
Pagi ini seperti biasa Alisha sudah berada di kantor Dosen,karena Alisha mengajar kelas reguler,jadi jadwal mengajarnya hanya pagi sampai siang saja dan sesekali sampai sore,Alisha sedang memeriksa materi yang akan ia ajarkan pagi ini,tiba-tiba seseorang meletakan bungkus nasi di mejanya.
"Makan lah untuk sarapan" Ucapnya.
"Terima kasih"
"Hemm" Jawabnya.
Ya Allah si batu es,Batin Alisha.
"Tapi Aku sudah sarapan"
"Untuk nanti siang,tidak akan basi"Ucap Raihan.
Raihan langsung keluar dari ruangan dosen lalu menuju kelas yang tempat ia mengajar.
" Aneh,baik tapi cuek,kadang ramah kadang Dingin" Gumam Alisha.
Alisha melihat kotak nasi yang berwarna hijau,Alisha buka,ternyata isinya sendwich,ada 2 buah strawberry dan susu kotak juga.Alisha tersenyum.
"Ah seperti anak kecil saja" Gumam Alisha.
Alisha menuju kelas yang akan ia ajarkan,sebelum mengajar ia memandang seluruh isi kelas terlebih dahulu,takut ada penyelundup seperti kemarin.
Setelah di rasa tidak ada Alisha mulai mengajar.Setelah selesai mengajar Alisha menuju kantin dengan membawa kotak bekal nya,ia di temani Rara,teman seprofesinya.
Alisha memakan makanan yang di berikan Raihan,rasanya sangat enak menurut Alisha.
"Tumben kamu bawa bekal Sha" Tanya Rara.
"Aku tidak membawanya,tadi ini dari pak Raihan" Jawab Alisha.
"Ughkkkk" Rara tersendak.
"Kenapa Ra,minum dulu ini" Ucap Alisha sambil memberikan minum pada Rara.
"Pak Raihan?"
"Iya,memang kenapa?"
"Haduh,ada kemajuan berarti dia,si kutub Utara,hahaha" Tawa Rara.
"Memang nya sebelumnya dia seperti apa Ra?"
"Ya tidak pernah dekat dengan wanita manapun dan terkesan menghindar,yang menyukainya juga takut karena sikap jutek nya" Ucap Rara.
"Mungkin itu sudah watak kali Ra,dia juga seperti itu juga kok sama Aku,kalau lagi baik ya baik,tapi baiknya juga cuek,Aku suka bingung juga sebenarnya Dia orang yang bagaimana" Ucap Alisha.
"Mungkin dia menyukaimu Sha"
"Hahahaha,tidak mungkin,Setahu ku orang yang menyukai seseorang itu ya perhatian,romantis,Aku lihat kakak ku begitu romantis dengan kakak ipar,"
"Ya kan menyukai itu sesuai dengan karakter orang nya,mungkin Pak Raihan tidak bisa romantis,tapi memang menyukai dalam sikap yang dingin nya itu" Ucap Rara.
"Ah sudah Aku tidak mau berandai-andai, karena tidak akan mungkin" Ucap Alisha.
__ADS_1
Alisha beranjak dari kantor setelah memakan semua bekal dari Raihan,ia lalu melanjutkan mengajar di kelas selanjutnya.
***
Selesai mengajar Alisha ingin segera pulang,saat ia sampai di pintu gerbang ternyata di pintu gerbang ada Hafidz yang menunggunya.
"Alisha"
"Mas Hafidz,Sedang apa di sini?"
"Menjemputmu,Ayo aku antar pulang,kita Selesaikan kesalahpahaman kita,mau sampai kapan akan seperti ini"
Alisha masih terdiam,lalu ia teringat akan kata-kata mbak Rengganis, tidak boleh lari dari masalah,pahit manis harus di hadapi.
"Oke Mas,kita akan bicara,tapi jangan di rumah,di cafe saja yah" Ucap Alisha.
Hafidz tersenyum, ia langsung membuka pintu mobilnya mempersilahkan Alisha masuk,Namun sebelum Alisha masuk,Alisha di dorong oleh seseorang wanita hingga terjatuh.
"Dasar pelakor" Ucap nya.
Alisha mengaduh karena terjatuh,tangan nya tergores batu-batu kerikil.
"Nadia,apa-apaan kamu hah" Ucap Hafidz yang menatap Nadia dengan penuh amarah.
Untung saja suasana di depan kampus tidak terlalu ramai karena masih banyak mahasiswa yang sedang belajar,hari ini Alisha hanya mengajar 3 kelas saja.
Raihan yang melihat Alisha tersungkur langsung lari dan membantunya untuk bangun.
"Kamu tidak apa-apa?"
"Dasar pelakor,kamu menghancurkan pertunangan ku dengan Hafidz,puas kamu" Ucap Nadia sambil meronta-ronta.
Sementara Hafidz memegangi Nadia yang terus meronta.
"Ayo cepat jalan,kamu pulang dengan ku" Ucap Raihan.
"Tidak usah pak,saya gampang naik ojol saja"
Raihan tidak menggubris kata-kata Alisha,ia langsung saja menarik lengan Alisha dan membawanya ke parkiran,lalu memasukan nya ke dalam mobilnya.
"Alisha" Teriak Hafidz.
"Jangan pedulikan pelakor itu lagi" Ucap Nadia.
"Kamu yang pelakor,kamu yang mengambil ku dari Alisha,berkaca sana" Ucap Hafidz dengan penuh kemarahan.
Hafidz meninggalkan Nadia dengan penuh kemarahan,ia mengusap wajahnya dengan kasar.
"Arghhhh...hampir saja masalahnya selesai,Nadia...kau mengacaukan semuanya" Gumam Hafidz.
"Awas saja kau Hafidz,aku akan terus mengikutimu," Gumam Nadia di dalam mobilnya
Sementara Alisha dan Raihan sudah menuju jalan pulang.
Alisha menangis sesenggukan,Raihan hanya diam saja fokus mengemudi.
__ADS_1
"Aku bukan pelakor,aku bukan pelakor" Gumam Alisha.
Raihan menepikan mobilnya.
"Jika kamu bukan pelakor untuk apa kamu menangis,jika kamu tak bersalah kenapa tidak melawan,kenapa?lemah tak berdaya?jika kami tidak merasa seperti itu lawan gadis bar bar itu,jangan hanya bisa menangis" Ucap Raihan.
Alisha memandang Raihan, "Kamu...jika tidak bisa menenangkan ku lebih baik tidak usah ikut bicara?"
"Menenangkan seperti apa?memelukmu,mempercayaimu,membelamu,memujimu dengan diam mu?
Alisha hidup ini adalah kenyataan,hadapi dengan kenyataan,jika yang manis hanya akan membuat penyakit pada akhirnya,Kenapa harus memilih yang manis" Ucap Raihan.
"Aku ingin kamu jadi gadis yang kuat,yang bisa menjunjung harga diri,jika aku membelamu,mempercayainya,itu tidak ada gunanya bagi gadis itu,kamu yang bisa menyangkalnya sendiri,hanya kamu yang bisa membuktikan bahwa kamu bukan pelakor" Lanjut Raihan.
Alisha tertunduk. Ia merasa apa yang di katakan Raihan memang ada benar nya,biasanya Alisha selalu pemberani,entahlah tadi alisha merasa syok saja.
Raihan melanjutkan perjalanan pulangnya,ia ingin membawa Alisha ke rumahnya untuk di obati,siku dan telapak tangan Alisha tergores dan terluka.Rumah Raihan lebih dekat dari Rumah Alisha.
"Pak kita kok kesini"
"Obati lukamu dulu,rumahku lebih dekat,tenang di rumah ada banyak orang"
Alisha dan Raihan memasuki rumah megah berwarna putih,ada pak satpam yang membukakan pintu gerbangnya,Raihan segera memasukan mobilnya ke dalam garasi.
Wah Rumah pak Raihan megah sekali,lebih megah dari rumah Papa,Aku tidak menyangka pak Raihan yang sangat sederhana,bahkan selalu membawa bekal itu,ternyata rumahnya semegah ini,Batin Alisha.
"Ayo,kenapa ngelamun" Ajak Raihan.
Raihan membawa Alisha masuk kedalam rumahnya.
"Assalamualaikum ummi" Ucap Raihan pada wanita setengah baya yang menggunakan jilbab syari.
"Waalaikumsalam,"
Raihan mengecup punggung tangan ummi nya lalu memeluk ummi nya.
"Eh,kamu bawa anak gadis siapa ini,ayu tenan Iki" Ucap Ummi.
"Assalamualaikum Tante"
"Waalaikumsalam, Nduk"
Jangan panggil Tante,panggil ummi saja.
Alisha mengangguk,lalu mencium punggung tangan Ummi Raihan.
"Ummi boleh minta tolong tidak,Alisha siku dan tangan nya terluka,Raihan mau mengobatinya tapi....Ummi tahu sendiri kan" Ucap Raihan.
Ummi langsung menghampiri Alisha, lalu melihat siku dan telapak tangan Alisha.
"Ya Allah Nduk,kok bisa sampai seperti ini" Tanya Ummi.
"Jatuh Mi" Jawab Raihan.
"Cepat Raihan ambilkan kotak obat,biar ummi obati,nanti keburu infeksi" Ucap Ummi.
__ADS_1
Reihan langsung mengambil kotak obat dan memberikan nya pada ummi nya.