Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Bonus


__ADS_3

Baby Fatih sudah berusia 3 bulan baru saja selesai di mandikan oleh ibunya, Almira segera membawa Fatih dalam dekapannya lalu meletakkannya di kasur.


Reihan sudah menunggu di kasur, minyak telon dan baju Fatih sudah tersedia di kasur.


Reihan bermaksud ingin membantu Almira memakaikan baju ganti untuk Fatih.


"Anak ayah sudah ganteng" Reihan mengusap tubuh Mungil Fatih dengan handuk.


Cur...


Seketika Fatih pipis di atas kasur, Reihan yang panik karena mendapat serangan pipis dadakan langsung melempar celana Fatih untuk meredam air mancur dadakan.


"Ampun deh anak Papah, belum selesai di gantiin baju, sudah pipis Dek"


"Fatih kedinginan mungkin Mas"


Almira mengambil alih menggantikan baju untuk Fatih. Reihan mengambil washlap untuk mengelap kaki Fatih, juga bagian yang terkena pipis.


"Mas ganti baju saja, itu terkena percikan air mancur Fatih" Ucap Almira sambil terkekeh.


Reihan membuka lemari, ia mengganti bajunya. Setelah berganti baju Reihan kembali menghampiri Almira. Almira sedang memberikan Asi pada Fatih, seketika Reihan meneguk Saliva nya.


Sudah tiga bulan ini Reihan menahan diri agar tidak menyentuh Almira. Reihan teringat pesan umminya, berikan Almira waktu untuk melayanimu lagi, Reihan juga pernah mendengar Ummi berpesan pada kakak-kakaknya jika sayang istri, tunggulah sampai 100 hari, walaupun itu hanya nasehat ummi saja, tapi melihat perjuangan Almira melahirkan dan harus d jahit juga, Reihan begitu mengerti dengan nasehat umminya itu.


Almira memberikan ASI sambil duduk bersender di ranjang. Reihan menghampiri Almira, ia pura-pura mencium pipi Fatih yang mulai terkantuk-kantuk, hingga ia mendaratkan ciumannya di dada Almira juga.


"Eh Mas kamu ini"


"Humairah...lama sekali kita tak berjumpa"


"Tak berjumpa bagaimana, Setiap hati kita bertemu juga"


"Bukan itu sayang, tapi perjumpaan tolet-tolet dan tulit-tulit" Ucap Reihan sambil tersenyum.


Almira tertawa lirih " Oh itu..." Almira kini menampakkan wajah cemberutnya.


"Humairah...kenapa sayang, tadi tersenyum, sekarang cemberut, ada apa?"


"Kenapa baru minta sekarang, apa setelah menikah aku tak semenarik dulu lagi"


Reihan terkejut mendengar ucapan Almira, "Sayang...bukan seperti itu, Mas Hanya takut jika kamu belum siap, Mas juga tidak tega untuk memintanya, kan bekas melahirkan kemarin pasti masih sakit" Reihan mengelus kepala Almira dengan penuh kasih sayang.


Fatih sudah terlelap, Almira menidurkan al-Fatih di kasurnya, setelah di tidurkan Reihan menciumi pipi gembul Fatih, mengelus pelan kepalanya.

__ADS_1


اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً وَعَاقِلًا حَاذِقًا وَعَالِمًا عَامِلًا


(Allahummaj’alhu shohiihan kaamilan, wa ‘aqilan haadziqon, wa ‘aaliman ‘amilan)


“Ya Allah, jadikanlah ia anak yang sehat sempurna, berakal cerdas, dan berilmu lagi beramal"


Almira lalu membantu Reihan untuk bersiap-siap berangkat ke kampus dan ke cafe nya nanti.


"Sayang jangan lupa nanti malam ya"


Almira mengangguk "Semoga Fatih tidak rewel ya Mas?"


Reihan tersenyum, mereka lalu menuju meja makan, di meja makan sudah ada semua anggota keluarga sedang sarapan.


Almira menyiapkan sarapan pagi untuk Reihan.


Satu persatu mulai berpamitan berangkat kerja. Ayyubi di antar sekolah oleh mas Birru, Shelomita bersama mama di rumah, Alisha dan Hafiz juga berangkat bersama.


Mbak Rengganis dan Almira merapikan meja makan.


"Fatih tidur Mir?"


"Iya mbak, habis mandi terus aku kasih asi, sekarang tidur, Asyifa masih tidur juga"


"Mbak bagaimana kemarin di Surabaya, mbak calon Raka cantik tidak?"


Wajah Rengganis berubah sedih, Almira menyadari hal itu.


"Mbak kenapa?"


"Mbak pusing dengan Raka"


Rengganis menceritakan Raka yang sudah mencintai wanita lain tapi di jodohkan dengan wanita yang berbeda.


"Waduh...kasihan juga ya Raka mbak, ih tapi Raka tidak jujur juga sih dari awal"


"Iya padahal mbak sudah memberikannya kesempatan sebelum di tentukan tanggal lamaran nanti"


"Huftt kenapa jadi rumit ya"


"Iya, mbak ini pengganti ibu baginya, mbak tidak mau dia tak bahagia, tapi mbak tidak tahu harus bagaimana lagi, semoga Raka mendapat takdir terbaik dari Allah"


"Aamiin, mbak nanti lamaran Raka, aku ikut yah ke Bandung"

__ADS_1


Rengganis mengangguk " Boleh...nanti kita bisa jalan-jalan disana Mir"


Setelah selesai membersihkan ruang makan dan mencuci piring, Rengganis dan Almira kembali ke kamar masing-masing, membersihkan diri dan membersihkan kamar serta menemani anak mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.[ Yang katanya kangen Humairah...aku bonus part nih, hehe jangan lupa ya mampir di novel terbaru " Percayalah...aku masih perawan" banyak pelajaran berharga juga disana, dan tentunya lebih menarik lagi]


Jangan lupa add FB ku ya "Santy Isnawan"


Salam sayang,

__ADS_1


Santypuji


__ADS_2