Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Saling Menenangkan


__ADS_3

Albirruni melihat Rengganis yang sedang mengobati luka nya,Birru tersadar ternyata Rengganis juga banyak berkorban,Dia melihat ketakutan dan kegelisahan di mata Rengganis.


" Nis maafin Mas ya" Ucap Birru.


Rengganis pun mengangguk.


"Mas nanti jangan melakukan hal-hal yang berbahaya ya jika nanti sedang menghadapi Mas Andra,jangan berkelahi" Pinta Rengganis.


"Heemm"Jawab Birru.


"Ganis tidak mau terjadi apa-apa dengan Mas" Ucap Ganis.


Aku pastikan akan menghajar nya dan mematahkan tangan nakal nya yang sudah menarik jilbabnya,enak saja Dia hampir menyentuh mu dan Aku membiarkan nya tetap mulus,Aku tidak selembut itu Rengganis,Batin Albirruni.


"Iya Mas akan baik-baik saja,paling nakal sedikit,hihi" Jawab Birru sambil tertawa kecil.


Mendengar jawaban Mas Birru seperti itu, Rengganis pun menekan luka Mas Birru yang sedang ia obati.


"Awww perih Nis,sakit" Ucap Birru.


"Tadi saja waktu mukul tembok perasaan biasa saja,kenapa sekarang malah bilang sakit,manja banget" Ucap Rengganis meledek.


"Caper itu Kak" Ucap Alisha dari dapur.


Alisha membuatkan jus untuk kakaknya juga Rengganis di dapur.


"Dek kamu itu,curiga boleh asal jangan suudzon" Ucap Birru sambil terkekeh.


"Yee,,sama saja lah Kak" Ucap Alisha kesal.


"Nih jus nya di minum,segar lhoo,biar kalian berdua juga fikiran nya fresh kembali" Ucap Alisha sambil memberikan jus jeruknya pada Rengganis dan Birru.


"Bisa saja kamu Dek" Ucap Rengganis.


" Alisha lihat kalian ini,haduh penuh liku-liku dan ujian sekali percintaan nya,Alisha tidak ingin seperti kalian, saat alisha menemukan cinta Alisha ingin berjalan mulus mulus saja" Ucap Alisha.


"Halah mulus-mulus saja tidak mungkin Dek,noh jalan tol mulus juga tetep saja banyak yang kecelakaan" Ucap Birru meledek.


"Ih Kakak mah gitu,aamiin aja sih Kak" Ucap Alisha sebal.


Birru pun menatap Alisha,dan memberi nasehat pada Alisha.


"Sha...Berbagai cobaan hidup yang Allah berikan kepada manusia tujuannya tidak lain adalah untuk mengetahui siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur dan siapa saja yang kufur (mengingkari nikmat), siapa saja di antara mereka yang bisa bersabar dan siapa saja di antara mereka yang justru menyikapinya dengan cepat berputus asa.


Masih banyak manusia yang beranggapan bahwa ujian hidup hanya berupa kesulitan, padahal kenikmatan yang Allah berikan juga merupakan ujian. Cobaan hidup yang berupa keburukan dan kesulitan misalnya seperti sakit, kehilangan seseorang, kekurangan harta, dan lain sebagainya. Sedangkan cobaan hidup yang berupa kenikmatan dan kesenangan misalnya seperti kekuasaan, jabatan, harta kekayaan melimpah, ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya"

__ADS_1


"kamu tahu,dengan Andra yang mengancam Mbak Anis,itu juga termasuk ujian untuknya,itu ujian Dia dengan memanfaatkan kekuasaan nya.


Jadi jangan takut jika nanti percintaan ataupun kehidupan mu penuh dengan ujian juga."


Alisha pun mengangguk tanda mengerti.


" Makasih ya Kak atas pencerahan nya"


"Kak,Alisha mandi dulu ya,lengket sekali,Kakak dengan Mbak Anis ngobrol dulu saja dan selesaikan masalah nya sekarang juga" Ucap Alisha.


Birru mengangguk lalu berbalik beralih memandang Rengganis.


"Nis,kamu sudah tenang kan sekarang,percaya dengan Mas,Mas akan selesaikan masalah ini secepatkan,dan kamu tidak perlu takut lagi" Ucap Birru.


Rengganis pun mengangguk dan tersenyum


"Makasih ya Mas"


Birru begitu bahagia melihat Rengganis yang tersenyum kembali.


"Ganis...komunikasi adalah kunci untuk membuka suatu hubungan (apapun)


kepercayaan adalah kunci penggenapnya agar awet dan langgeng.


"Iya Mas lain kali Rengganis tidak akan diam lagi,akan menceritakan semua pada Mas Birru"


"Sini mana cincin nya" Ucap birru


Rengganis mengambil nya dari jari manisnya lalu menyerahkan pada Birru,Birru pun membuka jendela dan melemparkan nya.


"Mas kok di buang,nanti jika Mas Andra meminta nya bagaimana,kan itu mahal,Aku Harus menggantinya" Ucap Rengganis.


"Jika Andra meminta ganti rugi,bilang sama Mas,Mas ganti sepuluh kali lipat dari harga ini" Ucap Birru dengan penekanan.


Rengganis pun terdiam,dan hanya mengangguk.


"Apa perlu Mas belikan sekarang agar jari manis mu tidak kosong," ucap Birru yang ingin menggoda Rengganis yang terdiam.


"Eh tidak perlu Mas,nanti saja jika kita menikah" Ucap Rengganis.


"ternyata kamu sudah memikirkan tentang pernikahan kita" Goda Birru kembali.


Rengganis yang merasa di goda pun jadi merasa sebal,ia mengambil bantal sofa lau di pukuli nya Mas Birru.


"Ampun Ganis...ampun" Ucap Birru.

__ADS_1


Alisha yang keluar dari kamar nya hanya geleng-geleng melihat kakak nya dan Mbak Anis sedang kejar-kejaran,pukul-pukulan memakai bantal sofa.


Alisha sekarang begitu lega melihat kakaknya dan Mbak Anis akhirnya bisa menyelesaikan masalahnya,Alisha juga salut dengan Kak Al,yang begitu memperjuangkan Mbak Anis.


Semoga saja nanti calon imam ku juga seperti Kak Al yang begitu mencintai Mbak Anis,Batin Alisha.


"Hey sudah l-sudah,tadi saja senang-senang di taman,terus nangis-nangis di luar apartemen,sekarang kejar-kejaran,inget umur Jones,Mbak Anis" Goda Alisha pada keduanya.


Birru dan Rengganis pun menghentikan aktifitasnya dan menatap Alisha malu.


"sudah sana pada mandi,kan dari taman terus nangis juga,apa tidak lengket tuh badan" Ucap Alisha.


Rengganis menghampiri Alisha lalu mencubit hidung mancung Alisha.


" Makasih ya adik kecilku yang bawel,hehe, ya sudah Mbak pulang dulu yah,mau mandi" Ucap Rengganis pada Alisha.


"Mas,Aku pulang dulu ya mau mandi" Ucap Rengganis tersenyum malu.


Albirruni pun mengangguk.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(Kalau mesra lagi kan seneng ya Mak??hehe)

__ADS_1


__ADS_2