, patah tulang dan sebagainya [dharb ghoiru mubbarih].


Ini menjelaskan jika tamparan atau pukulan yang dimaksud bukanlah seperti layaknya sansak tinju, namun dilakukan untuk mendidik, memperbaiki dan juga meluruskan istri. Suami diharamkan untuk memberikan tamparan atau pukulan keras yang sampai membuat istri takut dan lari dari suaminya tersebut.


Selain itu, suami juga dilarang untuk memukul sang istri jika terjadi perselisihan atau pertengkaran yang hebat seperti contohnya sang istri sudah berbuat durhaka terhadap suami.


Rasulullah SAW bersabda, “Bertakwalah kalian kepada Allah dalam perkara para wanita (istri), karena kalian mengambil mereka dengan amanah dari Allah dan kalian menghalalkan ******** mereka dengan kalimat Allah. Hak kalian terhadap mereka adalah mereka tidak boleh membiarkan seseorang yang kalian benci untuk menginjak (menapak) di hamparan (permadani) kalian. Jika mereka melakukan hal tersebut3 maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak keras.” [HR. Muslim no. 2941].


Poin terpenting adalah pukulan atau tamparan yang dilakukan suami pada istri dilakukan jika istri memang sudah sangat durhaka terhadap suami, tidak lagi mendengarkan nasehat yang diberikan suami dan menjadi tindakan peringatan yang diberikan suami. Pukulan yang dilakukan suami juga tidak boleh sampai meninggalkan bekas luka pada tubuh istri.


Ini bisa kita lihat dan contoh dari yang sudah dilakukan Nabi Ayyuub saat beliau menghukum istrinya. Saat Nabi Ayub ditinggalkan sang istri, beliau bernazar apabila kelak ia sembuh, maka ia akan memukul istrinya sebanyak 100 kali dan beliau pun melakukannya. Ini dilakukan dengan seikat lidi yang berjumlah 100 buah dan hanya memukul sebanyak 1 kali saja.


"Ada Syarat Suami Boleh Memukul atau Menampar Istri juga, jadi tidak boleh asal tampar" Ucap Papa Wijaya.


"Apa syaratnya pah?" Tanya Almira.


Papah wijaya kembali menjelaskan.


Ada beberapa syarat yang memperbolehkan seorang suami untuk memukul atau menampar sang istri.


Tahu Tentang Penyebab Pukulan dan Tujuannya.


Seorang suami diperbolehkan memukul istri apabila istrinya sudah sangat melanggar aturan agam, sudah menodai rumah tangga yang dibangun dan juga bisa mengancam kehormatan sang suami. Pukulan atau tamparan bukan dilakukan karena nafsu suami, emosi yang tidak terkendali dan juga karena senang melihat istri menderita saat ditampar.


Memberi Batasan Waktu.


Suami juga diperbolehkan untuk memukul atau menampar istri apabila istri tersebut sudah tidak mendengar nasehat yang diberikan suami dan tidak mau intropeksi diri bahkan sesudah melakukan pisah ranjang.


Membatasi Alat.

__ADS_1


Seorang suami tidak diperbolehkan memukul sang istri memakai cemeti atau tongkat namun hanya boleh dengan tangan, kayu siwak atau saputangan yang sudah digulung. Ini mengartikan pukulan tidak boleh sampai menimbulkan cedera, menyiksa atau dilakukan dengan liar karena hanya menuruti sifat marah dalam Islam saja. Tamparan yang dilakukan hanya cukup sampai memberi pelajaran dan bukan menyakiti.


Akan Lebih Baik Tidak Dilakukan.


Memukul atau menampar haruslah dijadikan pilihan terakhir dan sebaiknya tidak dilakukan selama masih ada pilihan lainnya. Sebab, risiko yang ada dibalik pukulan atau tamparan terbilang cukup besar khususnya jika sudah terlihat perbaikan dari sang istri.


Hikmah dan Wewenang Suami.


Wewenang yang dimiliki suami lewat pukulan atau tamparan memang terbilang cukup sulit khususnya jika permasalahan rumah tangga terjadi berkali kali dan harus selalu dibawa ke pengadilan. Islam juga sangat menjaga tinggi tentang keharmonisan keluarga khususnya jika berbicara tentang rahasia dan aib dari suami maupun istri.


"Pah apa rumah tangga itu akan selalu ada pertengkaran?" Tanya Alisha.


"Ya tergantung kita yang menjalankan, jika kita sudah seimbang dalam menjalankan kewajiban dan hak pasti akan terhindar dari pertengkaran, tapi untuk yang masih baru seperti kalian ini, pasti ada saja hal yang tidak sesuai, selaras, itu wajar, dan kalian harus belajar untuk menyeimbangkannya"


"Apa papah dan mamah sering bertengkar?" Tanya Alisha.


"Ya pernah, apalagi waktu awal-awal papah dan mamah menikah, kita sama-sama baru belajar, tapi kita hadapi dengan sabar, akan selalu ada hikmah di balik pertengkaran"


"Apa pah?" Tanya Almira.


Papa Wijaya tersenyum, Ia merasa sedang di wawancarai anak-anak gadisnya.


"Pepatah mengatakan bahwa pertengkaran adalah bumbu pernikahan. Namun, pertengkarannya bukan sekadar ribut dan saling menyalahkan. Pertengkaran akan menjadi suatu yang berujung indah bila diakhiri dengan jalan keluar atau penyelesaian. Karena tanpa penyelesaian, pertengkaran hanya akan menimbulkan luka yang berkepanjangan dan pada akhirnya bisa menjadi bom atom yang dapat meledak setiap saat. Nah, jangan sampai hal ini terjadi pada rumah tangga kalian.


Bertengkar saat menjalin hubungan terutama pernikahan ternyata di butuhkan agar pernikahan yang kalian jalani tidak terasa hambar. Selain itu pertengkaran dalam rumah tangga juga bisa menjadikan hubungan cinta lebih sehat dan membuat perasaan lebih lega.


Ada beberapa manfaatnya pertengkaran.


Semakin mempererat hubungan


Pasti sebagian dari kalian akan merasa hubungannya semakin dekat bahkan lebih romantis seusai mengalami pertengkaran hebat. Mengapa demikian? Karena kalian berdua telah berhasil melewati masa sulit dan mencapai jalan keluar yang membuat perasaan plong tanpa beban lagi. Kalian berhasil membuka diri lagi untuk bisa berdamai dengan pasangan dan dampaknya, hubungan pernikahan akan semakin kuat. Nah, untuk itu kita harus menyikapi pertengakaran secara positif.


Bisa memahami sifat pasangan


Tentu saja melalui masalah dan pertengkaran yang terjadi, kalian akan lebih mengetahui sifat asli pasangan. Dalam keadaan emosi biasanya karakter seseorang akan lebih kuat terlihat. Di situlah kamu belajar agar jika nantinya terjadi pertengkaran lagi, kmau telah bersiap dan dapat menghadapinya dengan baik dan tidak kaget dengan karakter asli pasangan.


Belajar bersikap dewasa


Masih banyak pasangan yang bersifat belum dewasa walau telah menikah bertahun-tahun. Pasangan yang masih berpikir kekanak-kanakan masih sulit mengatasi masalah dengan cara yang dewasa. Terkadang jalan pintas yang mereka ambil adalah melalui pertengkaran. Dengan adanya masalah, mereka pasti akan belajar untuk semakin mendewasakan diri dalam mengatasi masalah secara bijak.


Mengatasi kesalahpahaman


Kesalahpahaman yang terjadi antara dua orang, membutuhkan titik temu. Terkadang kamu berusaha mencari titik temu tersebut dan seringnya berujung pada sebuah pertengkaran. Ketika kamu berhasil menyadarinya, sebenarnya kesalahpahaman adalah hal sepele yang tidak perlu dipertengkarkan.


"Buat kalian yang baru saja menikah, Kalian jangan pernah berpikir akan hidup bahagia selamanya seperti dongeng ya. Karena saat kalian menikah itu adalah awal dari perjalanan kalian. Suatu pernikahan pasti ada pertengkaran, untuk bisa mencapai kebahagiaan" Ucap Papa Wijaya.


Almira dan Alisha memeluk Papa Wijaya.


"Terimakasih ya pah untuk pelajaran hidup hari ini" Ucap Alisha dan Almira.


"Iya...sudah sana bangunkan suami kalian kita sarapan bersama"


"Oke"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[Kalau author sih berawal dari pertengkaran pasti berakhir dengan ninu ninu,hahaha, maksude awale bertengkar nanti baikan terus di tutup pake ninu ninu biar si Dasim tambah merana,hahaha ingat ga Dasim siapa?haha]


[Jangan lupa like, komen dan vote yah


Jangan lupa juga mampir di cerita lain, Surat Cinta 2000]


Salam sayang,

__ADS_1


Santypuji


__ADS_2